Banten

Optimisme Menkeu Purbaya: IHSG Diprediksi Tembus 9.000, Menuju Era Emas Pasar Modal Indonesia

Moehamad Dheny Permana | 29 Oktober 2025, 14:47 WIB
Optimisme Menkeu Purbaya: IHSG Diprediksi Tembus 9.000, Menuju Era Emas Pasar Modal Indonesia

Akurat Banten - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyuarakan keyakinan kuat bahwa pasar modal Indonesia akan menorehkan sejarah baru pada akhir 2025.

Dalam forum bergengsi “Sarasehan 100 Ekonom Indonesia” di Jakarta, Purbaya mengungkapkan pandangannya yang memicu semangat investor.

“Akhir tahun ini, saya melihat Indeks Harga Saham Gabungan bisa mencapai 9.000. Sepuluh tahun ke depan? Bisa 32.000,” ujar Purbaya.

Ia menjelaskan, proyeksi tersebut bukan sekadar spekulasi, melainkan hasil analisis mendalam berdasarkan data historis selama dua setengah dekade terakhir.

Menurutnya, tren pertumbuhan pasar saham menunjukkan bahwa indeks mampu meningkat empat hingga lima kali lipat dalam satu siklus ekonomi penuh.

“Jadi, ini bukan ramalan tanpa dasar, bukan pula hasil meditasi. Ini hitungan ekonomi dengan rumus yang jelas,” tegasnya.

Baca Juga: Nikita Mirzani Divonis Empat Tahun Penjara, Hakim Sebut Tak Jujur dan Sudah Pernah Dihukum

Optimisme Purbaya bukan tanpa alasan.

Ia melihat performa IHSG yang tetap tangguh di kisaran 8.000 poin, meski banyak prediksi sebelumnya menyebutkan indeks bakal terkoreksi tajam.

Fakta itu, kata dia, membuktikan daya tahan ekonomi nasional serta kepercayaan investor terhadap arah kebijakan pemerintah.

“Investor mengikuti dengan seksama setiap kebijakan fiskal yang kami ambil. Mereka tahu, arah kebijakan ekonomi kita masih solid,” katanya.

Purbaya juga mengaku terus berupaya menularkan semangat positif di kalangan pelaku pasar.

“Kalau saya bilang, indeks to the moon. Itu bukan hanya ungkapan, tapi bentuk dorongan untuk menjaga optimisme,” ujarnya.

Meski demikian, pada hari yang sama, IHSG tercatat mengalami pelemahan tipis.

Indeks turun 24,52 poin atau 0,30 persen dan berakhir di level 8.092,63.

Sementara itu, indeks LQ45, yang berisi saham-saham unggulan, terkoreksi 0,23 persen ke posisi 822,61.

Pergerakan IHSG yang sempat dibuka menguat pagi hari akhirnya berbalik arah hingga perdagangan ditutup di zona merah.

Sektor properti menjadi bintang dengan kenaikan tertinggi sebesar 3,28 persen, disusul sektor kesehatan dan teknologi yang masing-masing naik 2,65 persen dan 1,65 persen.

Namun, tujuh sektor lain justru melemah, dengan sektor industri turun paling dalam sebesar 1,00 persen, diikuti sektor barang konsumsi primer dan keuangan yang masing-masing terkoreksi 0,89 persen dan 0,69 persen.

Dari sisi global, investor masih mencermati pertemuan antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi, yang dinilai dapat memengaruhi arah kebijakan ekonomi dunia.

Sementara dari dalam negeri, turunnya harga emas menjadi faktor yang mendorong aksi ambil untung pada saham-saham berbasis komoditas.

Beberapa saham berkapitalisasi besar juga turut melemah, memberikan tekanan tambahan pada indeks.

Baca Juga: BANJIR LUMPUHKAN SEMARANG! Jadwal Kereta Dibatalkan, KAI Jamin Tiket Penumpang Dikembalikan 100 Persen

Meski demikian, Purbaya tetap yakin bahwa koreksi ini hanyalah bagian dari dinamika jangka pendek yang justru membuka peluang baru bagi investor untuk masuk ke pasar.

“Pasar saham itu seperti gelombang. Kadang naik, kadang turun, tapi arahnya tetap ke atas dalam jangka panjang,” tutupnya.

Prediksi berani sang Menteri Keuangan ini menjadi suntikan semangat bagi pelaku pasar yang berharap 2025 akan menjadi tahun kebangkitan baru bagi pasar modal Indonesia.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.