Jalan Kaki Kurang dari 50 Kilometer, Ribuan Masyarakat Suku Baduy Gelar Seba ke Pemerintah

AKURAT BANTEN - Ribuan masyarakat Suku Baduy, Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten berkunjung ke Pemerintah Daerah Kabupaten Lebak, Jum'at (17/2023).
Kemeriahan terlihat saat ribuan masyarakat Suku Baduy, tiba di Alun-Alun Rangkasbitung, Kabupaten Lebak. Tidak sedikit pengunjung yang melihat mereka berjalan kaki dengan baju khasnya yang dikawal kepolisian, mengaku merinding.
Kedatangan masyarakat adat Baduy ke Pemerintah Daerah Kabupaten Lebak itu, merupakan salah satu ritual diantaranya silaturahmi dengan pemerintah dengan membawa hasil penen bumi selama setahun.
Baca Juga: Jangan Panik! Ini Cara Mengatasi Kartu ATM Tertelan Mesin
Mereka datang mengenakan baju serba hitam putih (baduy dalam), hitam biru (baduy luar), di sepanjang jalan Rangkasbitung - Leuwidamar terlihat warga juga turut menyambut hingga sebelum masuk Pendopo Pemkab Lebak.
Seperti dirasakan warga Kecamatan Rangkasbitung Dendi, yang datang ke Alun-Alun Rangkasbitung, untuk melihat dan menyaksikan acara Seba Baduy. Dirinya mengaku terkesan melihat kemeriahan atas kegiatan itu.
“Mungkin tidak saya saja pengunjung lainnya pun dipastikan merasakan hal yang serupa dengan saya, yaitu ada rasa merinding,” katanya.
Baca Juga: Tahun 2050 Ada 2000 Pulau Tenggelam, Indonesia Masuk Dalam Wilayah Kuning
Kedatangan ribuan warga dalam acara Seba Baduy yang dipimpin Kepala Dinas Kebudayan dan Pariwisata (Disbudpar) Lebak, Imam Rismahayadin ini disambut Sekda Lebak Budi Santoso.
“Seba Baduy tahun 2024 ini, merupakan Seba gede alias Seba besar. Karena sebanyak 1500 warga suku Adat Baduy datang ke Pendopo Pemkab Lebak, dengan berjalan kaki kurang dari 50 kilometer. Mereka berangkat dari kantor Desa Kanekes,” katanya.
Seba ini kata Imam, merupakan upacara tradisional yang biasa dilakukan masyarakat Suku Baduy. Tradisi seba biasa dilakukan dalam rangka menyampaikan rasa syukur atas hasil panen yang berlimpah dalam setahun.
Baca Juga: Kasus Pembunuhan Vina Cirebon Mencuat, Ayah Eki Angkat Suara!
"Seba ini rutin digelar setiap tahun yang di dalamnya ada prosesi silaturahmi antara masyarakat Suku Baduy dengan pemerintah setempat. Tradisi seba dilakukan di Pendopo Pemkab Lebak dan Provinsi Banten," ungkapnya.
Dalam bahasa Baduy seba artinya persembahan. Dalam konteks upacara seba, masyarakat Baduy atau Urang Kanekes akan mempersembahkan hasil panen kepada pemerintah.
Tradisi Seba ini menjadi wujud kesetiaan dan ketaatan Suku Baduy kepada pemerintah. Pemerintah yang dimaksud adalah Pemerintah Kabupaten Lebak dan Provinsi Banten.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Anies Baswedan Disarankan Masuk Kabinet Prabowo, Syahganda Sampai Sebut Posisi Menteri Ini!
- 2Bukan Cuma Gibran, Ahmad Ali Ungkap Kaesang Mulai Diproyeksikan PSI Jadi Presiden
- 3Duet Dedi Mulyadi-Purbaya Jadi Sorotan! Syahganda Singgung Pilihan Mengejutkan Purbaya
- 4Mahfud MD Bongkar Rencana Pergantian Listyo Sigit yang Sempat Tertunda, Nama Gibran Ikut Muncul
- 5CPA Days 2026 Digelar di BINUS Alam Sutera, IAPI Dorong Talenta Akuntan Publik Kuasai AI
- 6Gibran dan Kemendikdasmen Diadukan ke Bareskrim soal Suket SMA, Bola Panas Usai Putusan MK
- 7Liverpool Dihantam Badai Cedera Jelang Hadapi Man City, Isak dan Gakpo Terancam Absen!
- 8Gaji Wantimpres Rp76,5 Juta Disebut Receh oleh Rocky Gerung, Responsnya Bikin Penasaran!
- 9Bukan Cuma Soal Sepak Bola! Kepergian Cristiano Ronaldo Bisa Bikin Keuangan Portugal Guncang
- 10Nasib Cristiano Ronaldo di Timnas Portugal di Ujung Tanduk: Skorsing 6 Bulan Mengintai Usai Tinggalkan TC








