Banten

Diduga Jadi Korban Percobaan Pemerkosaan, RS Didampingi Keluarga Lapor Polisi

Ratu Tiarasari | 20 Desember 2023, 22:07 WIB
Diduga Jadi Korban Percobaan Pemerkosaan, RS Didampingi Keluarga Lapor Polisi

AKURAT BANTEN - Diduga menjadi korban percobaan pemerkosaan, RS perempuan muda berusia 22 tahun didampingi keluarganya melaporkan kejadian yang dialaminya ke Mapolsek Kota Rangkasbitung, Rabu (20/12/2023).

RS, salah seorang pegawai perusahaan waralaba es krim di Kabupaten Lebak, Banten, kepada wartawan mengungkapkan, dugaan percobaan pemerkosaan itu dilakukan oleh seorang lelaki berinisial SJ di wilayah Rangkasbitung, Selasa (19/12/2023). RS mengaku, jika SJ juga masih pegawai di perusahaan yang sama dengan dirinya.

"Awalnya ngehubungin saya ngajak berangkat bareng rapat ke Binuangeun, dia nunggu di Hotel Kharisma. Pas saya datang ke situ, dia emang udah nunggu dan langsung berangkat. SJ orang audit," kata RS, Rabu (20/12/2023).

Baru beberapa kilometer dari hotel tepatnya di wilayah Bojongleles, SJ mengatakan kepada RS bahwa sebenarnya tidak ada tujuan ke Binuangeun. Mendengar itu, RS heran dan menyampaikan ke SJ jika memang tidak jadi, ia akan kembali ke toko untuk bekerja.

"Di situ dia bilang beberapa persoalan di toko yang harus dibenahi, terus dia bilang juga bisa aja tuh besok SP (surat peringatan) turun buat kami. Saya tanya terus gimana? Dia jawab ya harus pakai sistem Cikarang, dan saya jawab jangan lah enggak mau saya kayak gitu," ungkap RS.

SJ kata RS lalu mengajak kembali ke hotel dengan alasan akan memperlihatkan dokumen hasil rapat terkait persoalan toko dan SP untuk RS. SJ sempat menanyakan kepada RS apakah dirinya memberitahukan lokasinya saat ini kepada seseorang.

"Dia sempat tanya saya live location enggak? Nah saya curiga kenapa dia tanya itu, akhirnya saya kirim lokasi saya ke beberapa teman dan minta tolong ikutin, terus jemput kalau saya udah sampai di hotel," ujarnya.

Tiba di hotel yang sama, RS mengatakan kepada SJ bahwa dirinya akan menunggu di lobi hotel saja. Namun, SJ melarang dan meminta RS untuk menunggu di depan kamar. Memang benar jelas RS, SJ mengluarkan surat-surat soal toko, terus RS bilang ya udah enggak apa-apa kalau harus cari kerjaan baru.

"Terus dia nanya ke saya 'Emang kamu yakin mau kayak gini?' Ya saya bilang mau gimana lagi, terus dia ngajak ngobrolnya ke dalam, saya tolak dan bilang enggak mau masuk, saya bilang di sini aja dan saya mau pulang," jelasnya

Kata RS, lelaki tersebut terus berusaha membujuknya agar dirinya mau masuk ke dalam kamar hotel. Namun hal itu ditolak berkali-kali oleh RS hingga akhirnya SJ menarik paksa tangan RS.

"Saya teriak-teriak dan bilang saya enggak mau masuk, di situ dia mulai ngendorin tangannya dan minta ke saya jangan berisik takut didengar orang," tuturnya.

"Pas saya bilang kalau saya sudah dijemput sama teman, baru dia ngelepasin tangan saya. Tapi setelah itu dia nanya lagi ke saya, 'Kamu yakin mau di SP'. Saya jawab iya enggak apa-apa saya mau resign aja cari kerjaan," imbuhnya.

Gunawan orangtua RS menegaskan, tindakan SJ sudah masuk dalam kategori percobaan pemerkosaan. Ia berharap polisi memproses hukum apa yang telah dialami putrinya.

"Ini sudah mengarah ke sana, saya harap persoalan ini bisa diproses sesuai hukum yang berlaku agar ada efek jera bagi dia," tegasnya.

Kanit Reskrim Polsek Rangkasbitung IPDA Herman membenarkan adanya laporan dugaan percobaan pemerkosaan tersebut.

Menurut Herman, dari versi pelapor memang ada dugaan itu, tapi tentu saja pihaknya harus melakukan pemeriksaan terhadap pihak-pihak bersangkutan untuk bahan penyelidikan.

"Nanti dilakukan gelar perkara terlebih dahulu. Sementara itu saja dulu ya, nanti informasi lanjutnya disampaikan," katanya

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.