Banten

Biabad! Pelajar di Kaltim Bunuh Satu Keluarga dengan Parang, Lalu Perkosa 2 Mayat Berlumuran Darah

Mitha Theana | 7 Februari 2024, 20:54 WIB
Biabad! Pelajar di Kaltim Bunuh Satu Keluarga dengan Parang, Lalu Perkosa 2 Mayat Berlumuran Darah

AKURAT BANTEN - Pembunuhan sadis satu keluarga di Panajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur (Kaltim), membuat heboh. 

Bagaimana tidak, selain karena pelakunya masih di bawah umur, perbuatannya juga sungguh biadab. 

Pelaku yang diketahui masih berstatus pelajar di sebuah SMK ini, tega membunuh satu keluarga yang terdiri dari 5 jiwa. 

Baca Juga: RUU Desa Disetujui Pemerintah dan DPR, Dana Desa Tak Lagi Mampir di Kasda Kabupaten

Dengan membabi-buta, dia membacok seluruh anggota keluarga itu dengan parang hingga tewas. 

Tidak hanya itu, pelaku bahkan mengaku memperkosa dua mayat yang telah bersimbah darah tersebut. 

Kapolres PPU, AKBP Supriyanto mengatakan, kasus pembunuhan itu terjadi di lingkungan RT018, Desa Babulu Laut, Kecamatan Babulu.

Peristiwa yang terjadi pada Selasa (6/2/2024) itu kontan langsung menghebohkan warga Panajam Paser Utara (PPU).

Dikatakan, pelaku berinisial JND, masih tercatat sebagai pelajar SMK. 

Baca Juga: Raja Timah Aon di Bangka Belitung Ditetapkan Tersangka Korupsi IUP PT Timah

"Korbannya ada lima, terdiri dari ayah Waluyo (35), ibu Sri Winarsih (34), dan tiga anaknya, yakni VDS (11), ZAA (3), dan RJS (15)," katanya, kepada wartawan, Rabu (7/2/2024). 

Dalam pemeriksaan terungkap, diketahui motif pelaku membunuh satu keluarga itu karena kesal cintanya diputus oleh RJS.

"Jadi pelaku pernah punya hubungan asmara dengan RJS," jelasnya.

Setelah seluruh korban meninggal, pelaku memperkosa mayat RJS dan ibunya. Pelaku juga sempat mengambil ponsel dan uang tunai milik korban sebesar Rp300 ribu dan akhirnya pergi.

"Dari keterangan pelaku, setelah melakukan pembunuhan, dia melakukan pemerkosaan terhadap ibu dan anaknya," sambungnya.

Tidak hanya itu, pelaku juga telah merencanakan aksi jahatnya. Hal ini terbukti setelah pembunuhan itu, dia pulang ke rumah.

Baca Juga: Link Live Streaming IRAN Vs QATAR Piala Asia 2023 Nonton Mudah Dan Gratis!

"Ya, jadi setelah melakukan aksi sadis itu JND pulang ke rumah untuk berganti baju, lalu mengajak kakaknya untuk melaporkan adanya pembunuhan ke Ketua RT setempat," terangnya.

Dengan mengajak kakaknya dan melapor ke Ketua RT, pelaku hendak membuat alibi, bahwa bukan dirinya yang melakukan pembunuhan.

"Tersangka mengajak kakaknya ke Pak RT untuk melapor terkait adanya kasus pembunuhan ini. Ia beralibi kalau pelakunya bukan dia. Tetapi dalam pemeriksaan alibi itu berhasil dibongkar," jelasnya.

Saat ini, pelaku masih menjalani pemeriksaan petugas kepolisian.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.