KOMPENI adalah PENJAJAHAN atas Nama INVESTASI

AKURAT BANTEN - Kakek moyang kita meyebut zaman penjajahan dengan istilah zaman Kompeni. Kompeni berasal dari kata Compagnie yang berarti perusahaan.
Apa yang mereka maksud adalah perusahaan Belanda bernama Vereenigde Ost-Indische Compagnie atau yang lebih dikenal dengan singkatan VOC.
VOC dalam bahasa Indonesia berarti Persatuan Perusahaan Hindia Timur. Ini adalah perusahaan multinasional pertama di dunia. Perusahaan Belanda inilah yang diberi konsesi serta monopoli untuk mengeruk kekayaan Nusantara sejak 1602-1800.
Baca juga: Ritual Naik Ranjang yang Unik dari Pernikahan Suku Mbojo Bima NTB
Di mata Belanda, apa yang mereka lakukan adalah bisnis dan investasi, bukan penjajahan. Tetapi realitasnya adalah mengeruk kekayaan Nusantara, mengambil tanah warga, dan lain sebagainya.
Para kompeni, orang asing penjajah itu, menjajah Nusantara dengan bantuan penduduk lokal yang menjadi pejabat seperti wedana, bupati, serta para centeng yang bekerja sebagai tentara bayaran. Mereka sering dipanggil Londo Ireng.
"Jaman bisa bergerak pelaku boleh berganti. Namun pola penjajahan masih sama. Berkedok investasi, dilindungi pribumi," tulis akun IG @donirw, dikutip Sabtu (16/9/2023).
Penulis sangat setuju dengan NARASI yang ditulis oleh IG @donirw tersebut di atas, karena terlalu banyak gambaran yang berbentuk abstrak tentang prilaku para pejabat negara yang terjerat hukum karena korupsi atau membobol uang negara dengan cara yang dzolim dan mendzolimi seperti membonceng para investor asing agar bisa mengambil ikan tanpa harus membuat airnya keruh.
Baca juga: Sejarah KORUPSI di DUNIA dan Daftar Pelakunya! Mantan PRESIDEN SOEHARTO Termasuk
Hebat ya...? Kita seperti berada pada satu ruang dimana sedang dipertontonkan sebuah adegan yang sangat menjijikan yaitu prilaku buruk seorang tokoh yang menjadikan prilaku KORUPSI adalah sebuah TREN.
Nah, kita akan bertanya atau mencoba berbisik pelan kedalam lubuk hati masing-masing ketika usai menonton pagelaran itu:
"Mau jadi apa sebuah negara kalau prilaku bangsanya seperti itu?
Ya...Allah lindungilah bangsa kami semoga tidak ada satupun bangsa Indonesia yang berprilaku seperti itu!"
Untung saja penonton ini tinggalnya jauh dari hingar bingarnya berita tentang berbagai kasus yang melanda negaranya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Anies, Ganjar, dan Mahfud Bakal Masuk Istana? Wacana Pemakzulan Gibran Ikut Jadi Sorotan
- 2Denny Indrayana Soroti Sikap Megawati soal Gibran, PDIP Bakal Bergerak atau Pilih Diam?
- 3Mahfud MD Jelaskan Beda Pemakzulan dan Pidana dalam Kasus Gibran, Ini Tahapan Hukumnya!
- 4Mahfud MD Soroti OTT KPK di BNPB, Dana Bencana Diduga Bermasalah saat Warga Butuh Bantuan
- 5Terkenal Vokal, Ini Strategi Baru Abah Saiful Milah Usai Resmi Duduki Kursi Ketua DPRD Kota Tangerang
- 6Ahmad Doli Tantang Hasyim Asy’ari Buka-bukaan! Polemik Pasal Gibran Merembet ke Jabatan Komisaris BUMN, 'Hadiah dari Siapa?'
- 7Singgung Asap dan Oksigen, Syahganda Dikritik Pejabat Malaysia! Indonesia Didesak Minta Maaf
- 8Keluarga Tersangka Korupsi BOP Gugat Kejari Kabupaten Tangerang Lewat Praperadilan
- 9Lille Dihajar Arsenal 0-3, tapi Calvin Verdonk Ukir Rekor Bersejarah untuk Indonesia di Liga Champions!
- 10Michael Carrick di Ujung Tekanan Usai MU Tumbang 0-2, Legenda Inggris Ingatkan Bahaya Pecat Pelatih Lagi!






