Banten

Superbank Gandeng Grab, Akses Pinjaman Digital Kini Bisa Langsung dari Aplikasi

Moehamad Dheny Permana | 30 Januari 2026, 21:34 WIB
Superbank Gandeng Grab, Akses Pinjaman Digital Kini Bisa Langsung dari Aplikasi

Akurat Banten - PT Super Bank Indonesia Tbk atau Superbank kembali mengambil langkah strategis dengan memperluas kolaborasi di dalam ekosistem Grab melalui penyediaan akses pengajuan Pinjaman Atur Sendiri atau PAS yang kini dapat dilakukan langsung lewat aplikasi Grab.

Integrasi ini memungkinkan jutaan pengguna dan mitra Grab terpilih untuk membuka rekening, memanfaatkan layanan perbankan digital, serta memulai proses pengajuan pinjaman tanpa perlu berpindah platform dari aplikasi yang sudah mereka gunakan dalam aktivitas sehari-hari.

Presiden Direktur Superbank Tigor M. Siahaan menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk memperluas jangkauan layanan keuangan agar semakin inklusif dan relevan bagi masyarakat luas.

"Perluasan akses pengajuan PAS melalui Grab sebagai upaya untuk menghadirkan layanan perbankan yang semakin relevan dan mudah dijangkau oleh lebih banyak masyarakat, termasuk segmen yang selama ini masih underbanked," ujar Tigor.

Ia menegaskan bahwa kolaborasi berbasis ekosistem ini dirancang untuk membuka akses pembiayaan bank yang bertanggung jawab dengan proses yang lebih ringkas dan cepat melalui aplikasi Grab.

Di saat yang sama, Superbank memastikan bahwa seluruh tahapan pengajuan dan pemrosesan pinjaman tetap dijalankan secara aman, transparan, dan prudent sesuai dengan prinsip kehati-hatian yang berlaku di industri perbankan.

Baca Juga: Tawuran Maut di Kedoya Terbongkar, Polisi Amankan Sepuluh Remaja dan Ungkap Janji Duel Lewat Media Sosial

Melalui fitur terbaru tersebut, pengguna Grab yang memenuhi kriteria dapat langsung memulai pengajuan PAS dari dalam aplikasi, sehingga proses pembiayaan menjadi lebih praktis dan terintegrasi.

Pendekatan ini dinilai mampu meningkatkan kenyamanan pengguna karena layanan keuangan dapat diakses dalam satu ekosistem digital tanpa harus mengunduh aplikasi tambahan.

Selain mempermudah proses, integrasi ini juga memperkuat konsep embedded finance yang semakin berkembang di ekosistem Grab, di mana layanan keuangan hadir secara natural dalam aktivitas digital pengguna.

Tigor menambahkan bahwa seluruh mekanisme pembiayaan yang ditawarkan melalui kolaborasi ini tetap mengikuti regulasi perbankan yang berlaku dan diawasi oleh otoritas terkait.

PAS sendiri merupakan produk pinjaman digital tanpa agunan yang dirancang untuk memberikan fleksibilitas lebih besar bagi nasabah dalam mengatur kebutuhan pembiayaan sesuai kemampuan dan perencanaan keuangan mereka.

Produk ini menyasar pengguna yang membutuhkan solusi pendanaan cepat namun tetap mengutamakan transparansi, keamanan, serta pengelolaan risiko yang terukur.

Dari sisi Grab, integrasi layanan keuangan ini dipandang sebagai upaya untuk menghadirkan manfaat tambahan bagi pengguna di dalam satu ekosistem yang saling terhubung.

Baca Juga: Irfan Hakim Akhirnya Buka Suara! Pegang Rahasia Besar Denada yang Tak Boleh Diungkap ke Publik, Terkait Ressa Rizky?

Chief Executive Officer Grab Indonesia Neneng Goenadi menyampaikan bahwa kehadiran pengajuan PAS langsung di aplikasi Grab merupakan langkah untuk memperkaya layanan yang relevan dengan kebutuhan pengguna.

"Melalui kolaborasi dengan Superbank sebagai bank berizin dan diawasi OJK dan BI, kami ingin membantu pengguna terpilih mengakses solusi pembiayaan yang lebih aman, transparan, dan bertanggung jawab, sekaligus mendukung kebutuhan finansial mereka secara lebih mudah dan terpercaya," ujar Neneng.

Ia menilai kemitraan ini sejalan dengan visi Grab untuk menghadirkan solusi yang tidak hanya memudahkan aktivitas harian, tetapi juga mendukung aspek finansial pengguna secara berkelanjutan.

Dengan adanya integrasi pengajuan PAS, Grab berharap pengguna dapat memperoleh pengalaman layanan yang lebih lengkap tanpa harus keluar dari ekosistem digital yang sudah mereka kenal.

Kolaborasi antara Superbank dan Grab ini sekaligus mencerminkan tren industri keuangan digital yang semakin mengedepankan kemudahan akses, kecepatan proses, dan kepatuhan terhadap regulasi.

Ke depan, langkah ini diharapkan dapat mendorong inklusi keuangan yang lebih luas sekaligus memperkuat peran teknologi dalam menghadirkan layanan perbankan yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat modern.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.