Tanggul Kalimalang Jebol Ratusan Rumah di Karawang Terendam Pemkab Lakukan Langkah Darurat

Akurat Banten - Pemerintah Kabupaten Karawang bergerak cepat menangani jebolnya tanggul Sungai Kalimalang di Desa Margakaya Kecamatan Telukjambe Barat dengan memasang bronjong sebagai tanggul darurat guna menahan aliran air agar tidak terus meluas ke kawasan permukiman warga.
Bupati Karawang Aep Syaepuloh turun langsung ke lokasi pada Jumat untuk memastikan penanganan awal berjalan dan menegaskan bahwa langkah sementara ini sangat dibutuhkan demi mengurangi risiko banjir susulan yang mengancam rumah penduduk.
"Penanganan sementara ini penting untuk meminimalisasi luapan air ke pemukiman penduduk," kata Aep.
Menurut laporan yang diterima pemerintah daerah, peristiwa jebolnya tanggul terjadi setelah sebelumnya ditemukan keretakan yang semakin melebar dalam waktu singkat.
Aep menjelaskan bahwa awalnya retakan pada tanggul Sungai Kalimalang hanya sepanjang dua meter namun dalam kondisi debit air tinggi kerusakan bertambah hingga mencapai enam meter dan akhirnya tidak mampu lagi menahan tekanan air.
Baca Juga: Kemenhaj Siapkan Kawal Haji Jadi Garda Depan Pengaduan Jamaah Agar Polemik Tak Melebar
"Tanggul itu jebol karena usianya memang sudah tua," ujar Aep.
Akibat kejadian ini, ratusan rumah warga di sekitar bantaran sungai terendam air dengan ketinggian bervariasi sehingga memaksa sebagian warga menyelamatkan barang-barang penting ke tempat yang lebih aman.
Data sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah Karawang mencatat sedikitnya 400 kepala keluarga terdampak langsung oleh banjir yang dipicu jebolnya tanggul Sungai Kalimalang tersebut.
Selain permukiman, kawasan persawahan di sekitar lokasi juga ikut terendam air dan saat ini petugas masih melakukan pendataan untuk memastikan luas lahan pertanian yang mengalami kerusakan.
Untuk menekan dampak lanjutan, Pemkab Karawang memasang bronjong di titik tanggul yang jebol sebagai penahan sementara sambil menunggu proses perbaikan permanen dari instansi terkait.
Langkah tersebut diharapkan mampu mengurangi aliran air ke pemukiman terutama jika terjadi peningkatan debit akibat hujan atau kiriman air dari wilayah hulu.
Pemerintah daerah juga telah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Citarum agar segera dilakukan perbaikan atau pembangunan ulang tanggul Sungai Kalimalang yang mengalami kerusakan parah.
Baca Juga: Geger! Biduan Dangdut 'Goyang' Panggung Isra Mikraj di Banyuwangi, Panitia Akhirnya Buka Suara
Selain itu, Perum Jasa Tirta II turut dilibatkan dalam penanganan darurat dengan mematikan tiga pompa di Bendung Curug yang mengalirkan air ke Sungai Kalimalang guna menurunkan debit dan ketinggian air.
Aep memastikan pemerintah daerah akan terus memantau kondisi lapangan dan meminta seluruh pihak terkait bekerja cepat agar warga terdampak bisa segera kembali beraktivitas normal tanpa dihantui ancaman banjir susulan.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Mahfud MD Bikin Geger! 'Dicari Sampai Mati Pun Tak Akan Ada Ijazah', Ini Penjelasannya soal Gibran
- 2Anies, Ganjar, dan Mahfud Bakal Masuk Istana? Wacana Pemakzulan Gibran Ikut Jadi Sorotan
- 3Anies Baswedan Disarankan Masuk Kabinet Prabowo, Syahganda Sampai Sebut Posisi Menteri Ini!
- 4Denny Indrayana Soroti Sikap Megawati soal Gibran, PDIP Bakal Bergerak atau Pilih Diam?
- 5Duet Dedi Mulyadi-Purbaya Jadi Sorotan! Syahganda Singgung Pilihan Mengejutkan Purbaya
- 6Mahfud MD Jelaskan Beda Pemakzulan dan Pidana dalam Kasus Gibran, Ini Tahapan Hukumnya!
- 7Nasabah BTN Klaim Dana Rp17 Miliar Bermasalah, Setiap Rp1 Miliar Masuk Saldo Disebut Tersisa Rp100, Ada Apa?
- 8Miris! 21 Tahun Jadi Pemulung, Lansia Ini Tak Tahu Punya Uang Pensiun Rp1,1 Miliar
- 9Anies, Ganjar, dan Mahfud Bakal Masuk Istana? Wacana Pemakzulan Gibran Ikut Jadi Sorotan
- 10Mahfud MD Jelaskan Beda Pemakzulan dan Pidana dalam Kasus Gibran, Ini Tahapan Hukumnya!







