Banten

Tito Karnavian Tancap Gas Pimpin Pemulihan Pascabencana di Tiga Provinsi Sumatera

Moehamad Dheny Permana | 11 Januari 2026, 04:44 WIB
Tito Karnavian Tancap Gas Pimpin Pemulihan Pascabencana di Tiga Provinsi Sumatera

Akurat Banten - Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian bergerak cepat memulai tugas barunya setelah ditunjuk Presiden Prabowo Subianto sebagai Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Penugasan tersebut langsung direspons dengan langkah awal berupa pemetaan menyeluruh atas kondisi lapangan, terutama di wilayah yang baru saja melewati fase tanggap darurat maupun yang masih memperpanjang status darurat bencana.

“Intinya adalah kita membaca atau memetakan situasi saat ini, setelah tanggap darurat beberapa daerah ada yang sudah selesai, ada juga yang masih melanjutkan tanggap darurat untuk 15 hari ke depan,” ujar Tito.

Baca Juga: Seleksi Sekolah Rakyat 2026 Dimulai Februari Ribuan Anak dari Keluarga Miskin Siap Masuk Sekolah Gratis Berkualitas

Pemetaan itu dilakukan melalui rapat lintas kementerian dan lembaga yang digelar di Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri dengan melibatkan Menko PMK Pratikno, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, serta Wakil Ketua Satgas Letjen TNI Richard Taruli Horja Tampubolon.

Dalam forum tersebut, Tito mengungkapkan bahwa bencana alam yang terjadi telah berdampak pada 52 kabupaten dan kota di tiga provinsi, sehingga membutuhkan penanganan terkoordinasi dan berlapis.

Ia menegaskan sejak awal pemerintah pusat bersama pemerintah daerah, TNI, Polri, dan berbagai unsur terkait telah mengerahkan sumber daya besar untuk memastikan fase tanggap darurat berjalan optimal.

Langkah-langkah tersebut meliputi pembukaan akses jalan yang terputus, pembangunan jembatan darurat, penyediaan layanan kesehatan, hingga pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak.

Hasil pemantauan sementara menunjukkan sebagian besar daerah sudah mulai bangkit dan memasuki tahap pemulihan secara bertahap.

Pemulihan itu ditandai dengan kembali berjalannya roda pemerintahan daerah, pulihnya jalur transportasi utama, aktifnya kembali layanan kesehatan dan pendidikan, serta mulai menggeliatnya aktivitas ekonomi masyarakat.

Meski begitu, Tito mengakui masih ada wilayah tertentu yang memerlukan perhatian ekstra agar proses pemulihan tidak tertinggal.

Di Aceh, dari 18 kabupaten dan kota yang terdampak, sebanyak 11 daerah dinilai sudah berangsur normal, sementara tujuh wilayah lainnya masih menjadi fokus penanganan lanjutan.

Kondisi serupa juga ditemui di Sumatera Utara dan Sumatera Barat, di mana sebagian besar daerah telah pulih, tetapi beberapa titik masih memerlukan intervensi khusus sesuai tingkat kerusakan.

Pemerintah pusat, kata Tito, terus memprioritaskan pemulihan infrastruktur dasar, terutama jaringan jalan nasional, provinsi, hingga kabupaten dan kota.

Hampir seluruh ruas jalan nasional di tiga provinsi tersebut kini kembali terhubung, sementara perbaikan jalan non-nasional dilakukan secara bertahap oleh Kementerian PU bersama TNI, Polri, dan pemerintah daerah.

Selain infrastruktur, pendataan rumah warga yang rusak akibat bencana juga menjadi perhatian utama satgas.

Pemerintah saat ini mempercepat proses pendataan sekaligus melakukan validasi agar bantuan dapat segera disalurkan secara tepat sasaran.

Tito berharap percepatan bantuan tersebut mampu mengurangi jumlah warga yang masih bertahan di pengungsian dan tenda darurat.

Untuk mempercepat pemulihan di lapangan, ia juga mengusulkan penambahan personel TNI, Polri, ASN, serta mahasiswa sekolah kedinasan guna membantu pembersihan lingkungan, kantor pemerintahan, dan fasilitas umum.

Baca Juga: KPK Percepat Penahanan Yaqut Cholil dan Eks Staf Khusus di Tengah Pengusutan Skandal Kuota Haji

Sebagai langkah penguatan koordinasi, pemerintah akan membentuk dua posko utama pemulihan bencana yang berlokasi di Jakarta dan Banda Aceh.

“Posko ini akan diawaki 24 jam oleh tim yang kita bentuk untuk menampung informasi-informasi dari kementerian/lembaga maupun dari daerah-daerah,” tutur Tito.***

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.