TERNYATA, Hasan Nasbi Sudah Ditunjuk Jadi Komisaris Pertamina Sebelum Resmi Mundur dari Jabatan Sebelumnya. Kok Bisa?

AKURAT BANTWN-Nama Hasan Nasbi tiba-tiba menjadi perbincangan hangat di kalangan publik. Bagaimana tidak, perjalanan kariernya belakangan ini terasa begitu cepat dan penuh kejutan.
Tak lama setelah resmi berpamitan dari posisinya sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, ia langsung mendapat jabatan strategis lain: Komisaris PT Pertamina (Persero).
Pengumuman pengangkatan Hasan Nasbi sebagai Komisaris Pertamina membuat banyak orang bertanya-tanya.
Keputusan ini, yang diumumkan oleh VP Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso, ternyata sudah ditetapkan sejak 11 September 2025.
Baca Juga: Bukan Soal Makanan, Ini Alasan Istana Tolak Mentah Usulan DPR Ganti MBG Jadi Uang Tunai!
Ini artinya, keputusan tersebut diambil sebelum ia mengumumkan pengunduran dirinya dari jabatannya yang lama pada 18 September 2025.
Fakta ini menjadi poin menarik. Sesuai dengan Keputusan Menteri BUMN Nomor SK-247/MBU/09/2025 dan Direktur Utama PT Danantara Asset Management Nomor SK.055/DI-DAM/DO/2025, penunjukan Hasan Nasbi memang sudah sah secara hukum.
Namun, alur waktu yang berdekatan ini menimbulkan spekulasi dan rasa penasaran. Apakah ini sudah menjadi rencana dari jauh-jauh hari?
Pada 18 September 2025, melalui akun Instagram resmi @pco.ri, Hasan Nasbi mengucapkan selamat tinggal kepada tim yang telah membantunya selama satu tahun masa jabatannya.
Ia menyampaikan rasa bangga dan permohonan maaf, menutup babak kariernya sebagai Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan.
Namun, hanya berselang beberapa hari, namanya kembali muncul, bukan sebagai mantan pejabat, melainkan sebagai salah satu petinggi di perusahaan energi terbesar di Indonesia.
Penunjukan ini memunculkan pertanyaan kritis: apa pertimbangan utama di balik keputusan tersebut?
Mengapa seorang komunikator politik dipercaya menduduki posisi strategis di perusahaan BUMN sebesar Pertamina?
Baca Juga: Indonesia Posisi Kedua! Ternyata Ini 10 Negara Paling 'Gila' Makan Mie Instan
Tentu saja, jabatan ini menuntut kompetensi yang berbeda, termasuk pemahaman mendalam tentang industri minyak dan gas.
Perjalanan Hasan Nasbi dari juru bicara pemerintah ke jajaran dewan komisaris Pertamina bukan sekadar pergantian jabatan biasa.
Keputusan ini menarik untuk dicermati, mengingat peran komisaris sangat vital dalam mengawasi jalannya perusahaan.
Jabatan tersebut menuntut integritas, keahlian manajerial, dan pemahaman bisnis yang kuat.
Pergantian ini mungkin bagian dari strategi besar yang dilakukan oleh Kementerian BUMN untuk memperkuat pengawasan internal di Pertamina.
Atau, bisa jadi, ini merupakan bentuk penghargaan atas kinerja Hasan Nasbi selama menjabat sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah.
Yang jelas, keputusan ini menambah daftar panjang pejabat yang menyeberang dari dunia politik ke jajaran direksi atau komisaris perusahaan BUMN (**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Anies Baswedan Disarankan Masuk Kabinet Prabowo, Syahganda Sampai Sebut Posisi Menteri Ini!
- 2Bukan Cuma Gibran, Ahmad Ali Ungkap Kaesang Mulai Diproyeksikan PSI Jadi Presiden
- 3Duet Dedi Mulyadi-Purbaya Jadi Sorotan! Syahganda Singgung Pilihan Mengejutkan Purbaya
- 4Mahfud MD Bongkar Rencana Pergantian Listyo Sigit yang Sempat Tertunda, Nama Gibran Ikut Muncul
- 5CPA Days 2026 Digelar di BINUS Alam Sutera, IAPI Dorong Talenta Akuntan Publik Kuasai AI
- 6Gibran dan Kemendikdasmen Diadukan ke Bareskrim soal Suket SMA, Bola Panas Usai Putusan MK
- 7Liverpool Dihantam Badai Cedera Jelang Hadapi Man City, Isak dan Gakpo Terancam Absen!
- 8Gaji Wantimpres Rp76,5 Juta Disebut Receh oleh Rocky Gerung, Responsnya Bikin Penasaran!
- 9Bukan Cuma Soal Sepak Bola! Kepergian Cristiano Ronaldo Bisa Bikin Keuangan Portugal Guncang
- 10Nasib Cristiano Ronaldo di Timnas Portugal di Ujung Tanduk: Skorsing 6 Bulan Mengintai Usai Tinggalkan TC








