Geger! Arif Ikhsan Ngaku Disogok Rp350 Juta Demi Gagalkan Aksi ke Rumah Jokowi dan UGM, Siapa Dalangnya?

AKURAT BANTEN – Sebuah pengakuan mengejutkan mengguncang jagat maya dan publik Solo. Arif Ikhsan, koordinator aksi yang tergabung dalam Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA), membongkar adanya upaya "penyuapan" masif yang menyasar dirinya.
Secara blak-blakan, Arif mengaku ditawari uang tunai sebesar Rp350 juta agar membatalkan agenda kunjungan rombongannya ke kediaman mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Solo serta Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.
Baca Juga: Misteri Takhta Teheran: Mojtaba Khamenei Koma, Siapa Sosok Misterius yang Kini Kendalikan Iran?
Suap Ratusan Juta Lewat Sambungan Telepon
Aksi penyuapan ini disebut-sebut terjadi melalui jalur komunikasi pribadi.
Arif mengungkapkan bahwa seorang oknum yang belum diketahui identitasnya mencoba "menawar" integritas gerakan mereka tepat sebelum rombongan bergerak.
"Saya ditawari Rp350 juta. Dia bilang kalau bisa jangan berangkat ke sana (Solo dan UGM). Tapi saya jawab tegas, tidak bisa!" ujar Arif dengan nada geram.
Uang ratusan juta tersebut disodorkan sebagai mahar agar isu sensitif yang dibawa TPUA tidak sampai ke telinga publik lebih luas atau menyentuh langsung institusi terkait.
"Siapa Dalangnya?" – Pertanyaan yang Meresahkan Publik
Munculnya angka Rp350 juta ini menimbulkan spekulasi liar. Publik kini bertanya-tanya: Siapa sosok kuat yang merasa terancam dengan gerakan ini? Kunjungan TPUA ke UGM dan rumah Jokowi memang membawa misi khusus terkait tuntutan transparansi ijazah yang selama ini menjadi bola panas di media sosial.
Penolakan Arif Ikhsan terhadap uang "tutup mulut" ini seolah menegaskan bahwa ada sesuatu yang sangat penting yang sedang mereka perjuangkan.
Baca Juga: BREAKING! Donald Trump Umumkan Gencatan Senjata dengan Iran, Ini Isi Kesepakatannya
Kronologi Aksi: Dari Kampus UGM hingga Kediaman Solo
Sebelum menuju Solo, rombongan TPUA terpantau sudah mendatangi kampus UGM di Yogyakarta. Di sana, mereka melayangkan protes dan meminta klarifikasi resmi.
Setelah dari Yogyakarta, rombongan tetap melanjutkan perjalanan ke Solo untuk mendatangi rumah Jokowi, mengabaikan tawaran uang fantastis yang sempat mampir ke kantong sang koordinator.
Hingga saat ini, belum ada konfirmasi resmi dari pihak keamanan mengenai laporan dugaan percobaan penyuapan ini.
Namun, langkah Arif Ikhsan telah menciptakan gelombang diskusi besar mengenai integritas dan tekanan politik di balik isu ijazah yang terus bergulir. (**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Anies Baswedan Disarankan Masuk Kabinet Prabowo, Syahganda Sampai Sebut Posisi Menteri Ini!
- 2Bukan Cuma Gibran, Ahmad Ali Ungkap Kaesang Mulai Diproyeksikan PSI Jadi Presiden
- 3Duet Dedi Mulyadi-Purbaya Jadi Sorotan! Syahganda Singgung Pilihan Mengejutkan Purbaya
- 4Mahfud MD Bongkar Rencana Pergantian Listyo Sigit yang Sempat Tertunda, Nama Gibran Ikut Muncul
- 5CPA Days 2026 Digelar di BINUS Alam Sutera, IAPI Dorong Talenta Akuntan Publik Kuasai AI
- 6Gibran dan Kemendikdasmen Diadukan ke Bareskrim soal Suket SMA, Bola Panas Usai Putusan MK
- 7Liverpool Dihantam Badai Cedera Jelang Hadapi Man City, Isak dan Gakpo Terancam Absen!
- 8Gaji Wantimpres Rp76,5 Juta Disebut Receh oleh Rocky Gerung, Responsnya Bikin Penasaran!
- 9Bukan Cuma Soal Sepak Bola! Kepergian Cristiano Ronaldo Bisa Bikin Keuangan Portugal Guncang
- 10Nasib Cristiano Ronaldo di Timnas Portugal di Ujung Tanduk: Skorsing 6 Bulan Mengintai Usai Tinggalkan TC








