Banten

TNI dan PLN Terobos Medan Ekstrem Pulihkan Listrik Warga Aceh Barat Pascabencana

Moehamad Dheny Permana | 5 Januari 2026, 21:08 WIB
TNI dan PLN Terobos Medan Ekstrem Pulihkan Listrik Warga Aceh Barat Pascabencana

Akurat Banten - Upaya pemulihan kehidupan warga pascabencana banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Aceh Barat terus dilakukan melalui langkah konkret dengan menghidupkan kembali aliran listrik di wilayah terisolasi.

Kolaborasi Tentara Nasional Indonesia bersama PT PLN Persero diwujudkan melalui pendistribusian dan pemasangan tiga unit generator set di Desa Sikundo, Kecamatan Pante Cermin, yang terdampak parah akibat bencana alam.

Kehadiran genset tersebut menjadi solusi darurat bagi masyarakat yang selama beberapa hari harus bertahan tanpa pasokan listrik untuk kebutuhan dasar, mulai dari penerangan hingga aktivitas ekonomi.

Berdasarkan keterangan resmi dari Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat, sebanyak 25 personel TNI dari Kodim 0105/Aceh Barat dan Yonif 116/Garda Samudera dikerahkan bersama lima teknisi PLN dalam misi kemanusiaan tersebut.

Tim gabungan itu tidak hanya bertugas mengantarkan bantuan, tetapi juga memastikan perangkat pembangkit listrik dapat langsung dioperasikan dan dimanfaatkan warga setempat.

Baca Juga: Mensos Pastikan Rumah Warga Korban Banjir Sungai Tabuk Dibantu Hingga Tahap Pemulihan

Perjalanan menuju Desa Sikundo menjadi tantangan tersendiri karena akses darat terputus total akibat longsor dan luapan sungai yang merusak jalur utama.

Selama tiga hari, personel harus menempuh rute ekstrem dengan menyusuri sungai, menyeberangi perbukitan, serta berjalan kaki sekitar enam kilometer sambil memikul genset dan perlengkapan instalasi.

Kondisi medan yang licin dan berlumpur, ditambah cuaca hujan yang terus mengguyur, tidak menyurutkan langkah tim untuk menyelesaikan tugas kemanusiaan tersebut.

Meski menghadapi risiko tinggi, seluruh personel berhasil mencapai lokasi dan menyelesaikan pemasangan genset beserta jaringan listrik tanpa kendala berarti.

Proses instalasi rampung pada pukul 19.30 WIB, dan ketiga unit genset dinyatakan berfungsi optimal untuk melayani kebutuhan listrik warga desa.

Bagi masyarakat setempat, kembalinya aliran listrik menjadi simbol harapan sekaligus awal pemulihan kehidupan setelah bencana yang melumpuhkan aktivitas mereka.

Sinergi antara TNI dan PLN ini dinilai sebagai bukti nyata kehadiran negara dalam menjangkau masyarakat di wilayah terpencil yang terdampak bencana alam.

Langkah tersebut juga sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat dalam mempercepat pemulihan infrastruktur dasar di daerah terdampak banjir dan longsor.

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia mengumumkan pengiriman bantuan logistik berskala besar untuk wilayah Aceh dan Sumatera.

Bantuan itu mencakup seribu unit genset serta tiga ribu unit kompor gas lengkap dengan perlengkapannya bagi warga yang terdampak bencana.

“Hari ini kami memberangkatkan seribu unit genset atas arahan Bapak Presiden Prabowo Subianto,” ujar Bahlil.

Distribusi bantuan dilakukan melalui jalur udara dengan melibatkan pesawat Hercules milik TNI Angkatan Udara untuk memastikan kecepatan dan ketepatan pengiriman.

Baca Juga: Lonjakan Mobilitas Akhir Tahun Dongkrak Penjualan Tiket KAI Tembus Empat Juta Lebih

Sementara itu, bantuan kompor gas dan perlengkapannya diberangkatkan menggunakan pesawat kargo agar dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat.

Seluruh logistik telah melalui tahapan pengecekan, pendataan, serta pengemasan sesuai standar keamanan penerbangan.

Pemerintah berharap bantuan tersebut dapat mempercepat pemulihan kondisi sosial dan ekonomi warga, sekaligus memperkuat ketahanan masyarakat menghadapi bencana di masa mendatang.***

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.