Banten

Arus Libur Natal Padati Yogyakarta Lebih dari Dua Juta Kendaraan Melintas hingga Akhir Desember

Moehamad Dheny Permana | 26 Desember 2025, 05:10 WIB
Arus Libur Natal Padati Yogyakarta Lebih dari Dua Juta Kendaraan Melintas hingga Akhir Desember

Akurat Banten - Dinas Perhubungan Daerah Istimewa Yogyakarta mencatat lonjakan signifikan mobilitas kendaraan selama periode libur Natal dengan total pergerakan keluar dan masuk wilayah DIY menembus angka dua juta unit.

Akumulasi tersebut berasal dari lebih dari 1,1 juta kendaraan yang memasuki DIY dan sekitar 1,04 juta kendaraan yang meninggalkan wilayah ini dalam kurun waktu yang sama.

Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub DIY Rizki Budi Utomo mengatakan peningkatan volume kendaraan mulai terasa sejak siang hari dan terus berlanjut hingga malam.

“Pergerakan lalu lintas mulai naik sejak siang, kemudian semakin padat pada sore sampai malam hari,” ujar Rizki.

Data pergerakan kendaraan itu dihimpun dari 10 titik pos pantau strategis yang tersebar di berbagai pintu masuk dan jalur utama DIY.

Baca Juga: Agak Laen 2 Cetak Rekor Baru dan Salip Film Pertama dalam Waktu Kurang dari Sebulan

Titik-titik pemantauan tersebut meliputi Gerbang Samudra Raksa Kalibawang di Kulon Progo, Temon PJR, Temon Congot jalur Daendels, Krasak Tempel, Kikis Joholangan, Prambanan, Gedangsari, dua titik di Semin, serta Rongkop di Gunungkidul.

Selain kendaraan pribadi, lonjakan mobilitas juga terlihat dari pergerakan penumpang angkutan umum, khususnya moda kereta api.

Dishub DIY mencatat jumlah penumpang yang datang melalui stasiun mencapai 21.917 orang, sementara penumpang yang berangkat tercatat sebanyak 21.313 orang.

Rizki menyebut mayoritas kendaraan yang melintas di wilayah DIY selama libur Natal berasal dari luar daerah berdasarkan identifikasi nomor polisi.

“Dari luar DIY, terutama kendaraan roda empat dan bus pariwisata, jumlahnya sudah cukup banyak yang masuk ke Yogyakarta,” kata dia.

Berdasarkan hasil pemantauan lapangan, kepadatan kendaraan paling tinggi terjadi di jalur Prambanan dan Tempel yang menjadi pintu masuk utama dari arah timur dan barat.

Meski tidak termasuk pintu masuk provinsi, kawasan Jembatan Kabanaran di Bantul juga terpantau mengalami kepadatan arus kendaraan.

“Kemarin ada beberapa bus yang berhenti di sana untuk menurunkan penumpang yang ingin berfoto, ditambah aktivitas warga yang berjualan,” ujar Rizki.

Ia menjelaskan pola pergerakan lalu lintas selama masa liburan mengalami pergeseran dibandingkan hari kerja biasa.

Ketiadaan aktivitas sekolah membuat kepadatan lalu lintas pagi hari relatif berkurang dan bergeser ke rentang waktu siang hingga malam.

Kondisi ini menjadi perhatian Dishub DIY dalam mengatur strategi pengendalian lalu lintas agar tidak terjadi kemacetan berkepanjangan.

Baca Juga: EKSKLUSIF! Rekomendasi Destinasi Wisata untuk Perayaan Tahun Baru 2026 Bersama Keluarga

Salah satu langkah yang dilakukan adalah penyesuaian durasi lampu lalu lintas atau Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas berdasarkan kondisi riil di lapangan.

Pengaturan tersebut dilakukan melalui pemantauan intensif dari ruang Area Traffic Control System yang beroperasi selama 24 jam.

“Petugas di ruang ATCS sudah memahami polanya, sehingga mulai pukul dua siang hingga malam, pengaturan APILL langsung disesuaikan,” kata Rizki.

Dishub DIY memastikan pengendalian arus lalu lintas akan terus dilakukan secara dinamis selama puncak libur Natal dan Tahun Baru.

Upaya tersebut diharapkan dapat menjaga kelancaran mobilitas masyarakat sekaligus mendukung kenyamanan wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta.***

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.