Presiden Tegaskan TNI-Polri Harus Bertindak Tegas, Publik Diminta Tenang Hadapi Aksi Rusuh

Akurat Banten - Presiden Prabowo Subianto kembali menekankan pentingnya kehadiran negara dalam menjaga keamanan setelah maraknya aksi massa yang berujung anarkis di sejumlah daerah.
Dalam pertemuan dengan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto di kediamannya, Bojongkoneng, Bogor, Kepala Negara meminta aparat tidak ragu menindak tegas pelaku kerusuhan.
“Arahan Presiden jelas, untuk tindakan anarkis TNI dan Polri diminta mengambil langkah tegas sesuai ketentuan hukum,” ungkap Kapolri.
Instruksi ini muncul setelah dalam dua hari terakhir beberapa aksi unjuk rasa berubah menjadi kerusuhan.
Sejumlah fasilitas umum dilaporkan rusak, bahkan ada insiden pembakaran gedung dan penyerangan pos keamanan.
Kondisi itu, kata Kapolri, sudah jauh dari konteks penyampaian aspirasi masyarakat.
“Kalau sudah merusak, membakar, dan menyerang, itu bukan lagi demonstrasi, melainkan tindak pidana,” tegasnya.
Aparat keamanan pun segera menyiapkan langkah konkret di lapangan untuk memulihkan rasa aman masyarakat.
Baca Juga: OPINI: MPUI Indonesia dan Tokoh Bangsa Mengingatkan Prabowo Melalui Deklarasi Jakarta 2025
Menurut Kapolri, keresahan publik mulai meningkat karena sebagian warga merasa khawatir aksi serupa bisa meluas.
“Oleh karena itu, TNI-Polri akan segera turun tangan untuk mengembalikan ketenangan,” tambahnya.
Meski begitu, ia menekankan penindakan dilakukan secara terukur dan profesional agar tetap sesuai koridor hukum.
“Semua tindakan aparat dilakukan demi melindungi masyarakat luas sekaligus menjaga stabilitas negara,” ujarnya.
Sementara itu, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto mengingatkan masyarakat agar tidak gampang terprovokasi isu maupun ajakan yang memancing kericuhan.
Menurutnya, setiap persoalan harus diselesaikan lewat jalur hukum dan musyawarah, bukan dengan aksi kekerasan.
“Mari kita jaga kedamaian. Kalau ada masalah, bicarakan dan cari solusi sesuai aturan yang berlaku,” ucap Panglima TNI.
Pesan tersebut sekaligus menjadi peringatan agar publik lebih bijak dalam menyalurkan aspirasi.
TNI dan Polri memastikan langkah keamanan tetap mengedepankan kepentingan masyarakat.
Di sisi lain, pemerintah menggarisbawahi bahwa hak menyampaikan pendapat di muka umum tetap dijamin.
Namun, ketika kebebasan itu berubah menjadi tindakan perusakan, negara wajib hadir melindungi rakyat dari ancaman kekacauan.
Situasi terkini membuat perhatian pemerintah tersentral pada langkah pencegahan agar kerusuhan tidak meluas ke daerah lain.
Dengan perintah langsung Presiden, aparat dipastikan bergerak cepat meredam potensi konflik sekaligus memberi jaminan rasa aman bagi masyarakat.
Pesan utamanya jelas: kebebasan berpendapat harus berjalan beriringan dengan ketertiban publik.
Prabowo melalui aparat keamanan ingin memastikan negara tetap berdiri kokoh di atas hukum, bukan pada kekacauan.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Pilpres 2029 Berpotensi Hanya Dua Pasangan, Bagaimana Nasib Dedi Mulyadi? Ini Skenarionya
- 2Besok Jadi Sorotan! BEM UI Siapkan Demo 2 Tahun Prabowo-Gibran, Tugu Tani hingga Tugu Proklamasi Disorot
- 3Lionel Messi Bikin Rekor Gila di MLS! Cetak 2 Gol, Pelatih Inter Miami Sampai Menyebutnya Alien
- 4Bukan MU atau Arsenal, 2 Klub Ini Kuasai Rekor Kemenangan Beruntun Premier League!
- 5Kabar Terbaru MBG! Siswa Boleh Tambah Makan, Sistem Prasmanan Diuji di 10 Provinsi
- 6Wendi Cagur Bikin Geger! Akun Medsos Diduga Dibatasi Usai Suarakan Karhutla, 5 Figur Publik Ikut Disorot
- 7Analisis Roy Suryo dan Dokter Tifa soal Dokumen Ijazah Jokowi Jadi Sorotan, Apa Fakta Hukumnya?
- 8Vietnam Mulai Ketar-ketir! Timnas Indonesia Segera Punya Senjata Baru, Taisei Marukawa Tinggal 2 Tahap
- 9PSG Hancurkan Rekor Sempurna Barcelona, Respons Hansi Flick Justru Bikin Publik Heran!
- 10Vietnam Mulai Ketar-ketir! Timnas Indonesia Segera Punya Senjata Baru, Taisei Marukawa Tinggal 2 Tahap









