Banten

Diduga Diajak Boxing Teman Sekolahnya, Siswa SD Jalani Operasi Usus Buntun Karena Tidak Melawan

Irsyad Mohammad | 5 November 2024, 19:03 WIB
Diduga Diajak Boxing Teman Sekolahnya, Siswa SD Jalani Operasi Usus Buntun Karena Tidak Melawan

AKURAT BANTEN - Muhamad Akbar Al Faruq salah satu siswa Sekolah Dasar di Pematang Warung, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang menjadi korban bullying temana sebayanya. Selasa (5/11/24).

Dia harus menjalankan operasi lantaran usus buntunya yang pecah karena aksi kekerasan di lingkungan sekolahnya.

Kata Abdul Rozak Akbar kerap dipukuli temannya dan aksi tersebut berlangsung selama tiga hari berturut-turut sejak 30 Oktober hingga 1 November 2024.

"Dipukul dibagian perut sama temannya, tapi akbar tidak melawan," ungkap Abdul Rozak kerabat Akbar kepada Akurat Banten.

Baca Juga: Ketum Relawan Projo dan Mantan Menkominfo Budi Arie Menghindar Ditanya Belasan Mantan Pegawainya di Komdigi Bekingi Judi Online

Rozak menceritakan, aksi bullying itu dilakukan temannya pada saat jam istirahat di lingkungan sekolah.

Akbar kerap diajak bermain boxing oleh temannya tersebut tetapi ajakan itu selalu ditolak olehnya.

"Suka diajakin boxing tapi akbar nolak terus, yang ngajaknya satu orang," cetusnya.

Dampak dari pemukulan tersebut perut Akbar dibagian kanan mengalami pembengkakan.

Baca Juga: Perdagangan Orang Marak Melintas Di Bandara Soetta, 3 Orang Diringkus Polisi

"Pas malam sabtu akbar meringis kesakitan," cetusnya

Saat dilakukan pemeriksaan kata Abdul Rozak, usus buntu Akbar sudah pecah dan kondisinya sudah memprihatinkan.

Lebih lanjut kata Rozak, Akbar kini menjalani operasi usus buntu di RSKM Cilegon.

"Kalau kata dokter, usus buntunya pecah, kondisinya udah parah, makanya perutnya bengkak dibagian kanan," jelasnya.

Baca Juga: Bapenda Lanjutkan Relaksasi dengan Memberikan Penghapusan Sanksi Administratif bagi Wajib Pajak

Kini, Rozak berharap pohak sekolah dapat menyelesaikan permasalahan tersebut lantaran aksi bullying itunterjadi dilingkungan sekolah.

"Ini harus ada pemulihan untuk korban baik secara psikis maupun fisik, pihak sekolah harus bisa memediasi orang tua korban dan orang tua pelaku, upaya penyelitu harus dilakukan untu pemulihan akbar," ungkapnya.

Karena kejadian tersebut Rozak meminta, pihak sekolah lebih teliti dan melakukan upaya-upaya pencegahan agar tidak lagi terjadi aksi serupa.

"Bagaimana pun bullying harus ditiadakan, pihak sekolah harus melakukan antisipasi dan pencegahan, jangan terkesan mewajarkan," tukasnya.

Baca Juga: Bawa Lutung dan Burung dari Jatinegara, WNA India Ditangkap di Bandara Soetta

Sementara itu, Kepala Bidang SD pada Dindikbud Kabupaten Serang Janjusi mengungkapkan masih melakukan penelusuran terkait dugaan bullying yang terjadi di SDN Pematang Warung, Kecamatan Cinangka.

Ia mengaku harus terlebih dahulu mendalami informasi yang masuk agar tidak salah dalam menentukan keputusan.  

"Kita liat nanti kejadiannya seperti apa, kita masih telusuri. Kondisinya seperti apa, kejadiannya seperti apa, akan kita tindaklanjuti," ujarnya.

Janjusi mengaku, sudah melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah untuk mengantisipasi agar tidak terjadi bullying di sekolah-sekolah. 

Baca Juga: Dipecat Gegara Langgar Etik, Prabowo Gantikan Hasyim Asyari, Melantik Iffa Rosita sebagai Komisioner KPU

"Kita sudah berikan sosialisasi baik ke sekolah ataupun ke kepala sekolah ataupun ke guru. Cuman memang sering kali kondisi di sekolah diluar kontrol," tukasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.