Banten

Bandung Zoo Kabur dari PKBSI, Pengakuan Mengejutkan Soal Konflik Internal Terkuak

Andi Syafriadi | 9 November 2025, 20:03 WIB
Bandung Zoo Kabur dari PKBSI, Pengakuan Mengejutkan Soal Konflik Internal Terkuak

AKURAT BANTEN - Pengelola Bandung Zoo (Yayasan Margasatwa Tamansari YMT) akhirnya memutuskan untuk mundur dari keanggotaan Perhimpunan Kebun Binatang se‑Indonesia (PKBSI) setelah puluhan tahun tergabung.

Pengunduran diri ini resmi dilayangkan melalui surat tertanggal 30 September 2025, karena rasa kecewa pengelola terhadap kinerja organisasi induk dalam menangani konflik internal kebun binatang di Kota Bandung.

Menurut Humas Bandung Zoo, Sulhan Syafi’i, salah satu alasan utama keputusan tersebut adalah sikap PKBSI yang dianggap tidak menjalankan fungsi pengayoman terhadap anggota ketika konflik berkepanjangan.

“Sebagai anggota organisasi, kami berharap PKBSI bisa memberikan perlindungan ataupun asistensi dalam upaya penyelesaian masalah kebun binatang.

Baca Juga: Rasakan Sensasi Kebun Binatang di Malam Hari: Ragunan Hadirkan “Night at The Zoo” untuk Warga Jakarta

Tapi yang terjadi, ketua umum dan sekretaris jenderal PKBSI malah terlibat dalam kebijakan pengambilalihan pengelolaan Bandung Zoo,” ujar Sulhan.

Selama masa keanggotaan, pengelola Bandung Zoo memang mengharapkan agar PKBSI tidak hanya menjadi simbol tetapi benar-benar menjalankan fungsi advokasi, pelatihan, teknis operasional kebun binatang, serta restitusi bagi anggota yang menghadapi tantangan.

Namun kenyataan di lapangan, menurut Sulhan, jauh dari harapan:.

“Kami tidak melihat PKBSI banyak membantu dalam memajukan kebun binatang kami,” jelasnya. 

Baca Juga: Klaim Kuat Pengelolaan Bandung Zoo, YMT Tegaskan Siap Ambil Alih Kapan Saja

Masalah ini semakin tajam ketika terjadi permasalahan manajemen dan aset di Bandung Zoo.

Bekas kisruh pengelolaan telah memunculkan dua entitas yayasan yang bersaing mengambil alih pengelolaan, yakni YMT dan pihak lain yang dikaitkan dengan pihak luar.

Di tengah hal tersebut, pengelola merasa PKBSI “diam” dan bahkan pihak pimpinan PKBSI turut mencantumkan nama sebagai pembina yayasan pengelola tour-operasional Bandung Zoo.

Hal ini menimbulkan konflik kepentingan yang menjungkir­balikkan ekspektasi mereka terhadap organisasi.

Baca Juga: BSD Secret Zoo, Wisata Satwa Unik Garapan Sinar Mas Land Bersama Jawa Timur Park Group Hadir Tahun Besok

Dengan dikeluarkannya surat pengunduran diri, pengelola menegaskan bahwa status sebagai anggota PKBSI sudah tidak berlaku lagi bagi Bandung Zoo sejak akhir September.

Langkah ini dinilai sebagai upaya untuk menjaga kredibilitas pengelola serta sebagai sinyal bahwa mereka akan lebih mandiri dalam menentukan arah pengelolaan kebun binatang ke depan.

Dampak dari keputusan ini tentu bukan hanya bersifat simbolik.

Sebagai lembaga kebun binatang lama yang menjadi bagian organisasi nasional, hengkangnya Bandung Zoo dari PKBSI menandai kepercayaan yang menurun terhadap organisasi tersebut di antara para pengelola kebun binatang lainnya.

Baca Juga: Tersandung Lahan Bandung Zoo, Mantan Sekda Kota Bandung Ditahan atas Dugaan Korupsi

Hal ini juga memunculkan pertanyaan besar tentang fungsi organisasi profesi dalam sektor konservasi dan pengelolaan satwa di Indonesia ke depan.

Untuk wilayah Banten sendiri meski Bandung Zoo berada di Jawa Barat berita ini memiliki implikasi penting. Banyak kebun binatang dan pusat konservasi di Banten yang mungkin terafiliasi atau mengacu pada standar yang ditetapkan PKBSI.

Keputusan Bandung Zoo bisa menjadi pemicu refleksi terhadap hubungan antara pengelola kebun binatang dan organisasi nasional di wilayah Banten, baik dalam aspek pengelolaan, pelatihan, maupun bantuan teknis.

Ke depan, pihak Bandung Zoo menyatakan akan fokus menata kembali internal pengelolaan dan mengupayakan pemenuhan fungsi kebun binatang sebagai lembaga konservasi, edukasi dan wisata secara lebih profesional.

Baca Juga: 5 Harimau Sumatera di Medan Zoo Mati, Respon Wali Kota Medan Membagongkan

Mereka juga menyampaikan harapan bahwa organisasi-organisasi semacam PKBSI akan melakukan evaluasi lebih tegas agar benar-benar mampu menjadi mitra strategis pengelola kebun binatang yang menghadapi tantangan di masa kini.

Bagi pembaca di Banten dan sekitarnya, kisah ini dapat menjadi momentum untuk melihat bagaimana kebun binatang maupun lembaga konservasi satwa harus memilih antara bergabung dalam jaringan nasional atau membangun kapasitas sendiri.

Monitor apakah organisasi pendukung mampu memenuhi janji-nya, atau justru membuat pengelola merasa terpinggirkan.

Keputusan Bandung Zoo yang berhenti dari PKBSI bukan akhir cerita, tapi mungkin awal babak baru dalam pengelolaan kebun binatang di Indonesia.

Baca Juga: Rasakan Sensasi Kebun Binatang di Malam Hari: Ragunan Hadirkan “Night at The Zoo” untuk Warga Jakarta

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.