Momen Langka! PM Netanyahu Minta Maaf ke Qatar atas Serangan Rudal Israel di Doha, Janji Tak Akan Terjadi Lagi

AKURAT BANTEN - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, melakukan panggilan telepon penting kepada Perdana Menteri Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim Al Thani, dari Gedung Putih pada Senin kemarin.
Dalam percakapan tersebut, Netanyahu menyampaikan permintaan maaf terkait serangan rudal Israel yang mengenai target Hamas di Qatar.
Baca Juga: Hati-hati! Batasan Energi Khodam: Jangan Perintah Terlalu Sering, Bahayanya Berbalik ke Pemilik!
Menurut laporan nzherald.co.nz pada Selasa, 30 September 2025, Netanyahu berjanji bahwa tindakan serupa tidak akan diulang di masa depan. Hal ini menjadi langkah signifikan mengingat ketegangan antara kedua negara dalam beberapa tahun terakhir.
Panggilan telepon ini dilakukan bersamaan dengan pertemuan Netanyahu bersama Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang membahas kemungkinan gencatan senjata di Gaza.
Gedung Putih menyebutkan, Netanyahu “menyampaikan penyesalan mendalam atas serangan rudal Israel terhadap target Hamas di Qatar yang secara tidak sengaja menewaskan seorang prajurit Qatar.”
Baca Juga: DPR Tampung Aspirasi Buruh: Revisi UU Ketenagakerjaan Jadi Prioritas!
Selain menyampaikan penyesalan, Netanyahu juga menekankan bahwa Israel menghormati kedaulatan Qatar dan tidak akan melakukan serangan serupa di masa mendatang. Pernyataan ini dinilai penting untuk meredakan ketegangan yang sempat meningkat akibat insiden tersebut.
Hingga saat ini, Israel belum merilis pernyataan resmi terkait isi percakapan antara Netanyahu dan Sheikh Mohammed.
Namun, Gedung Putih menambahkan bahwa kedua pemimpin sepakat membentuk kelompok kerja tiga pihak untuk meningkatkan koordinasi, memperbaiki komunikasi, menyelesaikan keluhan bersama, serta memperkuat upaya pencegahan ancaman di masa depan.
Baca Juga: Prabowo Geram! BUMN Harus Bersih dari Praktik Bagi Bonus Saat Negara Merugi
Netanyahu dikenal sebelumnya bersikap tegas terhadap Qatar, terutama karena Doha menampung pangkalan udara terbesar milik AS di kawasan Timur Tengah. Qatar juga menjadi lokasi bagi pimpinan Hamas, meski kehadiran mereka secara diam-diam telah diketahui Israel.
Sejak serangan Hamas pada 7 Oktober 2023, Israel memperluas operasi militer ke wilayah lain seperti Iran, Suriah, Lebanon, dan Yaman. Serangan rudal ke Qatar menjadi sorotan karena terjadi saat para pemimpin Hamas sedang membahas proposal gencatan senjata dari AS.
Baca Juga: Tragedi Musala Ambruk Sidoarjo: Kemenag Turun Tangan, Audit Teknis Bangunan Dimulai!
Presiden Trump sebelumnya menyatakan ketidakpuasan atas serangan Israel ke Qatar. Namun belakangan, Trump justru mempererat hubungan dengan Qatar, termasuk menerima hadiah berupa pesawat mewah dari Doha. Hubungan yang semakin dekat ini diduga memengaruhi jalannya diplomasi antara Israel dan Qatar.
Para analis menilai langkah Netanyahu ini merupakan upaya strategis untuk meredakan ketegangan diplomatik sekaligus menunjukkan komitmen Israel terhadap stabilitas kawasan. Langkah pembentukan kelompok kerja tiga pihak juga dianggap sebagai sinyal penting bahwa komunikasi dan koordinasi menjadi prioritas.
Baca Juga: Masjid Jadi Garda Ekonomi Umat, Kemenag dan Baznas Luncurkan Skema Pinjaman Lunak Lawan Pinjol
Insiden ini menjadi pengingat bahwa konflik di Timur Tengah tidak hanya terkait pertikaian langsung, tetapi juga melibatkan dinamika diplomasi internasional.
Permintaan maaf Netanyahu ke Qatar bisa menjadi titik awal dialog lebih intensif, demi menghindari eskalasi yang lebih besar di masa depan.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Mahfud MD Bikin Geger! 'Dicari Sampai Mati Pun Tak Akan Ada Ijazah', Ini Penjelasannya soal Gibran
- 2Anies, Ganjar, dan Mahfud Bakal Masuk Istana? Wacana Pemakzulan Gibran Ikut Jadi Sorotan
- 3Anies Baswedan Disarankan Masuk Kabinet Prabowo, Syahganda Sampai Sebut Posisi Menteri Ini!
- 4Denny Indrayana Soroti Sikap Megawati soal Gibran, PDIP Bakal Bergerak atau Pilih Diam?
- 5Duet Dedi Mulyadi-Purbaya Jadi Sorotan! Syahganda Singgung Pilihan Mengejutkan Purbaya
- 6Mahfud MD Jelaskan Beda Pemakzulan dan Pidana dalam Kasus Gibran, Ini Tahapan Hukumnya!
- 7Nasabah BTN Klaim Dana Rp17 Miliar Bermasalah, Setiap Rp1 Miliar Masuk Saldo Disebut Tersisa Rp100, Ada Apa?
- 8Miris! 21 Tahun Jadi Pemulung, Lansia Ini Tak Tahu Punya Uang Pensiun Rp1,1 Miliar
- 9Anies, Ganjar, dan Mahfud Bakal Masuk Istana? Wacana Pemakzulan Gibran Ikut Jadi Sorotan
- 10Mahfud MD Jelaskan Beda Pemakzulan dan Pidana dalam Kasus Gibran, Ini Tahapan Hukumnya!







