Banten

Kinerja Tesla Tertekan pada 2025 Penjualan Turun Laba Anjlok di Tengah Ambisi AI dan Robot

Moehamad Dheny Permana | 29 Januari 2026, 19:40 WIB
Kinerja Tesla Tertekan pada 2025 Penjualan Turun Laba Anjlok di Tengah Ambisi AI dan Robot

Akurat Banten - Tesla Inc membuka tahun ini dengan kabar yang kurang menggembirakan setelah melaporkan kinerja keuangan 2025 yang melemah, di mana pendapatan dan laba bersih perusahaan kendaraan listrik asal Amerika Serikat itu sama-sama mengalami penurunan signifikan.

Dalam laporan pendapatan terbarunya yang dirilis Rabu 28 Januari, Tesla mencatat total pendapatan sepanjang 2025 sebesar 94,83 miliar dolar AS atau sekitar Rp1.586 triliun dengan asumsi kurs Rp16.723 per dolar AS.

Angka tersebut menunjukkan penurunan sekitar 3 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menandai tekanan yang kian terasa di tengah persaingan ketat industri kendaraan listrik global.

Tak hanya pendapatan, laba bersih Tesla yang dihitung berdasarkan Prinsip Akuntansi yang Berlaku Umum atau GAAP juga turun tajam hingga 46 persen menjadi 3,79 miliar dolar AS.

Kinerja keuangan yang melemah ini sejalan dengan penurunan volume pengiriman kendaraan Tesla ke pasar global sepanjang 2025.

Perusahaan mengungkapkan bahwa total kendaraan yang dikirimkan selama tahun lalu mencapai sekitar 1,64 juta unit, turun dibandingkan tahun sebelumnya dan menjadi penurunan tahunan kedua secara beruntun.

Capaian tersebut juga membawa konsekuensi simbolis bagi Tesla karena untuk pertama kalinya penjualan tahunan kendaraan listriknya dilampaui oleh produsen asal China, BYD.

Tekanan terlihat semakin jelas pada kinerja kuartal keempat 2025, periode yang biasanya menjadi salah satu penopang utama penjualan Tesla.

Pada kuartal tersebut, Tesla mengirimkan 418.227 kendaraan ke konsumen, atau turun sekitar 16 persen secara tahunan.

Baca Juga: Kondisi Penopang Pipa PDAM di Cisadane Miring, Warga Minta Pemeriksaan Mendesak

Pendapatan kuartal keempat tercatat sebesar 24,9 miliar dolar AS, turun 3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Laba bersih pada kuartal terakhir bahkan anjlok lebih dalam, yakni turun 61 persen menjadi sekitar 840 juta dolar AS.

Di tengah penurunan kinerja inti bisnis kendaraan listrik, Tesla menegaskan bahwa perusahaan sedang menjalani transformasi strategis besar-besaran.

Tesla menyebut 2025 sebagai fase peralihan dari perusahaan yang selama ini dikenal berfokus pada perangkat keras menjadi entitas yang mengembangkan apa yang mereka sebut sebagai “AI fisik”.

Pernyataan ini menandai semakin besarnya peran kecerdasan buatan dalam arah bisnis Tesla ke depan, tidak hanya pada kendaraan, tetapi juga pada produk dan layanan lainnya.

Memasuki 2026, Tesla menyatakan akan meningkatkan investasi pada infrastruktur yang dianggap krusial untuk mendukung energi bersih, transportasi masa depan, serta pengembangan robot otonomos.

Salah satu proyek yang paling disorot adalah pengembangan robot humanoid Optimus.

Tesla mengungkapkan rencana peluncuran versi Generasi 3 dari Optimus pada kuartal pertama tahun ini sebagai bagian dari ambisi jangka panjang perusahaan.

Persiapan untuk membangun lini produksi pertama robot tersebut saat ini sedang berlangsung.

Baca Juga: Kemandirian Polri Jadi Perhatian, Pengamat Nilai Sikap Kapolri Jadi Penjaga Demokrasi

Produksi Optimus diperkirakan akan dimulai sebelum akhir 2026 dengan target kapasitas jangka panjang yang cukup agresif.

Tesla menyebut kapasitas produksi Optimus pada akhirnya diharapkan bisa mencapai hingga 1 juta unit robot per tahun.

Meski tekanan keuangan masih membayangi, Tesla tampaknya memilih bertaruh pada teknologi masa depan sebagai jalan keluar dari tantangan bisnis yang semakin kompleks.***

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.