Butuh Biaya Rp136 Miliar untuk Bangun 310 Rumah Korban Banjir Bandang dan Tanah Longsor 2020

AKURAT BANTEN - Kepala Pelaksana BPBD Lebak, Febby Rizki Pratama menyatakan, tidak punya biaya untuk membangun rumah warga korban banjir bandang dan tanah longsor.
Dikatakan, dibutuhkan anggaran Rp136 miliar untuk pembangunan 310 rumah warga korban bencana banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi tahun 2020.
Menurut Febby, dari 310 rumah tersebut, sebanyak 94 rumah warga di Kecamatan Cipanas, dan 216 rumah warga korban bencana banjir bandang dan longsor di Kecamatan Lebakgedong.
Baca Juga: Pihak Lapas Klas II A Tangerang Belum Mengetahui Tahanannya Kabur Lewat Mana
"Kami sudah melakukan rapat dengan Pak Pj Bupati Lebak Iwan Kurniawan salah satunya membahas soal nasib warga korban banjir di kecamatan Cipanas dan Lebakgedong yang belum memiliki rumah," katanya, kepada Akurat Banten, Kamis (7/12/2023).
Dalam rapat tersebut jelas Febby, Pj Bupati Lebak Iwan Kurniawan merespons dan memintanya untuk bergerak cepat mencari solusi untuk menyelesaikan persoalan warga korban bencana.
Febby menyebut, urusan lahan untuk kawasan permukiman bagi 310 warga itu sudah clear n clean (selesai).
"Lahannya sudah tersedia, tinggal anggaran biaya untuk pembangunan rumahnya. In Sya Allah kami akan bergerak bersama Pak Pj Bupati ke Jakarta, menemui Menteri Keuangan, BNPB serta Dirjen perumahan. Minggu ini," jelasnya.
Baca Juga: Direncanakan Sejak 20120, Bandara di Banten Selatan Belum Juga Direalisasi
Febby mengungkapkan, keterlambatan terjadi karena terkendala proses ketersediaan lahan yang rumit. Kini soal laahan untuk kawasan permukiman warga sudah tidak ada masalah.
"Sekarang kami fokus pada pencarian bantuan biaya pembangunan 310 rumah. Iya kami berharap, upaya Pemkab Lebak bisa lancar dan berhasil," jelasnya.
Sebelumnya diberitakan, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lebak, Budi Santoso mengatakan, relokasi rumah warga korban bencana banjir bandang dan longsor tahun 2020 lalu yang belum terselesaikan, sedang berproses.
Baca Juga: Penampungan Pengungsi Rohingya di Aceh Overload, Puluhan Orang Kabur
"Dua tahun pengurusan lahan baru selesai. Itu salah satu kendalanya. Sedang berproses, mohon bersabar. Pemkab Lebak terus berupaya maksimal," kata Budi Santoso, Kamis (30/11/2023).
Kepala Desa Banjar Irigasi Sayuti menyatakan, sebanyak 60 kepala keluarga korban bencana banjir bandang dan longsor 2020 di desanya masih bertahan di rumah saudara-saudaranya karena tidak memiliki tanah dan rumah.
"Ada 60 KK warga saya belum memiliki rumah, masih numpang di rumah saudaranya, karena saat bencana terjadi tanah dan rumah itu terkena longsor dan banjir bandang. Kalau warga yang rumahnya itu mengalami rusak sedang dan ringan sudah menerima bantuan," kata Kepala Desa Banjar Irigasi, Sayuti.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Pilpres 2029 Berpotensi Hanya Dua Pasangan, Bagaimana Nasib Dedi Mulyadi? Ini Skenarionya
- 2Besok Jadi Sorotan! BEM UI Siapkan Demo 2 Tahun Prabowo-Gibran, Tugu Tani hingga Tugu Proklamasi Disorot
- 3Lionel Messi Bikin Rekor Gila di MLS! Cetak 2 Gol, Pelatih Inter Miami Sampai Menyebutnya Alien
- 4Bukan MU atau Arsenal, 2 Klub Ini Kuasai Rekor Kemenangan Beruntun Premier League!
- 5Kabar Terbaru MBG! Siswa Boleh Tambah Makan, Sistem Prasmanan Diuji di 10 Provinsi
- 6Analisis Roy Suryo dan Dokter Tifa soal Dokumen Ijazah Jokowi Jadi Sorotan, Apa Fakta Hukumnya?
- 7Wendi Cagur Bikin Geger! Akun Medsos Diduga Dibatasi Usai Suarakan Karhutla, 5 Figur Publik Ikut Disorot
- 8Disetujui Prabowo, Siswa Tak Bisa Otomatis Naik Kelas Mulai 2027/2028! Ini Aturan Barunya
- 9Jokowi Belum Muncul di Sidang Roy Suryo, Isu Ijazah Asli Kembali Bikin Heboh
- 10PSG Hancurkan Rekor Sempurna Barcelona, Respons Hansi Flick Justru Bikin Publik Heran!








