Banten

Ekonomi Hijau Jadi Prioritas, AHY Tegaskan Pertumbuhan Tak Boleh Abaikan Lingkungan

Moehamad Dheny Permana | 28 Agustus 2025, 16:30 WIB
Ekonomi Hijau Jadi Prioritas, AHY Tegaskan Pertumbuhan Tak Boleh Abaikan Lingkungan

Akurat Banten - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan bahwa arah pembangunan Indonesia ke depan harus menyeimbangkan percepatan ekonomi dengan upaya menjaga keberlanjutan lingkungan.

Menurut AHY, pesan Presiden Prabowo Subianto jelas, pertumbuhan ekonomi Indonesia harus terus melaju, namun tidak dengan cara yang mengorbankan alam maupun ketahanan energi nasional.

“Presiden berkali-kali mengingatkan bahwa pertumbuhan ekonomi kita harus tinggi dan mandiri, tapi jangan sampai keberlanjutan lingkungan dikorbankan,” ujar AHY.

Ia menekankan, untuk mencapai keseimbangan tersebut, Indonesia harus serius mengembangkan energi baru dan terbarukan.

Pemanfaatan sumber energi yang lebih ramah lingkungan dinilai penting untuk mendukung agenda transisi energi yang sedang digencarkan pemerintah.

“Sebagai Menko, saya melihat kunci utama ada pada infrastruktur yang menopang transformasi ini. Semua perlu disinkronkan, mulai dari ketahanan energi hingga upaya menjaga kelestarian lingkungan,” ucapnya.

Baca Juga: Benteng Terakhir Sawah Produktif, Menteri ATR Tegaskan Tak Akan Biarkan Alih Fungsi Lahan Menggerus Ketahanan Pangan

AHY menambahkan, pembangunan energi bersih bukan sekadar wacana, melainkan kebutuhan mendesak.

Dunia sedang bergerak ke arah yang sama, sehingga Indonesia harus mengambil peran aktif agar tidak tertinggal.

Di sisi lain, ia menyoroti isu transportasi sebagai faktor strategis dalam pembangunan wilayah.

Bagi pemerintah, transportasi bukan hanya soal memudahkan mobilitas warga, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru di berbagai daerah.

“Konektivitas antarwilayah harus diperkuat, baik lewat jalur darat, laut, udara, maupun kereta api. Mobilitas yang lebih cepat dan terjangkau akan mendorong lahirnya pusat-pusat pertumbuhan baru,” jelasnya.

Menurut AHY, transportasi yang efisien akan memberi dampak luas terhadap pemerataan pembangunan, termasuk memperlancar distribusi logistik yang selama ini masih jadi tantangan di beberapa wilayah.

Ia juga menegaskan, peta jalan pembangunan infrastruktur harus dirancang inklusif dan dapat mengakomodasi kepentingan semua pihak.

Dengan begitu, percepatan pembangunan tidak hanya dirasakan di kota besar, tetapi juga menjangkau daerah-daerah terpencil.

“Transportasi yang terintegrasi akan memperkuat rantai pasok dan memperkecil kesenjangan antarwilayah. Inilah yang ingin kita capai bersama,” ungkapnya.

Baca Juga: Bukan di SSCASN? Pendaftaran CPNS dan PPPK Dibuka di Link Ini, Yuk Segera Daftar daripada Jadi Pengangguran

Sejalan dengan itu, AHY menilai sinergi antar-kementerian dan pemerintah daerah menjadi kunci agar program pembangunan berjalan efektif.

Tanpa koordinasi yang solid, ia khawatir percepatan ekonomi bisa terhambat.

Ia optimistis, dengan dukungan infrastruktur yang tepat dan pemanfaatan energi bersih, Indonesia mampu membangun ekonomi yang tumbuh pesat sekaligus berkelanjutan.

“Pertumbuhan ekonomi yang kita kejar haruslah pertumbuhan yang sehat, mandiri, dan berwawasan lingkungan. Itu tantangan besar, tapi juga peluang besar bagi Indonesia,” pungkas AHY.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.