Banten

Basarnas Temukan Korban Pesawat ATR Jatuh di Jurang 200 Meter Operasi Evakuasi Berlangsung Dramatis

Moehamad Dheny Permana | 20 Januari 2026, 03:55 WIB
Basarnas Temukan Korban Pesawat ATR Jatuh di Jurang 200 Meter Operasi Evakuasi Berlangsung Dramatis

Akurat Banten - Tim Basarnas akhirnya berhasil menemukan satu korban dari pesawat ATR 42-500 yang jatuh di kawasan pegunungan Sulawesi Selatan setelah pencarian intensif sejak pesawat dinyatakan hilang kontak.

Korban ditemukan di dasar jurang sedalam sekitar 200 meter di wilayah Bukit Bulusaraung, Kabupaten Pangkep-Maros.

Lokasi penemuan berada di area dengan kontur ekstrem yang menyulitkan proses pencarian maupun evakuasi.

Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas, Edy Prakoso, mengonfirmasi temuan tersebut saat dihubungi dari Jakarta.

Ia menjelaskan bahwa korban berhasil dilacak berdasarkan koordinat 04°54’44” Lintang Selatan dan 119°44’48” Bujur Timur.

“Di kedalaman jurang sekitar kurang lebih 200 meter, saat ini sedang berlangsung proses evakuasi,” kata Edy Prakoso.

Proses penyelamatan dilakukan secara hati-hati mengingat posisi korban berada di titik yang sangat sulit dijangkau.

Kepala Kantor SAR Makassar yang bertindak sebagai SAR Mission Coordinator memastikan korban berjenis kelamin laki-laki.

Korban ditemukan tidak jauh dari serpihan badan pesawat yang berserakan di sekitar lokasi jatuh.

Saat ini tim SAR gabungan tengah mengevakuasi korban menggunakan sistem tali-temali dengan teknik vertical rescue.

Metode tersebut dipilih karena akses darat sangat terbatas dan hanya dapat dilalui melalui jalur pendakian.

Setelah berhasil diangkat dari jurang, korban akan dibawa ke posko utama untuk proses identifikasi lebih lanjut.

Selain menemukan korban, petugas juga mengamankan sejumlah bagian pesawat lainnya.

Serpihan yang ditemukan antara lain potongan rangka pesawat serta kursi penumpang.

Temuan tersebut semakin menguatkan titik jatuhnya pesawat di kawasan pegunungan tersebut.

Baca Juga: Gaji PNS 2026 Bikin Deg-degan Aturan Sudah Sah, Tapi Nasib Kenaikan Bagaimana?

Operasi pencarian dan pertolongan hingga kini masih terus dilanjutkan.

Basarnas menegaskan bahwa medan terjal menjadi tantangan utama dalam operasi ini.

Lokasi jatuhnya pesawat berada di ketinggian sekitar 1.200 meter di atas permukaan laut.

Kondisi tersebut diperparah dengan cuaca pegunungan yang cepat berubah dan sulit diprediksi.

Meski demikian, tim tetap melanjutkan penyisiran di sekitar titik temuan awal.

Upaya ini dilakukan untuk memastikan seluruh penumpang dan awak pesawat dapat ditemukan.

Basarnas menargetkan pencarian dilakukan secara menyeluruh dengan memperluas area penyisiran.

Sebanyak 376 personel diterjunkan dalam operasi besar ini.

Tim gabungan tersebut terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, serta berbagai unsur potensi SAR lainnya.

Relawan dari organisasi Mahasiswa Pencinta Alam juga ikut terlibat membantu di medan pegunungan.

Kolaborasi lintas instansi dinilai sangat penting mengingat skala operasi yang besar dan kompleks.

Pesawat ATR 42-500 dengan nomor registrasi PK-THT sebelumnya dilaporkan hilang kontak dalam penerbangan.

Pesawat tersebut akhirnya ditemukan di kawasan pegunungan Sulawesi Selatan.

Baca Juga: Terbongkar Jaringan Sabu di Nagan Raya Polisi Amankan Ratusan Gram dari Dua Lokasi Berbeda

Berdasarkan data manifest penerbangan terbaru, pesawat mengangkut 10 orang termasuk awak.

Di antara penumpang terdapat tiga pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Mereka adalah Ferry Irawan sebagai analis kapal pengawas.

Kemudian Deden Mulyana yang bertugas sebagai pengelola barang milik negara.

Serta Yoga Naufal yang bekerja sebagai operator foto udara.

Basarnas memastikan bahwa proses pencarian akan terus dilakukan hingga seluruh korban berhasil ditemukan.

Pihak berwenang juga mengimbau masyarakat untuk tidak mendekati area operasi demi keselamatan bersama.

Perkembangan terbaru operasi SAR akan terus disampaikan secara berkala kepada publik.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.