Telaah Ajaran Ki Hajar Dewantara: Guru Yang Bijak Tidak Akan Melahirkan Pemimpin Yang Tak Berakhlak

AKURAT BANTEN - Mari kita ambil hikmah semangat Hari Guru Nasional dari bapak pendidikan Raden Mas Soewardi Soerjaningrat, yg kita kenal dengan Ki Hajar Dewantara. Saking pentingnya peran beliau sebagai guru maka hari kelahirannya 2 Mei diperingati sebagai hari pendidikan nasional.
Pada 25 November hari guru Nasional berkenaan dengan kongres pertama PGRI. Mereka adalah orang-orang yg terinspirasi dari perjuangan Ki Hajar Dewantara. Beliau mendirikan sekolah formal pertama untuk pribumi yang bernama Sekolah Taman Siswa, Beliau adalah pendiri dan juga berperan sebagai guru di sekolah tersebut, Kemudian dikenal sebagai menteri pengajaran (pendidikan) pertama Indonesia.
Ada 3 perjuangan beliau yang sangat penting bagi peran guru dan pendidikan secara umum:
- Memberikan kesempatan semua lapisan masyarakat (pribumi) untuk mendapatkan pendidikan formal dimana pada saat itu pendidikan formal hanya di adakan dan dimiliki oleh Belanda,Artinya tidak semua pribumi kelas menengah ke bawah bisa bisa diterima.
- Menerapkan konsep pendidikan yg holistik, tidak hanya pada aspek kognitif saja. Tapi mencakup aspek moral, emosional dan fisik.
- Membangun pondasi (prinsip dasar) pendidikan nasional yang dikenal dengan semboyan “ing ngarso sung tulodo, ing madyo mangun karso, tut wuri handayani”. Guru tampil di depan memberi teladan bagi siswa, Guru hadir ditengah memberikan inspirasi bagi siswa, guru di belakang mendorong semangat & mengapresiasi siswa.
Betapa mulianya perjuangan beliau yang selalu mengangkat aspek moral/akhlaq pada pendidikan formal. Dan aspek tersebut sejalan dengan risalah perjuangan Nabi SAW yg diutus untuk memperbaiki akhlaq manusia. Pendidikan belum bisa disebut mendidik jika tidak merubah akhlaq siswa.
Mari dekatkan lagi semangat perjuangan Ki Hajar Dewantara pada gur-guru yang ada di Indonesia, jadikan prinsip tersebut sebagai bentuk karakter wajib guru (culture) dan menjadikan akhlaq sebagai core value sekolah. Betapa agung dan besarnya jasa para guru jika prinsip tersebut benar-benar terlaksana, apalagi di tengah kondisi moral masyarakat yg semakin terpuruk.
Guru di ibaratkan mata air yg terus mengalirkan airnya dan disaat yamg sama terus bertambah sumber airnya, dan tidak pernah habis. Sungguh benar perkataan Nabi dan Rasul kita: sebaik-baiknya kalian adalah guru yang terus belajar artinya, memperbaiki dan meningkatkan kualitas diri dan mengajar dengan memberikan apa yang dimiliki untuk kebaikan orang lain.
- Baca Juga: Banten Internasional Stadium Terbengkalai, Kinerja Pj Gubernur Banten Al Muktabar Mulai Dipertanyakan
- Baca Juga: Wali Kota Tangerang H. Arief R. Wismansyah Menebar 2 Ton Ikan Lele di Bantaran Sungai Cisadane
- Baca Juga: KULINER Penggoyang Lidah Khas 'PONTIANAK' Yang Bikin Jatuh Cinta
Bapak Pendidikan Nasional Ki Hajar Dewantara wafat 64 tahun silam, tepatnya 26 April 1959. Sebagai pahlawan nasional, sosoknya tidak hanya dikenal sebagai salah satu penggerak utama kebangkitan nasional namun meletakkan pondasi pendidikan nasional.
Ki Hajar Dewantara juga dikenal berkat ajaran-ajarannya. Banyak dari ajaran-ajarannya kemudian di implementasikan sebagai landasan kebijakan pendidikan. Dikutip dari buku Ki Hajar Dewantara, berikut adalah 10 ajaran Ki Hajar Dewantara, Antara lain:
1.Lawan sastra ngesti mulya
Dengan ilmu pengetahuan kita menuju kemuliaan. Inilah yang dicita-citakan Ki Hadjar Dewantara dengan Tamansiswanya, untuk kemuliaan bangsa dan rakyat. Semboyan ini menjelaskan maksud tahun berdirinya Perguruan Taman Siswa.
2. Suci tata ngesti tunggal
itu tak mungkin kita masing-masing akan hidup selamat dan bahagia, apabila masyarakat terganggu, tidak tertib dan damai.
Dengan kesucian batin dan teraturnya hidup lahir kita mengejar kesempurnaan atau Kesucian dan ketertiban menuju kesatuan. Ini sebagai janji yang harus dilaksanakan oleh setiap pejuang Tamansiswa. Semboyan ini untuk mengenang tahun berdirinya Persatuan Taman Siswa.
3. Hak diri untuk menuntut salam dan bahagia
Setiap orang mempunyai hak untuk memperoleh kebahagiaan, kesejahteraan lahir dan batin.
4. Salam bahagia diri tidak boleh menyalahi damainya masyarakat
Segala kepentingan bersama harus diletakkan diletakkan di atas kepentingan pribadi masing-masing. Oleh karena itu tak mungkin kita masing-masing akan hidup selamat dan bahagia, apabila masyarakat terganggu, tidak tertib dan damai.
5. Kodrat alam itulah penunjuk untuk hidup sempurna
Jangalah hidup kita bertentangan dengan Kodrat Alam. Petunjuk dalam Kodrat Alam kita jadikan pedoman hidup, baik sebagai individu, sebagai bangsa maupun anggota dari alam kemanusiaan.
6. Alam hidup manusia adalah alam hidup perbulatan
Hidup kita masing-masing ada dalam lingkungan berbagai alam khusus, yang saling berhubungan dan berpengaruh. Alam khusus berarti alam diri, alam kebangsaan, dan alam kemanusiaan. Rasa diri, rasa bangga, dan rasa kemanusiaan senantiasa hidup dalam sanubari kita masing-masing.
7. Kita berhamba kepada sang anak
Kita dengan ikhlas hati dan dan bebas dari ikatan apapun, mendekati sang anak dan mengorbankan diri kepadanya Jangan si murid untuk si guru tetapi si guru untuk si murid.
8. Tetep – antep – mantep
Tetep memilki arti ketetapan hati, tetap pada pendiriannya tidak tergoyahkan oleh pengaruh negatif. Antep memilki arti berat, berbobot, bermutu. Mantep memilki arti mantap, tetap pada pilihannya.
9. Ngandel – kendel – bandel – kandel
Ngandel memilki arti percaya, yakin kepada penguasa Tuhan dan kekuatan diri. Kendel memilki arti berani, menghindarkan rasa takut atau wasangka. Bandel memilki arti tahan, tawakal, hatinya kuat menderita. Kandel atau tebal memilki arti meskipun menderita, tubuhnya kuat.
10. Neng – ning – nung – nang
Neng memilki arti “meneng”, yakni tenteram batinnya. Ning dari kaat “wening” memilki arti jernih pikirannya. Nung dari kata “hanung”memilki arti kuat, sentosa dalam kemauannya, yaitu kokoh dalam segala kekuatannya, lahir dan batin, untuk mencapai apa yang dikehendaki; Nang dari kata “menang” memilki arti berhak atas buah usahanya.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Geger! Survei SMRC Ungkap Skor Kepemimpinan Tokoh Nasional, Mahfud MD di Puncak, Gibran Terbawah
- 2Mahfud MD Soroti OTT KPK di BNPB, Dana Bencana Diduga Bermasalah saat Warga Butuh Bantuan
- 3Tiga Hari Lagi! Wajib Halal Berlaku 18 Oktober 2026, Ini Daftar Produk yang Harus Punya Sertifikat
- 4Singgung Asap dan Oksigen, Syahganda Dikritik Pejabat Malaysia! Indonesia Didesak Minta Maaf
- 5Bikin Bangga! Persib Menang atas The Cong-Viettel, Liga Indonesia Kini Tembus 16 Besar Asia
- 6Juventus Tak Terima Kalah dari Cristiano Ronaldo! Kasus Gaji Rp190 Miliar Kini Dibawa ke Pengadilan Tertinggi Italia
- 7Lille Dihajar Arsenal 0-3, tapi Calvin Verdonk Ukir Rekor Bersejarah untuk Indonesia di Liga Champions!
- 8Tangsel Rapi, DPUPR Banten Mulai Bersihkan Kabel Internet Semrawut di Jalan Aria Putra
- 9Mbappe Ukir Sejarah saat Real Madrid Comeback 4-3! Rekor Messi Resmi Terlewati, Golnya Tambah Catatan Gila
- 10Real Madrid Menang Dramatis di Markas Roma, Mourinho Malah Tak Mau Selebrasi: Alasannya Bikin Haru!









