Banten

Warga Kota Tangerang Diimbau Jangan Panik dengan Kasus Pneumonia

Noudhy Valdryno | 6 Desember 2023, 19:40 WIB
Warga Kota Tangerang Diimbau Jangan Panik dengan Kasus Pneumonia

AKURAT BANTEN - Guna mengantisipasi kasus Pneumonia yang belakangan marak di China, masyarakat Kota Tangerang diimbau untuk menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, dr. Dini Anggraeni menyebutkan, merebaknya kasus Pneumonia hingga mayoritas anak-anak di Cina terpapar.

Hingga saat ini, belum diketahui penyebab pasti kasus tersebut.

Baca Juga: Anak Gunung Krakatau Siaga 3, Masyarakat Diminta Waspada

“Diduga, berasal dari bakteri mycoplasma pneumoniae. Namun, masyarakat Kota Tangerang untuk tetap tenang dan jangan panik,” ujar Dini dalam keterangan yang diterima Akurat Banten, Rabu (6/12/20233).

Menurut Dini, beberapa langkah antisipasi dan berbagai upaya dapat dilakukan oleh masyarakat dengan mudah.

"Masyarakat dapat melakukan vaksinasi influenza, COVID-19, dan juga patogen penyakit pernapasan lainnya. Memakai masker dengan benar serta menjaga jarak," jelasnya. 

Selain itu, Dini mengimbau masyarakat agar isolasi mandiri dan kunjungi fasilitas layanan kesehatan terdekat untuk melakukan pemeriksaan apabila mengalami gejala-gejala seperti kesukaran bernapas disertai demam. 

Baca Juga: Pesona Lima Destinasi Super Prioritas (DSP) di Indonesia

Selain menerapkan PHBS, lanjut Dini, masyarakat juga bisa menambah aktivitas olahraga yang cukup sesuai kebutuhan. Sehingga, masyarakat Kota Tangerang dapat tetap sehat dan terhindar dari berbagai penyakit.

"PHBS juga merupakan upaya agar kita dapat tetap sehat dan bugar. Konsumsi makanan bergizi seimbang, olahraga dengan cukup sesuai kebutuhan. Konsumsi vitamin sesuai anjuran dan kebutuhan masing-masing. Mudah-mudahan, penyakit pneumonia ini tidak sampai ke Indonesia khususnya Kota Tangerang," tutupnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.