Banten

TERNYATA, Hasan Nasbi Sudah Ditunjuk Jadi Komisaris Pertamina Sebelum Resmi Mundur dari Jabatan Sebelumnya. Kok Bisa?

Saeful Anwar | 22 September 2025, 16:09 WIB
TERNYATA, Hasan Nasbi Sudah Ditunjuk Jadi Komisaris Pertamina Sebelum Resmi Mundur dari Jabatan Sebelumnya. Kok Bisa?

AKURAT BANTWN-Nama Hasan Nasbi tiba-tiba menjadi perbincangan hangat di kalangan publik. Bagaimana tidak, perjalanan kariernya belakangan ini terasa begitu cepat dan penuh kejutan.

Tak lama setelah resmi berpamitan dari posisinya sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, ia langsung mendapat jabatan strategis lain: Komisaris PT Pertamina (Persero).

Pengumuman pengangkatan Hasan Nasbi sebagai Komisaris Pertamina membuat banyak orang bertanya-tanya.

Keputusan ini, yang diumumkan oleh VP Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso, ternyata sudah ditetapkan sejak 11 September 2025.

Baca Juga: Bukan Soal Makanan, Ini Alasan Istana Tolak Mentah Usulan DPR Ganti MBG Jadi Uang Tunai!

Ini artinya, keputusan tersebut diambil sebelum ia mengumumkan pengunduran dirinya dari jabatannya yang lama pada 18 September 2025.

Fakta ini menjadi poin menarik. Sesuai dengan Keputusan Menteri BUMN Nomor SK-247/MBU/09/2025 dan Direktur Utama PT Danantara Asset Management Nomor SK.055/DI-DAM/DO/2025, penunjukan Hasan Nasbi memang sudah sah secara hukum.

Namun, alur waktu yang berdekatan ini menimbulkan spekulasi dan rasa penasaran. Apakah ini sudah menjadi rencana dari jauh-jauh hari?

Pada 18 September 2025, melalui akun Instagram resmi @pco.ri, Hasan Nasbi mengucapkan selamat tinggal kepada tim yang telah membantunya selama satu tahun masa jabatannya.

Baca Juga: Darurat Agraria! Petani Turun Ke Jalan Tagih Asta Cita Hingga Nekat Cor Badan di Depan Istana, Ada Apa?

Ia menyampaikan rasa bangga dan permohonan maaf, menutup babak kariernya sebagai Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan.

Namun, hanya berselang beberapa hari, namanya kembali muncul, bukan sebagai mantan pejabat, melainkan sebagai salah satu petinggi di perusahaan energi terbesar di Indonesia.

Penunjukan ini memunculkan pertanyaan kritis: apa pertimbangan utama di balik keputusan tersebut?

Mengapa seorang komunikator politik dipercaya menduduki posisi strategis di perusahaan BUMN sebesar Pertamina?

Baca Juga: Indonesia Posisi Kedua! Ternyata Ini 10 Negara Paling 'Gila' Makan Mie Instan

Tentu saja, jabatan ini menuntut kompetensi yang berbeda, termasuk pemahaman mendalam tentang industri minyak dan gas.

Perjalanan Hasan Nasbi dari juru bicara pemerintah ke jajaran dewan komisaris Pertamina bukan sekadar pergantian jabatan biasa.

Keputusan ini menarik untuk dicermati, mengingat peran komisaris sangat vital dalam mengawasi jalannya perusahaan.

Jabatan tersebut menuntut integritas, keahlian manajerial, dan pemahaman bisnis yang kuat.

Baca Juga: AHY Sebut Pemerintah Masih Jajaki Investor Asing untuk Proyek Giant Sea Wall di Laut Pantura, Prabowo Terbuka untuk Semua Negara

Pergantian ini mungkin bagian dari strategi besar yang dilakukan oleh Kementerian BUMN untuk memperkuat pengawasan internal di Pertamina.

Atau, bisa jadi, ini merupakan bentuk penghargaan atas kinerja Hasan Nasbi selama menjabat sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah.

Yang jelas, keputusan ini menambah daftar panjang pejabat yang menyeberang dari dunia politik ke jajaran direksi atau komisaris perusahaan BUMN (**)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

S
Reporter
Saeful Anwar
Abdurahman