Fakta Menarik Kakak Beradik Di Ciputat, Tangsel, Jual Ginjal Demi Bebaskan Ibu dari Penjara

AKURAT BANTEN-Fakta Menarik Kakak Beradik Di Ciputat, Tangsel, Jual Ginjal Demi Bebaskan Ibu dari Penjara
Kisah mengharukan dua remaja kakak beradik di Ciputat, Tangerang Selatan, menggemparkan media sosial. FMP (19) dan NR (16) dengan polosnya mengampanyekan diri untuk menjual organ ginjal mereka.
Alasan di balik aksi nekat ini sungguh memilukan: mereka ingin membebaskan ibu kandung mereka, Yani, yang ditahan di Polres Tangerang Selatan.
Baca Juga: Sejarah Idul Fitri di Masa Penjajahan, Kisah Menarik dan Penuh Makna
Kronologi Kejadian:
Awal mula, Yani diminta tolong oleh kerabatnya, NY, seorang pramugari maskapai asing, untuk mengurus rumah tinggal di Ciputat.
Sebagai imbalan, Yani dijanjikan sejumlah uang dan diberi sebuah telepon genggam.
Namun, Yani merasa tertekan karena NY kerap memotong jatah bulanannya secara sepihak, hingga akhirnya ia memutuskan komunikasi.
Baca Juga: 6 Amalan Rahasia Idul Fitri 2025: Raih Berkah Maksimal Menurut Buya Yahya!
Laporan Penggelapan
NY melaporkan Yani atas dugaan penggelapan ke Polsek Ciputat Timur.
Setelah melalui penyelidikan, polisi menetapkan Yani sebagai tersangka dan menahannya sejak 19 Maret 2025.
Yani di jerat dengan pasal 372 KUHP tentang penggelapan.
Baca Juga: 6 Amalan Rahasia Idul Fitri 2025: Raih Berkah Maksimal Menurut Buya Yahya!
Aksi Nekat Kakak Beradik:
Dengan membawa karton bertuliskan "jual ginjal agar ibu bisa merayakan Idulfitri di rumah," FMP dan NR berusaha mencari perhatian publik.
Aksi ini dilakukan karena rasa sayang mereka yang sangat besar kepada ibunya.
Mediasi dan Penangguhan Penahanan
Pihak kepolisian telah berusaha untuk melakukan mediasi antara pelapor dan terlapor.
Pelapor meminta agar barang miliknya yang berada di tangan terlapor untuk di kembalikan.
Pihak kepolisian akhirnya melakukan penangguhan penahanan kepada terlapor.
Baca Juga: Cara Cabai Berbuah Banyak Cukup Digoyangkan Pohonnya, Kunci Hemat saat Harga Cabai Mahal
Fakta-fakta Menarik
Pelapor dan terlapor berasal dari keluarga berada.
Kedua belah pihak bersikeras menggunakan pengacara dan menolak berdamai.
Konflik bermula dari masalah kepercayaan dalam pengelolaan rumah dan keuangan.
Aksi penjualan ginjal yang di lakukan oleh kedua anak tersebut, di lakukan karena rasa sayang terhadap ibunya.
Baca Juga: Cara Edit Efek Velocity TikTok untuk Pemula, Dijamin Langsung FYP TikTok
Kisah ini memicu simpati dan keprihatinan luas dari masyarakat.
Banyak yang mempertanyakan proses hukum dan mencari solusi terbaik untuk keluarga ini.
Kasus ini sampai ke DPR dan di lakukan rapat khusus untuk membahas kasus ini (**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Geger! Survei SMRC Ungkap Skor Kepemimpinan Tokoh Nasional, Mahfud MD di Puncak, Gibran Terbawah
- 2Mahfud MD Soroti OTT KPK di BNPB, Dana Bencana Diduga Bermasalah saat Warga Butuh Bantuan
- 3Tiga Hari Lagi! Wajib Halal Berlaku 18 Oktober 2026, Ini Daftar Produk yang Harus Punya Sertifikat
- 4Singgung Asap dan Oksigen, Syahganda Dikritik Pejabat Malaysia! Indonesia Didesak Minta Maaf
- 5Bikin Bangga! Persib Menang atas The Cong-Viettel, Liga Indonesia Kini Tembus 16 Besar Asia
- 6Juventus Tak Terima Kalah dari Cristiano Ronaldo! Kasus Gaji Rp190 Miliar Kini Dibawa ke Pengadilan Tertinggi Italia
- 7Lille Dihajar Arsenal 0-3, tapi Calvin Verdonk Ukir Rekor Bersejarah untuk Indonesia di Liga Champions!
- 8Tangsel Rapi, DPUPR Banten Mulai Bersihkan Kabel Internet Semrawut di Jalan Aria Putra
- 9Mbappe Ukir Sejarah saat Real Madrid Comeback 4-3! Rekor Messi Resmi Terlewati, Golnya Tambah Catatan Gila
- 10Real Madrid Menang Dramatis di Markas Roma, Mourinho Malah Tak Mau Selebrasi: Alasannya Bikin Haru!





