Banten

Sorotan Tajam DPR: Investasi Rp 64 T Lotte Chemical Cilegon Wajib Jadi 'Ladang Emas' Tenaga Kerja Lokal!

Saeful Anwar | 14 November 2025, 09:19 WIB
Sorotan Tajam DPR: Investasi Rp 64 T Lotte Chemical Cilegon Wajib Jadi 'Ladang Emas' Tenaga Kerja Lokal!

 

Yahya Zaini: Jangan Cuma Jadi Etalase Asing, PSN Petrokimia Terbesar ASEAN Harus Tinggalkan Warisan Kompetensi Nasional

AKURAT BANTEN-Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Yahya Zaini, memberikan peringatan keras sekaligus penekanan strategis terkait aspek ketenagakerjaan dalam proyek raksasa Lotte Chemical Indonesia New Ethylene (LINE Project) di Cilegon, Banten.

Sebagai salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) dengan nilai investasi fantastis, Yahya Zaini mendesak agar penyerapan tenaga kerja lokal tidak hanya menjadi formalitas, melainkan prioritas utama.

 Baca Juga: Operasi Zebra Maung 2025 Resmi Dimulai, Siap-Siap, Ribuan Pengendara di Banten Akan Ditindak

Investasi Jumbo, Janji 40.000 Lapangan Kerja!

LINE Project bukan proyek biasa. Pabrik petrokimia yang baru diresmikan (6/11) setelah sempat mangkrak enam tahun ini, kini menjadi sorotan dunia.

Nilai Investasi: Awalnya $3,9 miliar yang kemudian membengkak menjadi $4 miliar (sekitar Rp 63-64 triliun).

Status: Menjadi salah satu investasi petrokimia terbesar di Asia Tenggara.

Target Operasi Komersial: Oktober 2025.

Dampak Ketenagakerjaan: Diperkirakan menciptakan hingga 40.000 lapangan kerja langsung dan tidak langsung selama fase konstruksi dan operasional.

"Kami memandang proyek ini bukan hanya sebagai investasi industri, tetapi juga sebagai peluang besar untuk memperkuat kualitas tenaga kerja nasional," tegas Yahya. "Kesejahteraan, keselamatan, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja lokal harus menjadi prioritas utama."

 Baca Juga: Ketua DPRD Banten Fahmi Hakim Raih Penghargaan Tokoh Pendorong Keterbukaan Informasi Publik

Kunci Sukses: Tenaga Kerja Lokal sebagai Tulang Punggung

Saat ini, di masa konstruksi, sudah ada 17.000 karyawan yang terserap. Namun, legislator dari Dapil Jawa Timur VIII ini menekankan bahwa Pemerintah Pusat dan Daerah harus proaktif berkoordinasi dengan manajemen PT Lotte Chemical Indonesia (LCI).

Penyerapan tenaga kerja Indonesia, baik di tingkat teknis maupun manajerial, harus dipastikan mendapat porsi dominan.

“Kami mendorong agar proyek ini tidak hanya menjadi etalase investasi asing, tetapi juga menjadi ladang pembelajaran dan peningkatan kompetensi bagi tenaga kerja Indonesia. Ketenagakerjaan lokal harus menjadi tulang punggung PSN seperti ini,” ujar Yahya.

 Baca Juga: Jaksa Gadungan Ditangkap di Pamulang, Bawa Uang Rp310 Juta dan Senpi Berisi Peluru Aktif

K3 dan Transfer Keahlian Wajib Dijalankan

Mengingat kompleksitas dan risiko tinggi industri petrokimia, Yahya juga menyoroti dua aspek krusial lainnya:

1. Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Tingkat Internasional

Protokol keselamatan internasional harus menjadi standar minimum, bukan sekadar formalitas.

"Protokol keselamatan bukan sekadar formalitas,” tegasnya.

2. Vokasi Industri dan Transfer Teknologi

LINE Project harus menjadi momentum untuk mengakselerasi program vokasi industri. Yahya meminta LCI bersama Kementerian Tenaga Kerja dan lembaga pendidikan vokasi (termasuk Politeknik Krakatau di Banten) menyiapkan program pelatihan dan sertifikasi terintegrasi.

“Proyek ini adalah momentum untuk mengakselerasi program vokasi industri. Harus ada mekanisme transfer keahlian nyata dari tenaga ahli asing kepada tenaga kerja lokal. Dengan begitu, proyek ini akan meninggalkan warisan kompetensi, bukan sekadar infrastruktur,” paparnya.

Yahya Zaini menutup dengan mengingatkan bahwa semua kontraktor dan subkontraktor harus tunduk pada aturan perundangan ketenagakerjaan Indonesia. Pembangunan ekonomi harus sejalan dengan pembangunan manusia, memastikan pekerja dilindungi secara hukum, sosial, dan mendapat hak-hak dasar yang layak.

"Koordinasi antara Kementerian Tenaga Kerja, Kementerian Perindustrian, dan pemerintah daerah Banten harus diperkuat agar dampak sosial dan ekonomi proyek dapat dimaksimalkan,” tutupnya (**) 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

S
Reporter
Saeful Anwar
Abdurahman