Banten

TEROBOSAN SEJARAH! Indonesia Selangkah Lagi Miliki 'SCBD' di Makkah, Siap Beli Lahan 80 Hektare untuk Kampung Haji

Saeful Anwar | 20 November 2025, 14:27 WIB
TEROBOSAN SEJARAH! Indonesia Selangkah Lagi Miliki 'SCBD' di Makkah, Siap Beli Lahan 80 Hektare untuk Kampung Haji

  • BPI Danantara: Hasil Lelang Lahan Kampung Haji Indonesia di Makkah Keluar Desember 2025

AKURAT BANTEN – Impian memiliki kawasan terintegrasi yang melayani kebutuhan Jemaah Haji Indonesia di Makkah, Arab Saudi, sekaligus menjadi pusat promosi budaya dan bisnis Syariah Indonesia, kini di ambang kenyataan.

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) baru-baru ini membagikan perkembangan terbaru yang sangat signifikan mengenai rencana pembangunan ambisius Kampung Haji Indonesia di Tanah Suci.

Dalam acara Business Forum di Jakarta pada Rabu (19/11/2025), Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir, mengungkapkan bahwa kesiapan finansial dan operasional untuk mengakuisisi lahan sudah matang.

Danantara siap membeli lahan seluas 80 hektare, sebuah area yang setara dengan 2,5 kali luas kawasan SCBD (Sudirman Central Business District) Jakarta!

Baca Juga: Dilema Guru 57 KM: Kisah Nur Aini dan Polemik Penempatan Tenaga Pendidik di Pasuruan

Bidding Lahan Panas: Bersaing dengan 90 Calon Pembeli, Hasil Ditentukan Desember

Pandu Sjahrir memberikan update yang paling dinanti: proses bidding atau lelang untuk mendapatkan kawasan lahan tersebut sudah dilakukan.

Ini menunjukkan keseriusan dan kecepatan langkah Indonesia.

“Kami sudah memasukkan bidding (lelang). Dari sisi bidding nanti kita akan tahu hasilnya pada pertengahan Desember,” kata Pandu.

Fakta menariknya, persaingan untuk lahan tersebut sangat ketat. Hampir 90 bidder atau penawar lain juga turut serta dalam lelang, menegaskan nilai strategis dari lokasi yang diincar Indonesia.

Selain jalur lelang formal, Danantara juga bergerak melalui skema bisnis langsung, mengejar peluang lain di luar proses bidding.

“Kami juga sedang melakukan B2B deal (business to business) untuk beberapa aset di luar proses bidding, yang bisa mengakomodasi permintaan dari Indonesia,” imbuhnya.

Konsep ‘Mini Indonesia’ di Makkah: Bukan Sekadar Penginapan!

Danantara tidak merencanakan hanya sekadar asrama haji. Visi untuk kawasan 80 hektare ini adalah menciptakan sebuah kawasan terpadu dengan fasilitas lengkap dan multi-fungsi.

Pandu Sjahrir menjelaskan, kawasan ini akan menjadi ekosistem yang mandiri:

  • Fasilitas Kesehatan: Layanan rumah sakit berkualitas tinggi untuk jemaah.
  • Layanan Hospitalitas: Akomodasi yang nyaman dan sesuai standar.
  • Pusat Kuliner & Komersial: Tempat makan khas Indonesia hingga pusat perbelanjaan.

Baca Juga: GEGER! Guru PPPK Baru Dua Bulan Ditemukan Tewas Terikat di Kos OKU, Tangan dan Kaki Diikat, Mulut Ditutup

Fungsi Komersial dan Diplomasi Budaya

Lebih dari sekadar menunjang keperluan jemaah haji, Kampung Haji Indonesia ini juga dirancang untuk kepentingan komersial dan diplomasi budaya.

“Keinginan kita itu untuk bisa hospitality, rumah sakit, tempat makan, jadi bukan hanya untuk orang Indonesia, tapi untuk yang ingin mengenal Indonesia,” jelasnya.

Ragam bisnis yang akan dikembangkan meliputi:

  • Makanan dan Minuman (F&B)
  • Modest Fashion
  • Pariwisata
  • Farmasi
  • Media

Bahkan, potensi bisnis Syariah lainnya.

Komitmen Penuh Pemerintah: Dipimpin Langsung oleh Danantara

Pembangunan proyek strategis ini dipastikan akan dipimpin langsung oleh Danantara.

Hal ini sebelumnya telah dikonfirmasi oleh CEO Danantara yang juga menjabat sebagai Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani.

Pada akhir Juli 2025 lalu, Rosan menjelaskan bahwa peran Danantara sangat krusial karena proyek ini juga mencakup pembangunan daerah komersial.

“Kita, Danantara yang akan memimpin ini karena akan dibangun juga daerahnya, komersialnya. Mereka (Arab Saudi) kasih 8 plot tanah, ada yang flat, ada yang berbukit, tapi kan ada penduduknya juga,” kata Rosan.

Baca Juga: HEBOH! Spanduk Misterius di Pagar Sekolah SD di Pekalongan: Tuduhan Serius 'Rusak Rumah Tangga' Guncang Dunia Pendidikan!

Langkah Revolusioner: Undang-Undang Arab Saudi Diubah Khusus untuk Indonesia

Proyek ini terwujud berkat terobosan diplomatik luar biasa yang dipelopori oleh Presiden Prabowo Subianto.

Dalam Sidang Kabinet Paripurna pada 20 Oktober 2025, Presiden Prabowo mengungkapkan momen bersejarah ini.

“Alhamdulillah pemerintah Arab Saudi untuk pertama kali dalam sejarah setuju pembangunan kampung Indonesia di kota Makkah... untuk pertama kali dalam sejarah diizinkan negara asing memiliki lahan, memiliki tanah di kota suci, diubah undang-undangnya khusus untuk kita, kita negara pertama, ini luar biasa,” tegas Presiden.

Tawaran lahan yang diberikan oleh Arab Saudi berlokasi strategis, tidak terlalu jauh dari Masjidil Haram. Dengan adanya Kampung Haji ini, fasilitas dan kebutuhan jemaah Indonesia, mulai dari akomodasi hingga makanan, akan diatur secara mandiri.

“Mudah-mudahan tidak berapa lama lagi kita akan punya kampung haji sendiri, fasilitasnya kita atur sendiri, makan semuanya kita atur supaya tidak ada lagi kekurangan, atau penyimpangan atau kekecewaan daripada jemaah kita. Ini terobosan luar biasa,” tutup Prabowo.

Jika lelang dimenangkan Desember nanti, Indonesia akan segera memulai pembangunan proyek yang akan mengubah wajah pelayanan haji dan investasi di Tanah Suci.

Seluruh mata kini tertuju pada pengumuman di pertengahan Desember 2025 (**)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

S
Reporter
Saeful Anwar
Abdurahman