Banten

Karomah Makam Keramat Batu Kopeah dan Sumur Tujuh yang Masih Menjadi Misteri

Ratu Tiarasari | 22 November 2023, 20:56 WIB
Karomah Makam Keramat Batu Kopeah dan Sumur Tujuh yang Masih Menjadi Misteri

AKURAT BANTEN - Makam Keramat Batu Kopeah dan Sumur Tujuh di Desa Kapunduhan, Kecamatan Cijaku, menjadi salah satu wisata religi di Kabupaten Lebak, Banten, yang banyak dikunjungi orang.

Selain memiliki keunikan, keramat Batu Kopeah dan Sumur Tujuh Kapunduhan juga penuh dengan misteri, sehingga mengundang perhatian dan rasa penasaran banyak orang.

Tidak sedikit peziarah yang datang dari luar wilayah Kabupaten Lebak yang berharap mendapat karomah setelah berziarah.

Baca Juga: Daftar Lengkap Timnas AMIN, dari Dewan Pembina hingga Tim Kampanye Daerah

Mahasiswa juga tidak sedikit yang datang berkunjung ke wisata religi ini, kedatangan para mahasiswa dari sejumlah Universitas, seperti Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) dan dari Universitas Mathla'ul Anwar untuk kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM).

Selain menggali sejarah keberadaan makam Keramat Batu Kopeah dan Sumur Tujuh Kapunduhan, mereka melakukan eksplorasi wisata religi yang fenomenal.

Kepala Desa Kapunduhan, Ade Dimyati menceritakan, Batu Kopeah berkain putih tersebut adalah media dan ciri khas dari makam Keramat Kapunduhan.

Media itu bisa digunakan oleh orang yang memiliki kepentingan atau tujuan untuk mengetahui ciri yang dimintanya berhasil atau tidak.

Namun begitu menurut Ade, dalam agama Islam hal-hal seperti itu (percaya kepada selain Allah) tidaklah di anjurkan dan tidak dibenarkan, lantaran berpotensi musyrik atau menyimpang dari yang telah ditetapkan dalam agama Islam.

Baca Juga: Trauma Chindo Menyebut Nama Anies Baswedan, Ingatkan Kerusuhan Rasial

Untuk mengantisipasi terjadinya penyimpangan kepercayaan selain kepada Allah, Ade membuat imbauan yang bertuliskan "Dilarang Musyrik" di area keramat tersebut.

Imbauan itu sengaja dibuat, agar para peziarah yang datang membaca dan memahami bahwa tempat yang mereka datangi adalah tempat untuk beribadah.

"Untuk mencegah terjadinya kemusyrikan karenanya saya pasang himbauan 'Dilarang Musyrik'. Memang bagi peziarah yang memiliki keinginan (hajat) dan ziarah ke keramat ini ada tanda apakah terkabul atau tidak hajatnya. Kembali lagi saya tegaskan bahwa tempat ini semata untuk ibadah, memintanya kepada Allah SWT," katanya, Rabu (22/11/2023).

Ade menjelaskan, nama Desa Kapunduhan sendiri itu diambil dari nama Keramat Kapunduhan yang dinilai sakral yang sekarang ini menjadi wisata religi dan dikunjungi banyak orang adalah desa pemekaran dari desa induk yaitu Desa Mekarjaya.

"Ciri khas Keramat Kapunduhan yaitu media Batu Kopeah berkain putih. Media ini biasa di gunakan untuk mengetahui ciri suatu permintaan. Desa Kapunduhan sendiri diambil dari nama Keramat Kapunduhan," pungkasnya.

Untuk diketahui, wisata religi Keramat Batu Kopeah dan Sumur Tujuh Kapunduhan, dibangun Pemerintah Kabupaten Lebak dan diresmikan Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya pada 27 September 2023.

Peresmian tempat wisata tersebut sebagai upaya menjaga keberlangsungan warisan leluhur.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.