AKURAT BANTEN - Film 13 Bom di Jakarta merupakan film action yang saat ini sedang tayang di bioskop. Film ini berdasarkan kisah nyata yang terinspirasi dari kasus terorisme yang melibatkan crypto exchanges Indodax pada tahun 2015.
Beberapa Tim Siber Polri pun menanggapi bagaimana pesan dari film ini, setelah menonton di bioskop.
Kompol Hariman, Penyidik Dittipidsiber Bareskrim mengomentari film tersebut dikemas dengan baik sebagai edukasi dan memperkenalkan apa itu Bitcoin, apa kripto.
“Sebenarnya, saya bukan pengamat film. Tapi, filmnya seru dan tidak gampang ditebak. Bagus banget untuk edukasi masyarakat,” katanya dalam keterangan di Jakarta, yang dikutip pada Minggu (21/4/2024).
Dia menceritakan bagaimana Indodax selaku exchanges membantu penyidik dalam memberikan data pelaku, seperti memberikan IP Address dan lain-lain.
Dengan adanya film tersebut, dia berharap agar exchanges lain dapat mempermudah pihak kepolisian dalam mengusut kejahatan kripto.
“Selama Ini, ini yang dilakukan oleh Indodax. Kita berharap exchanges lain dapat membantu kita dalam memberantas dan menangani kasus kejahatan kripto,” jelasnya.
- Baca Juga: Tegak Lurus, Golkar Kabupaten Serang Akan Kawal Suara Prabowo-Gibran di 4250 TPS
- Baca Juga: Dampak Dari Flaring, Walikota Cilegon Minta PT CAP Hentikan Oprasi Sementara
- Baca Juga: Unggah Permohonan Maaf PT Chandra Asri, Instagram Wali Kota Cilegon Dirujak Netizen
Kompol Grawas Sugianto, Kanit 5 Subdit Siber Polda Metro Jaya juga mengomentari, film ini memang baik untuk mengedukasi masyarakat tentang kejahatan yang menggunakan aset kripto. Apalagi kripto saat ini sedang booming dan menjadi salah satu investasi yang menarik.
“Saya kenal Pak Oscar (CEO Indodax) semenjak harga Bitcoin Rp3 juta. Sekarang, harganya Rp600 juta. Semakin booming, semakin mahal dan semakin sering digunakan, sehingga menimbulkan tindak kejahatan yang lain,” katanya.
Salah satunya adalah investasi bodong yang menggunakan aset kripto. Dia berharap, agar masyarakat sudah memahami dengan bijaksana dalam menggunakan aset kripto.
“Think before click! Itu yang selalu kami sampaikan. Supaya tidak menjadi korban kejahatan investasi bodong,” sambungnya.
Senada, Kepala Unit 4 Subdirektorat 4 Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kompol Seto Handoko Putra mengemukakan, film "13 Bom di Jakarta" memberikan pengenalan tentang kripto dan blokchain lebih luas kepada masyarakat.
"Filmnya keren ya, banyak action, total action, sangat informatif mengenai apa itu Indodax, apa itu bitcoin, pengenalan juga buat masyarakat luas, cocoklah buat ditonton," katanya
Seto juga menjelaskan bahwa kasus penggunaan bitcoin untuk mendukung tindakan terorisme memang belum ada. Tapi, pencucian uang ke bitcoin sudah ada.
"Kalau untuk pencucian uang kita ada pengaduan, tapi terkait untuk bitcoin kami selalu bekerja sama juga dengan Indodax dan teman-teman, kebetulan hubungan cukup baik," tuturnya.
Kepolisian membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat yang ingin melaporkan terkait pencucian uang ataupun bitcoin. Seto juga menambahkan Subdirektorat (Subdit) Siber Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya selalu memberikan imbauan terkait antisipasi bahaya "phising", "malware", maupun "ransomware".
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Mahfud MD Bikin Geger! 'Dicari Sampai Mati Pun Tak Akan Ada Ijazah', Ini Penjelasannya soal Gibran
- 2Anies, Ganjar, dan Mahfud Bakal Masuk Istana? Wacana Pemakzulan Gibran Ikut Jadi Sorotan
- 3Anies Baswedan Disarankan Masuk Kabinet Prabowo, Syahganda Sampai Sebut Posisi Menteri Ini!
- 4Denny Indrayana Soroti Sikap Megawati soal Gibran, PDIP Bakal Bergerak atau Pilih Diam?
- 5Duet Dedi Mulyadi-Purbaya Jadi Sorotan! Syahganda Singgung Pilihan Mengejutkan Purbaya
- 6Mahfud MD Jelaskan Beda Pemakzulan dan Pidana dalam Kasus Gibran, Ini Tahapan Hukumnya!
- 7Nasabah BTN Klaim Dana Rp17 Miliar Bermasalah, Setiap Rp1 Miliar Masuk Saldo Disebut Tersisa Rp100, Ada Apa?
- 8Miris! 21 Tahun Jadi Pemulung, Lansia Ini Tak Tahu Punya Uang Pensiun Rp1,1 Miliar
- 9Anies, Ganjar, dan Mahfud Bakal Masuk Istana? Wacana Pemakzulan Gibran Ikut Jadi Sorotan
- 10Mahfud MD Jelaskan Beda Pemakzulan dan Pidana dalam Kasus Gibran, Ini Tahapan Hukumnya!








