Banten

Siswa SMP Indonesia Bersinar di Forum PBB Muda Asia, Borong Penghargaan Bergengsi di Kuala Lumpur

Moehamad Dheny Permana | 28 Januari 2026, 05:27 WIB
Siswa SMP Indonesia Bersinar di Forum PBB Muda Asia, Borong Penghargaan Bergengsi di Kuala Lumpur

Akurat Banten - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan pelajar Indonesia setelah William Tristan Mahendra, siswa kelas IX Victory Plus Indonesia, dinobatkan sebagai best delegate dalam ajang Asia Youth International Model United Nations atau AYIMUN ke-20 yang digelar di Kuala Lumpur, Malaysia.

Penghargaan best delegate diberikan kepada peserta yang dinilai paling unggul dalam kemampuan diplomasi, kekuatan argumentasi, kepemimpinan forum, serta penguasaan mendalam terhadap isu-isu global yang menjadi agenda persidangan.

AYIMUN merupakan simulasi sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa berskala internasional yang mempertemukan pelajar dan mahasiswa berusia 11 hingga 25 tahun dari berbagai negara di kawasan Asia dan dunia.

Dalam forum tersebut, para peserta dituntut tidak hanya memahami isu global, tetapi juga mampu menyampaikan gagasan solutif melalui pendekatan diplomasi multilateral yang konstruktif dan berbasis data.

William tampil sebagai delegasi Inggris dalam UNICEF Junior Council, sebuah dewan yang secara khusus membahas isu perlindungan anak dalam industri hiburan serta media digital yang kian kompleks.

Baca Juga: Sabu Puluhan Kilogram Digagalkan di Tangerang Polisi Ungkap Jaringan Narkotika Bernilai Puluhan Miliar Rupiah

Topik yang diangkat dalam dewan tersebut menyoroti tantangan besar yang dihadapi anak-anak akibat masifnya paparan konten digital tanpa pengawasan memadai.

Dalam paparannya, William menekankan risiko eksploitasi daring, bahaya konten negatif, serta lemahnya sistem verifikasi usia di berbagai platform digital global.

Ia juga menggarisbawahi urgensi kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, perusahaan teknologi, keluarga, dan organisasi internasional untuk menciptakan ruang digital yang aman bagi anak.

“Mengikuti AYIMUN memberi saya kesempatan untuk memperdalam pemahaman tentang diplomasi multilateral sekaligus mengasah kemampuan analisis, kepemimpinan, dan perumusan kebijakan internasional,” ujar William.

Persiapan panjang dilakukan William sebelum tampil di forum internasional tersebut, mulai dari riset isu global, penyusunan position paper, hingga latihan intensif teknik negosiasi dan diplomasi.

Upaya tersebut membuahkan hasil ketika gagasan yang ia sampaikan mampu menarik perhatian forum dan dinilai relevan dengan tantangan global saat ini.

Pada penyelenggaraan tahun 2026, AYIMUN mengusung tema Diplomacy in Distress: Steering the World Through Crisis and Change yang menekankan peran generasi muda dalam menghadapi krisis global.

Baca Juga: Inul Daratista Tak Sadarkan Diri di Kamar Mandi, Langsung Dilarikan ke UGD: 'Mohon Doanya'...

Tema tersebut dinilai sejalan dengan isu yang diangkat William, khususnya terkait perlindungan anak di tengah perubahan lanskap digital yang cepat.

Partisipasi William tidak hanya menjadi pencapaian pribadi, tetapi juga mencerminkan kualitas pelajar Indonesia yang mampu bersaing dan berkontribusi di panggung internasional.

Keberhasilannya menunjukkan bahwa usia muda bukan penghalang untuk terlibat aktif dalam diskursus global yang strategis dan berdampak luas.

Prestasi di Kuala Lumpur ini sekaligus melengkapi catatan gemilang William yang sebelumnya meraih penghargaan serupa di Seoul, Korea Selatan, dan Bali, Indonesia.

Dengan demikian, William berhasil mencetak rekor sebagai peraih best delegate tiga kali berturut-turut dalam ajang internasional bergengsi.

Capaian tersebut diharapkan dapat menginspirasi generasi muda Indonesia lainnya untuk berani tampil, bersuara, dan mengambil peran dalam isu-isu global yang menentukan masa depan bersama.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.