Banten

IHSG Bangkit Cepat Usai Gejolak, Analis: Investor Masih Yakin pada Fondasi Ekonomi RI

Moehamad Dheny Permana | 4 September 2025, 14:31 WIB
IHSG Bangkit Cepat Usai Gejolak, Analis: Investor Masih Yakin pada Fondasi Ekonomi RI

Akurat Banten - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menunjukkan ketangguhannya dengan rebound cepat setelah sempat tertekan akibat gelombang unjuk rasa yang berujung ricuh di beberapa kota besar.

Hanya dalam hitungan hari, IHSG berhasil menguat kembali ke level 7.800-an.

Kondisi ini, menurut ekonom dan praktisi pasar modal Hans Kwee, menegaskan bahwa kepercayaan investor terhadap pasar saham Indonesia tetap solid.

“Banyak investor melihat potensi pertumbuhan yang lebih tinggi di emerging market, termasuk Indonesia. Dampak demo hanya bersifat jangka pendek,” jelas Hans.

Ia menambahkan, meski Indonesia sempat menjadi sorotan karena dinamika politik domestik, investor asing tetap menilai bursa Tanah Air memiliki peluang besar dibandingkan negara kawasan seperti Thailand.

Hans juga menyoroti langkah sigap regulator dalam meredam kepanikan pasar.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) disebut cepat menyesuaikan aturan, seperti mekanisme trading halt dan kemudahan buyback tanpa RUPS.

“Fundamental ekonomi kita bagus. OJK menunjukkan respons yang tepat, ditambah dukungan Kementerian Perekonomian yang membantu menenangkan pasar,” ujar Hans.

Tak hanya regulator, pemerintah dan aparat keamanan juga berperan penting dalam menstabilkan keadaan.

Menurut Hans, pidato Presiden Prabowo Subianto yang diikuti dengan langkah tegas aparat membuat situasi sosial kembali kondusif, dan efeknya langsung terasa pada perdagangan saham.

Baca Juga: Energi Jadi Motor, IHSG Sukses Parkir di Zona Hijau

“Begitu ketegangan mereda, IHSG dengan cepat kembali menghijau,” imbuhnya.

Dari sisi indikator ekonomi, Hans menilai kondisi dalam negeri masih terjaga.

Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur yang kembali menembus angka 50 menjadi sinyal bahwa aktivitas industri mulai pulih.

Faktor eksternal juga ikut memengaruhi arah pasar.

Hans menyebut perkembangan di Amerika Serikat, mulai dari intervensi Presiden Donald Trump terhadap kebijakan The Fed hingga putusan pengadilan mengenai tarif impor, turut membentuk sentimen investor.

Melihat tren terkini, Hans memperkirakan IHSG akan bergerak di kisaran 7.800 hingga 8.100.

Ia menilai risiko penurunan mulai terbatas karena valuasi saham di Indonesia masih tergolong murah, sementara kondisi makroekonomi menunjukkan perbaikan.

Ke depan, Hans berharap dinamika politik dan penyampaian aspirasi masyarakat berlangsung damai agar stabilitas pasar keuangan tetap terjaga.

“Kondusifitas menjadi kunci untuk mendukung iklim investasi yang sehat,” pungkasnya.

Sebagai catatan, unjuk rasa yang memicu gejolak pasar sempat berlangsung sejak akhir Agustus 2025.

Baca Juga: Dunia Terkejut, Ramalan Gus Dur Terwujud, Ini 5 Ramalan Gus Dur yang Jadi Kenyataan, Dari Presiden Jokowi Sampai Prabowo, Bikin Publik Merinding!

Aksi massa pada 25 Agustus di depan DPR/MPR Jakarta berlanjut pada 28 Agustus, ketika kericuhan menyebabkan korban jiwa dan merembet ke berbagai daerah.

Kerusuhan tersebut memukul IHSG hingga terkoreksi 2,27 persen pada 29 Agustus 2025 dan kembali jatuh lebih dalam pada 1 September 2025.

Namun, pada 2 dan 3 September 2025, indeks mampu kembali menguat seiring meredanya situasi di lapangan.

Pergerakan cepat ini menunjukkan betapa pasar saham Indonesia masih memiliki daya tarik kuat, meskipun dibayangi tekanan sosial politik.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.