Banten

Destinasi Wisata Sungai Kampar Riau Terkenal Karena Ombak Bono mencapai Ketinggian 6 Meter

AA LaNyalla Mahmud Mattalitti | 27 Desember 2023, 09:39 WIB
Destinasi Wisata Sungai Kampar Riau Terkenal Karena Ombak Bono mencapai Ketinggian 6 Meter

AKURAT BANTEN - Pernah membayangkan tidak bagaimana rasanya surfing di sungai? Ya, selama ini kita memang mengenal surfing alias berselancar sebagai olahraga air yang hanya bisa dilakukan di pantai dengan ombak yang besar.

Sahabat Akurat Banten, di Riau ada satu tempat wisata yang sangat pas dijadikan arena berselancar yakni Sungai Kampar.

Sungai ini berhulu di Bukit Barisan sekitar Sumatra Barat dan bermuara di pesisir timur Pulau Sumatra di wilayah provinsi Riau.

Sungai ini merupakan pertemuan dua buah sungai yang hampir sama besar, yang disebut dengan Kampar Kanan dan Kampar Kiri.

Pertemuan ini berada pada kawasan Langgam (Kabupaten Pelalawan), dan setelah pertemuan tersebut sungai ini disebut dengan Sungai Kampar sampai ke muaranya di Selat Malaka.

Sementara sekitar kawasan hulu air sungai ini dimanfaatkan untuk PLTA Koto Panjang yang mempunyai kapasitas 114 MW.

Sementara di hilir menjelang muara, sungai ini terkenal dengan ombak besarnya yang bernama Ombak Bono.

Karena terkenal dengan ombak Bono-nya yang bisa mencapai tinggi 6 meter merupakan area yang sangat cocok untuk memuaskan hasrat berselancar Anda.

Banyak peselancar mancanegara yang rela jauh-jauh datang ke Riau demi bisa menaklukkan ombak sungai yang terletak persis di garis ekuator ini.

Mengenal lebih dekat Sungai Kampar
Aliran Sungai Kampar Kanan menelusuri Lima Puluh Kota dan Kampar, sedangkan aliran Sungai Kampar Kiri melewati Sijunjung, Kuantan Singingi dan Kampar, kemudian kedua aliran sungai tersebut berjumpa di Pelalawan.

Sungai Kampar Kanan bermata air dari Gunung Gadang, memiliki luas daerah tangkapan air 5.231 km². Alur utama semula mengalir ke utara kemudian berbelok ke timur, bertemu dengan anak sungai Batang Kapur Nan Gadang, mengalir dengan kemiringan sedang melalui lembah Batubersurat.

Selanjutnya bertemu dengan anak sungai Batang Mahat, mengalir ke arah timur. Para penduduk didaerah Danau Bingkuang kerap melakukan penambangan batu dan pasir secara ilegal sehingga terjadi pengikisan tepian sungai.

Sungai Kampar Kiri bermata air dari Gunung Ngalautinggi, Gunung Solokjanjang, Gunung Paninjauan Nan Elok, memiliki luas daerah tangkapan air 7.053 km². Dua anak sungai besar bernama Batang Sibayang dan Batang Singingi.

Semakin ke hilir, badan sungai dan volume airnya semakin membesar karena ditambah dengan berbagai anak sungai lainnya. Sungai ini dikenal dengan gelombang Bono-nya, yaitu gelombang tinggi yang diakibatkan pertemuan air sungai dengan air laut.

Bono biasanya terjadi pada saat pasang, sehingga air yang berasal dari sungai, tertekan oleh air laut. Ditambah lagi dengan dangkalnya muara mengakibatkan gelombang yang tercipta semakin tinggi.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.