Banten

Stok Beras Nasional Aman Jelang Natal dan Tahun Baru Harga di Cipinang Tetap Terkendali

Moehamad Dheny Permana | 25 Desember 2025, 19:14 WIB
Stok Beras Nasional Aman Jelang Natal dan Tahun Baru Harga di Cipinang Tetap Terkendali

Akurat Banten - Badan Pangan Nasional memastikan ketersediaan beras di Pasar Induk Beras Cipinang tetap stabil dan aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama periode Natal dan Tahun Baru 2025/2026.

Kepastian tersebut diperoleh setelah aktivitas perdagangan di pasar induk beras terbesar di Indonesia itu terpantau berjalan normal, lancar, dan tanpa gangguan distribusi.

Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional I Gusti Ketut Astawa menyebut kondisi di Pasar Induk Beras Cipinang mencerminkan situasi pasokan beras nasional yang terkendali.

Ia menegaskan tidak ada faktor fundamental yang berpotensi memicu lonjakan harga beras menjelang momen libur panjang akhir tahun.

“Dari hasil pengecekan langsung, kami melihat pasokan pangan, khususnya beras, dalam kondisi cukup dan tidak ada gangguan berarti di tingkat distribusi,” ujar Ketut.

Menurut dia, Pasar Induk Beras Cipinang memiliki peran strategis sebagai barometer utama pergerakan pasokan dan harga beras secara nasional.

Hasil pemantauan di lapangan menunjukkan harga beras medium berada di kisaran Rp12.300 per kilogram atau masih di bawah Harga Eceran Tertinggi zona 1 sebesar Rp13.500 per kilogram.

Sementara itu, harga beras premium tercatat rata-rata Rp13.700 per kilogram, lebih rendah dibandingkan HET zona 1 yang ditetapkan sebesar Rp14.900 per kilogram.

Ketut menilai kondisi tersebut menunjukkan stabilitas harga masih terjaga dengan baik sehingga masyarakat tidak perlu khawatir akan gejolak harga.

“Harga juga masih dalam rentang yang terkendali dan masyarakat tidak perlu khawatir,” kata Ketut.

Baca Juga: HEBOH! Model Majalah Dewasa Masuk Kemhan, Netizen Ngamuk: 'Buat Apa Kami Bayar Pajak?'

Ia menambahkan pemerintah terus memperkuat pengawasan di titik-titik distribusi utama guna mencegah potensi praktik spekulasi.

Pengawasan tersebut, lanjut dia, difokuskan pada pasar induk dan jalur distribusi strategis agar pasokan tetap lancar hingga ke tingkat konsumen.

“Pesan Bapak Kepala Badan Pangan Nasional sangat jelas, tidak boleh ada pihak yang mengambil keuntungan berlebih di saat masyarakat membutuhkan ketenangan dan kepastian,” ujarnya.

Ketut menegaskan pemerintah tidak akan ragu memberikan sanksi tegas apabila ditemukan pelanggaran yang merugikan masyarakat.

Di sisi lain, Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menekankan pentingnya menjaga disiplin harga di tingkat grosir.

Ia menilai stabilitas harga di hulu akan menciptakan rantai distribusi yang sehat dan berkeadilan bagi semua pelaku usaha.

“Yang sudah bagus, dipertahankan, langganan semakin banyak, makin berkah,” ucap Rizal.

Ia juga mendorong pedagang yang masih menjual mendekati HET agar menurunkan harga demi menjaga ruang usaha yang wajar.

“Yang mepet HET, diturunkan lagi harganya, biar yang jual itu masih bisa dapat spare harga Rp500,” lanjutnya.

Para pedagang di Pasar Induk Beras Cipinang turut memastikan kondisi pasokan beras saat ini dalam keadaan aman.

Salah satu pedagang, Ida, pemilik PD Ida Jaya, mengatakan arus keluar-masuk beras berlangsung lancar tanpa hambatan berarti.

Ia menyebut pasokan datang secara rutin setiap hari sehingga stok di gudang selalu terjaga.

“Alhamdulillah, stok beras aman, barang datang rutin setiap hari,” kata Ida.

Menurut dia, harga jual beras di lapaknya telah disesuaikan dengan ketentuan HET yang ditetapkan pemerintah.

Baca Juga: Darurat Sampah Ciputat Berakhir? Pemkot Tangsel Resmi Kirim 500 Ton Sampah ke TPSA Cilowong

“Harga juga kami sesuaikan HET, pembeli tenang, kami pedagang juga nyaman karena pasokan tidak pernah kosong,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Badan Pangan Nasional yang juga Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengingatkan pelaku usaha agar tidak memanfaatkan momentum hari besar untuk memainkan harga.

Ia menegaskan stok beras nasional saat ini berada dalam kondisi sangat mencukupi.

“Aku minta sekali lagi, jangan, masa kita memanfaatkan keadaan,” tegas Amran.

Ia menambahkan pemerintah berkomitmen menjaga stabilitas pangan hingga tahun baru dan berlanjut ke periode Ramadan.

“Sekarang stok cukup, lebih dari cukup, tidak ada alasan,” pungkasnya.***

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.