Banten

Seleksi Sekolah Rakyat 2026 Dimulai Februari Ribuan Anak dari Keluarga Miskin Siap Masuk Sekolah Gratis Berkualitas

Moehamad Dheny Permana | 11 Januari 2026, 04:39 WIB
Seleksi Sekolah Rakyat 2026 Dimulai Februari Ribuan Anak dari Keluarga Miskin Siap Masuk Sekolah Gratis Berkualitas

Akurat Banten - Kementerian Sosial mulai menyiapkan tahapan seleksi siswa baru Sekolah Rakyat untuk tahun ajaran 2026/2027 yang dijadwalkan berjalan sejak Februari mendatang.

Langkah ini seiring dengan percepatan pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat di berbagai daerah di Indonesia.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan proses seleksi akan dilakukan untuk seluruh jenjang pendidikan dasar hingga menengah.

“Mulai Februari kita akan berproses untuk seleksi siswa baru, dari SD sampai SMA,” ujar Saifullah Yusuf.

Ia menjelaskan jumlah siswa yang diterima akan menyesuaikan dengan ketersediaan gedung yang rampung dibangun tahun ini.

Pemerintah menargetkan pembangunan lebih dari seratus gedung Sekolah Rakyat permanen yang pengerjaannya dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum.

Sebaran sekolah tersebut hampir merata di seluruh provinsi, termasuk wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar.

Salah satu daerah yang masuk dalam prioritas pembangunan adalah Kabupaten Kepulauan Anambas di Provinsi Kepulauan Riau.

Baca Juga: KPK Percepat Penahanan Yaqut Cholil dan Eks Staf Khusus di Tengah Pengusutan Skandal Kuota Haji

Setiap sekolah dirancang memiliki kapasitas hingga seribu siswa dengan kuota penerimaan sekitar tiga ratus siswa baru setiap tahun.

Daya tampung itu berlaku untuk jenjang SD, SMP, dan SMA yang berada dalam satu kawasan pendidikan terpadu.

Dengan target seratus sekolah permanen yang mulai beroperasi, Kemensos memperkirakan mampu menerima sekitar tiga puluh ribu siswa baru per tahun.

Jumlah tersebut akan diperkuat dengan siswa dari unit Sekolah Rakyat rintisan yang sudah berjalan sebelumnya.

Total penerimaan siswa pada tahun ajaran pertama diperkirakan bisa menembus angka empat puluh lima ribu anak.

Pemerintah bahkan memproyeksikan lonjakan kapasitas pada tahun berikutnya.

“Pada 2027 kapasitas penerimaan siswa baru bisa naik hingga sekitar enam puluh ribu,” kata Saifullah Yusuf.

Sekolah Rakyat menjadi salah satu program unggulan Presiden Prabowo Subianto di bidang pendidikan dan pengentasan kemiskinan.

Program ini menyasar anak-anak dari keluarga miskin ekstrem yang tercatat dalam Desil 1 sampai 4 Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional.

Pemerintah ingin memastikan tidak ada lagi anak yang putus sekolah karena alasan biaya.
Konsep Sekolah Rakyat dirancang bukan hanya sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga pusat layanan sosial terpadu.

Berbagai program nasional disatukan agar dampaknya terasa langsung bagi keluarga siswa.
Mulai dari Cek Kesehatan Gratis hingga Makan Bergizi Gratis disiapkan sebagai bagian dari ekosistem sekolah.

Siswa juga otomatis terhubung dengan jaminan kesehatan melalui skema PBI-JK.
Keluarga mereka mendapatkan akses ke Koperasi Desa Merah Putih serta Program Tiga Juta Rumah.

Dengan pendekatan itu pemerintah berharap pendidikan menjadi pintu masuk utama keluar dari lingkaran kemiskinan.

Data Kementerian Sosial menunjukkan hingga akhir 2025 sudah berdiri 166 titik Sekolah Rakyat rintisan.

Sekolah-sekolah tersebut mampu menampung sekitar enam belas ribu siswa di berbagai daerah.

Lebih dari dua ribu guru telah diterjunkan untuk mendukung proses belajar mengajar.

Ribuan tenaga kependidikan juga disiapkan untuk memastikan layanan berjalan optimal.

Dari sisi sarana, pemerintah memastikan fasilitas belajar mengikuti perkembangan teknologi.

Setiap sekolah akan dilengkapi papan interaktif digital dan perangkat laptop yang terhubung internet.

Seragam khusus juga disediakan bagi siswa, guru, serta wali asrama.

Untuk tahap awal, sekolah rintisan masih memanfaatkan gedung milik pemerintah pusat dan daerah.

Baca Juga: ‎Sedang Tayang di Bioskop, Ini Sinopsis dan Nama Pemain Film Horor Malam 3 Yasinan, Dibintangi Shalom Razade

Fasilitas Balai Latihan Kerja Kementerian Ketenagakerjaan turut digunakan sebagai lokasi sementara.

Ke depan, seluruh aktivitas pendidikan akan dipusatkan di gedung permanen yang dibangun di atas lahan milik pemda.

Model ini diharapkan memperkuat kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah.

Bagi banyak keluarga miskin, Sekolah Rakyat menjadi harapan baru untuk masa depan anak-anak mereka.

Akses pendidikan gratis yang berkualitas kini bukan lagi mimpi yang sulit digapai.

Dengan persiapan yang terus dimatangkan, pemerintah optimistis program ini akan menjadi tonggak penting reformasi sosial.

Tahun ajaran 2026 pun diharapkan menjadi awal babak baru bagi ribuan siswa di seluruh penjuru negeri.***

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.