Banten

Tercatat 200 ribu Pelajar Terpapar Judi Online, Meutya Hafid Ajak Pencegahan dengan Kegiatan Positif di Sekolah

Syahganda Nainggolan | 14 November 2024, 13:55 WIB
Tercatat 200 ribu Pelajar Terpapar Judi Online, Meutya Hafid  Ajak Pencegahan dengan Kegiatan Positif di Sekolah

AKURAT BANTEN - Praktik judi online sudah mewabah di kalangan pelajar. Tercatat sekitar 200 ribu pelajar berusia di bawah 19 tahun memiliki indikasi terpapar aktivitas judi online.

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengajak pelajar menjaga lingkungan sekolah agar bersih dari judi online dengan mengenali ciri-ciri orang yang terpapar.

Baca Juga: Sadis! Sosok Pria Di Cikupa Tangerang Bunuh Wanita Yang Baru saja Kenal Melaui Medsos Dengan Cara Dicekik

"Diantaranya asyik sendiri. Jadi kalau udah ada orang, kawan, yang main internet asyik sendiri, ketawa-ketawa sendiri, sedih sendiri, marah-marah sendiri, sudah mulai curiga," ujarnya dalam Literasi Digital: Pencegahan dan Penanganan Judi Online di Lingkungan Sekolah di SMA Negeri 92 Jakarta Utara, Selasa (12/11/2024).

Meutya Hafid menekankan orang yang terpapar judi online dapat menunjukkan perubahan sifat yang drastis, seperti lebih memilih menyendiri dan meninggalkan lingkungan pertemanan.

"Jadi kalau ada kawan tiba-tiba lebih senang sendiri, padahal biasanya bersama-sama, rangkul, tanya kenapa, karena pasti ada masalah," tegasnya.

Menkomdigi juga meminta pelajar mencermati teman yang mulai sering berbohong atau meminjam uang dalam jumlah yang besar. Menurutnya hal itu menjadi salah satu dampak terpapar aktivitas judi online.

Baca Juga: Timnas Indonesia Matangkan Strategi Jelang Melawan Jepang, STY: Kondisi Persiapan Tim Berlangsung Baik

"Kalau mereka mulai minjam angkanya menurut adik-adik enggak masuk akal, tanya, laporkan, ingatkan," tandasnya.

Meutya Hafid menegaskan pemain judi online merupakan korban yang perlu untuk diingatkan agar tidak terus menerus kecanduan dan bisa menghancurkan masa depan.

Kepala SMA Negeri 92 Jakarta Anwar Farid berterima kasih atas kunjungan Menkomdigi dalam kegiatan ini sebagai upaya pencegahan judi online untuk para siswa sejak dini.

"Dengan adanya kunjungan Ibu Menteri ini diharapkan pencegahan judi online itu di sekolah sudah mulai sedini mungkin," ungkapnya.

Selain kegiatan sosialisasi, pihak sekolah juga menyelenggarakan berbagai kegiatan-kegiatan positif seperti penguatan keimanan dan ketakwaan serta berbagai lomba kreatif bertema pencegahan judi online.

 

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.