Banten

Geliat Sukses Usaha Warung Madura yang Buka 24 Jam

Saeful Anwar | 26 September 2023, 12:07 WIB
Geliat Sukses Usaha Warung Madura yang Buka 24 Jam

AKURAT BANTEN - Mencari warung kelontong serba ada Madura tidaklah sulit, karena keberadaannya sudah tersebar diamana-mana. Bahkan jarak antar warung Madura dengan warung Madura lain sudah sangat dekat, seperti Mini Market Alpamart dengan Indomaret. Dari warna warung dan cara penataan dagangannya sudah mempunyai style yang sama dan mempunyai ciri yang sangat khas. Seperti sudah menjadi komitmen, kepada semua pemilik warung (Bos Warung) bersepakat, agar semua usaha warung Madura mempunya trade mark tersendiri.

Sejumlah pengusaha warung kelontong asal Pulau Madura, Jawa Timur di Jakarta dan kota-kota sekitarnya dikenal sukses. Mereka sudah mempunyai rumah mewah di kampung halamannya, berkat hasil kerja keras merantau dan mengadu nasib di ibu kota.

Bagaimana rahasia kerja keras pemilik warung kelontong Madura, yuk, ikuti kisahnya :

1. Mental Wirausaha

Banyak pemilik warung kelontong asal Madura merintis usahanya dari nol. Memulai dan membesarkan warung kelontong sampai sukses pasti butuh kesabaran untuk menjalani tantangan yang dihadapi. Setiap usaha butuh proses.

Baca Juga: 5 Tips & Trik Mengusir Semut di Rumah dengan Bahan Alami Tanpa Membunuh

Terkait warung kelontong, kadang banyak pengunjung, kadang pula sepi. Usaha orang padahal toko buka sejak pagi hari. Kesabaran ini akan teruji dengan waktu. Selain itu, merintis usaha kelontong juga membutuhkan ketekunan. Tekun melayani pelanggan, mengamati produk yang potensial laku, merapikan stok barang, dan mencatat hasil penjualan.

Kesabaran membuat kita bertahan menghadapi dinamika bisnis, sedangkan ketekunan membuat kita mampu mengembangkan bisnis lebih baik lagi. Kedua sikap mental ini harus dimiliki pengusaha warung kelontong.

2. Menjaga Kepercayaan Pelanggan

Pernahkah Anda kecewa saat belanja di warung tetapi produk yang dibeli ternyata sudah kadaluwarsa dan kemasarannya rusak? Hal tersebut tentu membuat Anda kapok belanja di warung tersebut.

Salah satu kunci sukses warung kelontong asal Madura adalah menjaga kepuasan pelanggan. Kekecewaan pelanggan akan merusak reputasi usaha. Sekali kecewa, pelangggan akan pindah ke warung lain.

Apalagi, warung kelontong bisa dengan mudah ditemukan di setiap sudut jalan. Data yang dikutip dari ukmindonesia.id, sekitar 60 persen pembeli warung kelontong adalah pelanggan tetap yang kebanyakan warga sekitar, sedangkan 40 persen sisanya adalah pelanggan tidak tetap.

3. Barang Lengkap dan Memenuhi Kebutuhan Pelanggan

Kelengkapan produk yang dijual di warung kelontong adalah salah satu faktor untuk berbelanja. Bayangkan jika warung kelontong tak bisa menyediakan kebutuhan pelanggan? Jika diperhatikan, warung kelontong asal Madura menyediakan produk yang cukup lengkap untuk kebutuhan sehari-hari mulai dari makanan ringan, mi instan, minuman kemasan, sabun mandi, deterjen, hingga bumbu dapur.

Cobalah untuk mencari tahu produk-produk yang paling banyak dicari pelanggan. Memperhatikan kebiasaan pelanggan dalam membeli itu penting untuk mengetahui produk-produk yang cenderung laku dijual. Jika produk makin cepat habis, perputaran uang makin cepat dan omzet makin meningkat.

4. Harga Bersaing

Persaingan usaha terutama faktor harga, cukup sengit. Warung kelontong dengan menyediakan harga bersaing akan memenangkan hati pelanggan. Cobalah untuk membandingkan harga jual di warung-warung kelontong lainnya.

Harga bersaing juga bisa diperoleh dengan belanja langsung di agen produk tertentu. Biasanya agen suatu produk tertentu akan berkeliling mencari warung kelontonng untuk menawarkan produk.

Jika warung kelontong Anda tak dikunjungi, Anda bisa mencari agen-agen produk yang biasanya datang ke toko grosir.

5. Manajemen Stok

Apa yang Anda rasakan jika masuk ke sebuah warung kelontong yang lantainya kotor, udaranya apek, dan produknya berdebu? Coba bandingkan saat masuk ke warung kelontong yang bersih, barangnya tertata rapi di rak, ditambah penjualnya ramah?

Salah satu rahasia pelanggan suka belanja di warung kelontong Madura adalah karena penataan rak yang rapi. Setiap produk disortir menurut jenis barangnya, misalnya produk susu diletakkan sejajar dengan produk susu lainnya.

Cara paling sederhana menata produk bisa dilakukan dengan memperhatikan dua hal, yaitu: jenis produk dan tanggal kadaluwarsa. Kelompokkan jenis produk yang sama misalnya, letakkan produk makanan kemasan di deretan rak makanan kemasan.

Susun juga produk berdasarkan tanggal kadaluwarsanya. Misalnya, produk yang tanggal kadaluwarsa lebih awal diletakkan di bagian atas dan depan rak. Pastikan untuk memeriksa tanggal kadaluwarsa secara berkala untuk memastikan semua produk yang kita jual belum mencapai tanggal kadaluwarsa.

6. Tertib Mencatat Penjualan dan Belanja Barang

Rahasia warung kelontong yang sukses adalah tertib mencatat pembukuan keuangan. Lakukan pencatatan rutin untuk setiap uang yang masuk dari penjualan dan uang yang keluar dari pembelian barang dagang, serta pengeluaran rutin lainnya seperti listrik, air, dan biaya angkut.

Ada banyak manfaat mencatat pendapatan dan pengeluaran secara rutin, antara lain: bisa mengetahui besaran omzet secara periodik, besaran keuntungan atau kerugian, dan membandingkan harga-harga barang dagang yang kita beli.

7. Tim Kerja Handal

Sebagian besar warung kelontong Madura mempekerjakan karyawan yang juga berasal dari Madura. Selain sudah kenal baik, orang yang berasal dari satu daerah lebih bisa dipercaya dan jujur dalam berdagang.

Pemilik warung kelontong Madura biasanya mempekerjakan dua pegawai untuk saling berbagi porsi kerja. Misalnya, pegawai A menunggu warung dari jam 6 pagi sampai 6 sore, sedangkan pegawai B menunggu warung dari jam 6 sore sampai 6 pagi.

Dengan sistem seperti ini, warung kelontong Madura bisa buka hingga 24 jam non-stop. Selain itu, masing-masing pegawai juga punya tanggung jawab tersendiri. Ada yang bertugas membersihkan toko, menyusun barang di rak, mencatat penjualan, dan sebagainya. Kuncinya ada pada sistem pembagian kerja yang efektif.

8. Keuntungan

Dasar perhitungan keuntungan bagi penjaga warung dan pemilik adalah sistim bagi hasil, setelah mengurangi beban biaya sewa, dan beban biaya pemakaian listrik. []

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

S
Reporter
Saeful Anwar
T