Banten

Kekecewaan Memuncak! 10 Tahun Jalan Dibiarkan Rusak, Warga Desa Ciretas Patungan Bangun Jalan

Berlian Rahmah Dewanto | 21 Agustus 2023, 18:51 WIB
Kekecewaan Memuncak! 10 Tahun Jalan Dibiarkan Rusak, Warga Desa Ciretas Patungan Bangun Jalan

AKURAT BANTEN - Kekecewaan warga Kampung Binong, Desa Citeras, Rangkasbitung, terhadap pemerintah desa mereka sudah memuncak. 

Setelah 10 tahun jalan ke Kampung Binong tidak pernah diperbaiki, mereka pun akhirnya swadaya memperbaiki jalan kampung mereka. 

Alokasi dana desa yang selama ini didegungkan pun dipertanyakan. 

Baca juga: Atasi Polusi Udara, Pemprov Banten Ajukan Hujan Buatan

"Pembangunan ini atas musyawarah dan hasil swadaya masyarakat. Kami tidak ada sedikitpun uang dari pemerintah desa," ujar Muhamad Rosid, tokoh masyarakat Binong, Senin (21/8/2023).

Yang menyesakkan lagi, dirinya mendengar anggaran dana desa saat ini cukup besar. Namun, tidak ada pembangunan di Citeras.

"Kok kampung kami tidak diperhatikan? Ada apakah dengan Kades di desa kami?," sambungnya. 

Dirinya pun berterima kasih kepada para donatur yang sudah rela membantu mewujudkan pembangunan jalan ini secara swadaya. 

"Sepertinya, kalau kami ngandelin dari Pemerintah Desa ataupun Pemerintah Kabupaten/Provinsi saja, entah kapan mau dibangun. Buktinya, sudah 10 tahun jalan desa tidak dibangun," jelasnya. 

Baca juga: Pelaku Penculikan Kakak Beradik di Tangerang Terekam CCTV, Belum Ada Titik Terang

Fakta mengherankan lainnya, sang kepala desa yang telah menjabat dua periode, tidak pernah menampakkan hidung di kampung itu.  

Rosid juga mengatakan,jalan kampung Binong yang kini tengah dibangun sepanjang 150 meter dan lebar 4 meter, dengan anggaran swadaya, anggaran awal sekitar Rp68 juta, anggaran semua dari donatur, tanpa ada sedikit pun ada bantuan dari pemerintah desa.

"Donaturnya ada dari pabrik-pabrik yang ada di sekitar Kampung Binong, dan beberapa anggota dewan Kabupaten dan Provinsi yang peduli. Tentunya kami berharap kepada pemerintah daerah untuk bisa membangun jalan ke kampung ini," sambungnya.

Rosid juga menjelaskan, sebelum dibangun jalan ini kalau hujan tak ubahnya seperti kubangan kerbau, air tumpah ke jalan dan tak jarang terjadi kecelakaan tunggal.

"Pokoknya warga kami mah cukup prihatin," keluh Rosid.

Baca juga: Ogah Diberitakan Soal Dugaan Pemotongan Uang Jasa, Direktur RSUD Adjidarmo Ancam Laporkan Wartawan

Sementara itu, Herdi, Sekertaris Desa Citeras, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak mengatakan, semuanya telah kita ajukan termasuk Kampung Binong, Jalan Poros Desa tersebut sudah diukur oleh Dinas PUPR Kabupaten dan anggaranyapun dari Pemkab, jika oleh desa anggaranya terlalu besar, sekitar Rp1,6 miliiar dengan panjang 1,2 Km.

"Makanya kami dari pihak desa dengan anggaran segitu belum bisa. Bukan kami mengabaikan, tapi anggaran tersebut terlalu besar bagi desa," sambungnya. 

Dijelaskan dia, pihak desa bisa menganggarkan sebesar Rp300 juta dengan panjang 300 meter dengan lebar 6 meter.

"Alhamdulillah, desa sudah merencanakan untuk dibagi lokasi, karena terlalu luas jalan tersebut. Kita bagi 2 RW, 600 meter RW 07, dan 600 meter RW 04 termasuk di kampung Binong," pungkasnya. 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.