Banten

Kobaran Sumur Minyak Ilegal di Blora Masih Membara, Tim Gabungan Terus Berjuang Padamkan Api

Moehamad Dheny Permana | 19 Agustus 2025, 13:02 WIB
Kobaran Sumur Minyak Ilegal di Blora Masih Membara, Tim Gabungan Terus Berjuang Padamkan Api

Akurat Banten - Kebakaran sumur minyak ilegal di Dukuh Gendono, Desa Gandu, Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, masih menyisakan kepanikan.

Tim Pertamina EP Field Cepu ikut terjun ke lokasi untuk membantu upaya pemadaman, meski kondisi sumur yang dibangun secara ilegal tanpa kepala sumur standar membuat proses sangat sulit.

Superintendent HSSE Pertamina EP Field Cepu, Indra Firmanuddin, mengatakan, “Kami melakukan pendinginan di area sekitar karena panasnya api mengancam pemukiman dan lahan pertanian warga.”

Langkah berikutnya, menurut Indra, adalah menutup titik api dengan tanah untuk memutus rantai segitiga api dan mengurangi suplai oksigen.

“Karena sumur ini tidak standar dan tidak ada peralatan memadai, opsi terbaik adalah menutup titik api dengan media tanah,” jelasnya.

Selain itu, tim Pertamina menyiapkan strategi pendinginan lanjutan untuk memastikan keselamatan petugas yang bekerja di area terdampak.

Indra menambahkan, “Kami berharap kadar gas dapat dieliminasi agar api segera padam dan tidak menyebar.”

Baca Juga: Investasi Leher ke Atas, Strategi Cerdas untuk Menumbuhkan Kekayaan

Kebakaran telah menelan korban jiwa tiga warga setempat, sementara beberapa lainnya mengalami luka bakar dan kini dirawat di rumah sakit.

Sekitar 50 kepala keluarga juga terpaksa mengungsi akibat rumah mereka terdampak kobaran api.

Menanggapi situasi ini, PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Blora langsung memadamkan aliran listrik di kawasan terdampak sejak Minggu siang untuk mencegah korsleting dan percikan listrik yang bisa memperparah kebakaran.

Manajer PLN ULP Blora, Wardoyo, menegaskan, “Keselamatan warga menjadi prioritas utama. Pemadaman listrik dilakukan untuk mencegah percikan yang bisa memperluas kebakaran.”

Saat ini, hanya dua trafo yang masih padam, dengan sekitar 65 rumah terdampak gangguan listrik.

Wardoyo menambahkan bahwa tim PLN terus melakukan mitigasi dan memulihkan pasokan secepat mungkin.

“Petugas memotong jumper TM untuk meminimalisir gangguan, meski sebagian pelanggan masih belum dialiri listrik,” ujarnya.

Akibat kebakaran, setidaknya lima rumah mengalami kerusakan dari ringan hingga berat, dan lebih dari 50 kepala keluarga harus mengungsi ke rumah kerabat demi keselamatan.

PLN memastikan aliran listrik baru akan dinyalakan kembali setelah kondisi dinyatakan aman oleh petugas pemadam dan aparat terkait.

Baca Juga: Indosat Gelar Perayaan Kemerdekaan ke-80 RI, Fokus Pemberdayaan Digital Masyarakat

Hingga Senin siang, api masih terlihat membara.

Tim gabungan pemadam kebakaran, aparat keamanan, dan Pertamina terus melakukan pendinginan dan upaya menjinakkan kobaran api agar tidak menyebar ke pemukiman lain.

Situasi ini menjadi pengingat keras mengenai risiko dari aktivitas pengeboran minyak ilegal yang tidak memiliki standar keselamatan, sekaligus menunjukkan pentingnya koordinasi cepat antara berbagai pihak demi perlindungan warga dan lingkungan sekitar.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.