Banten

Demo Ratusan Warga Green Lake City Tangerang Geruduk Kantor Pengelola, Terkait Parkir Berbayar

Noudhy Valdryno | 19 Maret 2025, 13:53 WIB
Demo Ratusan Warga Green Lake City Tangerang Geruduk Kantor Pengelola, Terkait Parkir Berbayar

 

AKURAT BANTEN - Ratusan warga Green Lake City melanjutkan aksi penolakan adanya rencana parkir ruko berbayar developer member Agung Sedayu Group, yang akan diterapkan di seluruh kawasan pertokoan. 

Siang ini, dari hasil pantauan dari sosial media Instagram @Info Greenlakecity, massa aksi gabungan dari para warga perumahan serta pemilik ruko di kawasan Green Lake City itu turun ke jalan untuk menyuarakan satu tuntutan penolakan parkir berbayar yang dianggap merugikan.

Dalam aksinya, para massa berkonvoi menggunakan kendaraan roda dua serta mobil komando sambil membentangkan banner berwarna merah bertuliskan SELURUH WARGA RUKO GREEN LAKE CITY MENOLAK PARKIR BERBAYAR”. 

Baca Juga: Dua Anggotanya Diduga Jadi Pelaku Penembakan 3 Polisi, TNI Komitmen Lakukan Investigasi Transparan dan Proses Hukum Sesuai

Diberitakan sebelumnya, para warga ruko di kawasan Green Lake City yang berada di dua wilayah administrasi, yaitu Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang dan Kecamatan Kosambi, Jakarta Barat keberatan dengan adanya rencana parkir berbayar pada 19 Maret 2025.

Penolakan itu pun, diungkapkan oleh para warga dengan membentangkan banner besar yang terlihat di setiap cluster. Seperti di kawasan CBD, Eropa, dan Greatwall. Banner merah bertulisan “SELURUH WARGA RUKO GREEN LAKE CITY MENOLAK PARKIR BERBAYAR” itu banyak ditemui terpasang di atas dinding ruko.

Seperti dikatakan oleh Rahman, seorang pekerja di Greatwall Blok C. Menurutnya, pemasangan banner penolakan parkir berbayar itu merupakan inisiatif dari seluruh owner, serta pekerja yang berkendara.

Baca Juga: Starlink Ditinggalkan, Banyak yang Memutuskan untuk Memboikot Kerajaan Bisnis Elon Musk

“Kita ini kerja ekspedisi sering bolak balik, ya. Apalagi kita punya empat truk. Kadang motor kita sampai seminggu di sini. Lalu kalau berbayar, pasti ada pengeluaran lebih setiap bulannya,” ujar Rahman yang sedang ngabuburit bersama rekan kerjanya di depan ruko mereka kerja, Selasa (18/3/2025)

Rahman mengaku, selama kurang lebih dua tahun ia bekerja di ruko kawasan Green Lake City, baru kali ini ada rencana parkir berbayar yang dianggap merugikan perusahaan serta para pekerja. “Aksi penolakan ini sudah tiga hari ini. Mungkin sosialisasi dari group Whatsapp para owner, dan semuanya menolak,” kata Rahman.   

Keluhan senada juga diungkapkan oleh seorang karyawan di ruko CBD Green Lake City, Mutia. Menurutnya, dengan adanya penerapan parkir berbayar pastinya akan merugikan perusahaan, pekerja serta para pengunjung. 

Baca Juga: Jelang Laga Krusial, Media Australia Sebut Timnas Indonesia Sebagai Raksasa yang Tertidur di Asia

“Selain kita pasti harus membayar member, belum diterapkan parkir berbayar saja, customer banyak ragu atau bolak balik. Mereka mikir masuk ke area ruko ini bayar atau tidak,” ungkapnya.

Selain itu, penolakan dari seluruh para owner yang menggunakan fasilitas ruko di mana tempat mereka berbisnis dianggap memberatkan dengan keberadaan kendaraan operasional yang lebih dari satu unit.      

“Sosialisasi sih sudah, tapi semuanya menolak. Karena yang dapat fasilitas free parking ketika nanti parkir berbayar diterapkan, hanya free untuk satu mobil dan dua motor. Sedangkan armada di sini ada tiga, dan bos satu. Belum lagi para pengunjung,” terangnya. 

Baca Juga: Dua Anggotanya Diduga Jadi Pelaku Penembakan 3 Polisi, TNI Komitmen Lakukan Investigasi Transparan dan Proses Hukum Sesuai

Sementara, salah satu petugas keamanan sekitar enggan memberikan komentar. “Langsung saja ke kantor nanyanya,” ucapnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.