Banten

Harga Emas UBS dan Galeri24 Turun, Investor Mulai Lirik Peluang Beli

Moehamad Dheny Permana | 30 Juli 2025, 06:37 WIB
Harga Emas UBS dan Galeri24 Turun, Investor Mulai Lirik Peluang Beli

Akurat Banten - Harga emas batangan dari dua produsen besar, UBS dan Galeri24, menunjukkan tren penurunan yang menarik perhatian pelaku pasar dan masyarakat.

Meski penurunan ini mungkin terlihat kecil, namun sinyal perubahan ini bisa menjadi peluang emas, secara harfiah bagi investor jeli.

Pada Rabu, 30 Juli 2025, laman resmi Sahabat Pegadaian mencatat bahwa harga emas Galeri24 mengalami penurunan Rp8.000 per gram, dari Rp1.894.000 menjadi Rp1.886.000.

Sementara itu, emas UBS juga turun Rp4.000 menjadi Rp1.914.000 per gram dari harga sebelumnya Rp1.918.000.

Meski hanya berbeda beberapa ribu rupiah, perubahan ini tak luput dari perhatian.

Penurunan harga logam mulia ini dinilai sebagai bagian dari fluktuasi wajar pasar, yang biasanya dipengaruhi oleh banyak faktor, mulai dari nilai tukar rupiah, kondisi ekonomi global, hingga pergerakan suku bunga Amerika Serikat.

Baca Juga: 7 Rekomendasi HP Murah dengan RAM Besar, Aman di Kantong dan Tahan Dipakai Jangka Panjang

Bagi masyarakat awam, harga emas yang bervariasi memang bisa membingungkan. Namun, sebenarnya harga juga disesuaikan berdasarkan berat dan jenis produsen. Misalnya, untuk emas UBS:

  • 0,5 gram: Rp1.035.000
  • 1 gram: Rp1.914.000
  • 5 gram: Rp9.385.000
  • 100 gram: Rp185.885.000
  • 500 gram: Rp928.055.000

Sementara emas Galeri24, yang tersedia hingga 1.000 gram, juga mengalami penurunan harga serupa:

  • 1 gram: Rp1.886.000
  • 5 gram: Rp9.220.000
  • 100 gram: Rp183.212.000
  • gram: Rp1.830.308.000

Dari daftar tersebut terlihat bahwa semakin besar beratnya, maka harga per gram cenderung lebih rendah dibanding satuan kecil, hal ini karena perhitungan biaya produksi dan margin distribusi.

Baca Juga: Polisi Tampilkan Barang Milik Arya Daru, Penyelidikan Kematian Masih Sisakan Tanda Tanya

Menariknya, beberapa pembeli melihat penurunan harga ini bukan sebagai sinyal negatif, melainkan kesempatan.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.