GIBRAN di G20: 'Makan Bergizi Gratis' Bukan Biaya, Tapi 'Investasi Strategis' Terbesar untuk 80 Juta Anak Indonesia!

AKURAT BANTEN – Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka sukses mencuri perhatian dunia saat mewakili Indonesia di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Johannesburg, Afrika Selatan.
Di hadapan para pemimpin negara, Gibran tidak hanya membicarakan isu global, tetapi juga menancapkan sebuah program domestik sebagai investasi strategis masa depan bangsa: Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Langkah ini menunjukkan bahwa isu ketahanan pangan dan gizi anak telah naik kelas dari sekadar agenda sosial menjadi agenda geopolitik dan pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang fundamental.
Baca Juga: GEGARA KUHAP BARU: Koalisi Masyarakat Sipil Ancam Gugat Prabowo Hingga Level PBB!
MBG: Mengubah Kebutuhan Dasar Menjadi Kekuatan Ekonomi
Mengawali pidatonya dengan mengapresiasi kepemimpinan Afrika Selatan dalam memajukan ketahanan energi, air, dan pangan, Gibran segera menarik garis lurus ke Indonesia.
Baginya, ketahanan pangan adalah kebutuhan dasar yang tak bisa ditawar, jauh melampaui sekadar agenda ekonomi semata.
“Oleh karena itu, Presiden Indonesia berfokus pada ketahanan pangan dan makanan bergizi gratis bagi 80 juta pelajar dan ibu hamil sebagai investasi strategis,” tegas Gibran, dikutip dari siaran YouTube Wakil Presiden RI.
Pidato ini menegaskan visi pemerintah baru bahwa pemberian gizi bukan hanya upaya mengatasi kekurangan, melainkan upaya strategis untuk menciptakan SDM unggul.
Dampak Berlipat Ganda: dari Pangan ke Perekonomian Lokal
Namun, program MBG yang ambisius ini ternyata dirancang untuk memberikan dampak yang berlipat ganda (multiplier effect). Gibran menyebut, pelaksanaan program ini secara langsung:
1. Mendorong penggunaan produk lokal secara masif.
2. Memberdayakan petani dan peternak di seluruh pelosok negeri.
3. Memperluas kegiatan ekonomi di berbagai bidang terkait.
Pernyataan ini diperkuat oleh data dari Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, yang hadir di acara SAC 2025 beberapa waktu lalu.
Menurut Dadan, 85 persen anggaran MBG digunakan untuk membeli bahan baku, dan 99 persen bahan baku tersebut berasal dari sektor pertanian lokal.
"Program MBG identik dengan kemandirian dan ketahanan pangan lokal," jelas Dadan.
Bahkan, uang yang digelontorkan ke unit-unit pelaksana (SPPG) sangat besar, dengan estimasi Rp900 juta hingga Rp4 miliar per bulan di setiap daerah, yang sebagian besar berputar kembali untuk memberdayakan ibu-ibu dan pekerja lokal di dapur umum.
Visi 2045: Mempersiapkan Generasi Emas Melalui Gizi
Poin utama yang disampaikan oleh BGN dan ditegaskan secara implisit dalam pidato Gibran adalah: MBG adalah jembatan menuju Generasi Emas Indonesia 2045.
Dadan Hindayana menyebut bahwa MBG adalah program terbesar dalam sejarah investasi SDM Indonesia untuk menyambut momentum 2045.
Dengan menyasar anak sekolah dan ibu hamil, program ini secara fundamental menjamin terpenuhinya hak anak Indonesia atas makanan bergizi sejak dini.
"Artinya, 53 persen hak anak Indonesia sudah bisa kita penuhi dan kita sedang kejar hak anak atas makan bergizi bisa kita penuhi di akhir tahun 2025," kata Dadan.
Baca Juga: Mensos Dorong Karang Taruna Jadi Garda Terdepan Pemberdayaan Desa
Ketahanan: Bukan Sekadar Slogan, Tapi Realitas Cincin Api
Di akhir pidatonya, Gibran memperluas makna "ketahanan" dari isu pangan menjadi konsep yang lebih menyeluruh.
Bagi Indonesia, ketahanan bukan lagi slogan kosong, melainkan sebuah realitas hidup sehari-hari.
Menyebut posisi Indonesia di kawasan Cincin Api Pasifik yang menghadapi lebih dari 3.000 bencana alam setiap tahun (gempa, banjir, letusan gunung berapi), Gibran mempromosikan sebuah konsep baru: Ketahanan yang Berkelanjutan.
Ini adalah kerangka kerja yang harmonis antara:
• Perkembangan SDM (dimulai dari program MBG).
• Pertumbuhan Ekonomi (yang didorong oleh penggunaan produk lokal).
• Perlindungan Lingkungan.
Gibran sukses membawa pesan bahwa tantangan internal Indonesia, mulai dari stunting, ketidaksetaraan ekonomi, hingga ancaman bencana alam, dihadapi dengan solusi yang terintegrasi, di mana Makan Bergizi Gratis adalah fondasi utama untuk membangun masyarakat yang lebih kuat dan siap menghadapi masa depan (**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Geger! Survei SMRC Ungkap Skor Kepemimpinan Tokoh Nasional, Mahfud MD di Puncak, Gibran Terbawah
- 2Mahfud MD Soroti OTT KPK di BNPB, Dana Bencana Diduga Bermasalah saat Warga Butuh Bantuan
- 3Tiga Hari Lagi! Wajib Halal Berlaku 18 Oktober 2026, Ini Daftar Produk yang Harus Punya Sertifikat
- 4Singgung Asap dan Oksigen, Syahganda Dikritik Pejabat Malaysia! Indonesia Didesak Minta Maaf
- 5Bikin Bangga! Persib Menang atas The Cong-Viettel, Liga Indonesia Kini Tembus 16 Besar Asia
- 6Lille Dihajar Arsenal 0-3, tapi Calvin Verdonk Ukir Rekor Bersejarah untuk Indonesia di Liga Champions!
- 7Tangsel Rapi, DPUPR Banten Mulai Bersihkan Kabel Internet Semrawut di Jalan Aria Putra
- 8Juventus Tak Terima Kalah dari Cristiano Ronaldo! Kasus Gaji Rp190 Miliar Kini Dibawa ke Pengadilan Tertinggi Italia
- 9Mbappe Ukir Sejarah saat Real Madrid Comeback 4-3! Rekor Messi Resmi Terlewati, Golnya Tambah Catatan Gila
- 10Real Madrid Menang Dramatis di Markas Roma, Mourinho Malah Tak Mau Selebrasi: Alasannya Bikin Haru!









