Banten

Mengenang Perjuangan Masyarakat di Tanah Jawara dalam Sejarah Berdirinya Provinsi Banten HUT Ke-23

Diana Aslamiyyah | 5 Oktober 2023, 09:10 WIB
Mengenang Perjuangan Masyarakat di Tanah Jawara dalam Sejarah Berdirinya Provinsi Banten HUT Ke-23

Ban

AKURAT BANTEN - Sejarah berdirinya Provinsi Banten menarik diulas dalam artikel kali ini. Di mana pada hari ini, 4 Oktober 2023, Provinsi Banten tepat berusia 23 tahun. Provinsi Banten berada paling ujung di barat Pulau Jawa yang dulunya pernah menjadi bagian dari Provinsi Jawa Barat.

Provinsi Banten dikenal dengan sebutan Tanah Jawara ini merupakan provinsi yang terletak di ujung paling barat Pulau Jawa.

Banten awalnya sempat menjadi bagian dari Provinsi Jawa Barat. Namun seiring dengan waktu yang berjalan dengan proses yang alot, maka pada 2000 lalu akhirnya Banten resmi sebagai provinsi.

Lantas seperti apa sejarah berdirinya Provinsi Banten yang pada 2023 ini merayakan HUT ke-23?. Berikut ulasannya yang berhasil dirangkum dari buku "Mengawal Aspirasi Masyarakat Banten Menuju Iman Taqwa, Memori Pengabdian DPRD Banten Masa Bakti 2001-2004" serta berbagai sumber lainnya Kamis (5/10/2023) di antaranya :

Pasca Indonesia merdeka, masyarakat Banten menginginkan wilayah Banten khususnya agar mempunyai pemerintahan otonomi sendiri dari eks keresidenan dan memisahkan diri dari Jawa Barat.

Baca Juga: KOPI LESEHAN 001 : BANTEN dulu BANTEN sekarang Merebut Pelabuhan Sunda Kelapa

Keinginan itu dipelopori oleh tokoh-tokoh spektakuler termasuk tokoh muda Uwes Qorny dengan melakukan pergerakan perjuangan pembentukan Provinsi Banten sejak 1950-an seperti yang diberikan keistimewaan terhadap provinsi lainnya. Namun sayang, tidak mendapat tanggapan yang serius.

Pada 1963 masyarakat Banten yang diwakili oleh Sochari Chatib, Ayip Zuchri, dan didukung oleh Gogo Sandjadiredja serta tokoh pemuda lainnya memperjuangkan kembali pendirian Provinsi Banten agar terlepas dari Jawa Barat. Akan tetapi belum juga membuahkan hasil.

Tak hanya sampai di situ, pergerakan terus berlanjut. Pada 1998 kembali oleh tokoh-tokoh Banten di antaranya adalah Uwes Qorny, Mochtar Mandala, KH. Embay Mulya Syarief, Soerjadi Soedirja, Hariri Hady dan lainnya terus mendesak pemerintah pusat agar segera mengesahkan pendirian Provinsi Banten.

Sehari usai Presiden Soeharto lengser pada tanggal 20 Mei 1998, ribuan masyarakat Banten yang dipimpin oleh KH. Embay Mulya Syarief dan sejumlah tokoh muda Banten mendatangi Senayan untuk menyatakan dukungan terhadap B.J. Habibie. Habibie pun kemudian menggantikan Presiden Soeharto.

Baca Juga: Hari Batik Nasional, Banten Punya Beragam Motif Batik Warisan Budaya Tenun Baduy

Saat melakukan kunjungan ke Banten pada 1998 lalu, Presiden Habibie kala itu berkunjung ke Pondok Pesantren Darul Iman Pandeglang yang dipimpin K.H. Aminuddin Ibrahim.

Pada kesempatan tersebut Gubernur Jawa Barat H.R. Nuriana dan para Menteri ikut hadir yakni Mensesneg Akbar Tandjung, Menhankam/Pangab Jenderal TNI Wiranto, Menteri Agama Malik Fajar, Menteri Koperasi Pengusaha Kecil dan Mengengah Adi Sasono.

Sesuai dengan rancangan, Pengasuh Pondok Pesantren Darul Iman K.H. Aminudin Ibrahim mengajukan usulan supaya wilayah eks Keresidenan Banten ditingkatkan menjadi Provinsi Banten. Presiden BJ. Habibie menyatakan tidak menolak terhadap usulan tersebut, namun usulan itu harus melalui mekanisme konstitusional. []

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.