Berawal dari Dendam, Begini Kronologi Pembunuhan Sadis Penjual Madu di Serang

AKURAT BANTEN - Warga Kampung Bendung, Desa Bandung, Kecamatan Tanara, digegerkan dengan temuan mayat tanpa identitas.
Mayat tersebut tergeletak di pinggir jalan dengan sejumlah luka bekas sabetan senjata tajam, pada Senin (25/3/2024).
Hasil autopsi jenazah korban terdapat 17 luka bacokan dan 5 luka tusukan di bagian tubuhnya.
Baca Juga: Profil Harvey Moeis, Suami Sandra Dewi yang Terlibat Kasus Korupsi Timah
"Korban meninggal karena ada vacokan di kepala," kata Kapolres Serang AKBP Candra Sasongko, di Polres Serang, Jumat (29/3/2024).
Candra menjelaskan, aksi pembantaian itu direncanakan di wilayah Kota Serang, saat AS berkunjung ke kontrakan ES di Kalodran.
Saat itu, ES juga menceritakan kekesalan dirinya terhadap Ginanjar kepada AS, hingga ia ingin memberikan pelajaran kepada korban.
"ES berencana memberikan pelajaran terhadap korban dengan cara melukai korban hingga cacat," cetusnya.
Tetapi ES mengaku tidak bisa melakukan itu sendirian. Dia meminta AS mengajak satu rekannya lagi agar bisa membantu rencananya.
Baca Juga: Heboh! Ryeowook Super Junior Umumkan Pernikahannya dengan Ari Eks TAHITI pada Mei 2024
"AS menghubungi rekannya AL (DPO) untuk membantu aksinya tersebut," ungkapnya.
Kemudian, pada Minggu 24 Maret 2024, AS dan AL mendatangi kontrakan ES, pada pukul 16.00 WIB di Kalodran dan merencanakan untuk menjebak korban.
"Malamnya sekira pukul 20.00 WIB, mereka mendatangi lokasi dan lokasinya ditentukan oleh AL (DPO)," jelasnya.
ES juga meminta AS dan AL membawa golok dan mulai merencanakan penjebakan, hingga korban bisa dibawa ke tempat tersebut lalu melakukan rencananya seperti pembegalan.
Karena korban berposisi sebagai penjual madu, maka AL menghubunginya sebagai calon pembeli madu.
"AL menghubungi korban menggunakan handphone milik AS dengan berpura-pura menjadi pembeli madu," katanya.
AL yang terus berkomunikasi kemudian menjemput korban yang sudah menunggu di wilayah Balaraja, Kabupaten Tangerang.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Parfum Wanita Terbaik 2024, Wanginya Lembut dan Tahan Lama!
"AL menjemput menggunakan kendaraan roda dua untuk membawa korban ke lokasi kejadian," ucapnya.
Sementara, lanjut Candra, ES dan AS menunggu di lokasi dan menggunakan penutup wajah (Sebo).
"Karena menunggu terlalu lama, ES dan AS berniat meninggalkan lokasi dan membatalkan rencananya," ujarnya.
Namun, saat hendak membatalkan rencana tersebut, ES dan AS berpapasan dengan Al yang membonceng korban.
Sehingga ES dan AS kembali putar balik menyusul AL yang membonceng korban ke lokasi kejadian.
"Al memberhentikan kendaraan dan berpura-pura buang air kecil. Kemudian ES dan AS datang langsung turun dari kendaraan dan membacok korban dibagian wajahnya," ucap Kapolres Serang.
Setelah dibacok, korban berusaha untuk melarikan diri. Namun pelaku ES kembali membacok korban di bagian betis hingga membuat korban terjatuh.
"Es membacok betis sebelah kanan korban, lalu korban terjatuh. Setelah itu ES berkali-kali membacok bagian tubuh korban hingga meninggal dunia. AL (DPO) juga ikut melakukan aksi pembacokan itu kepada korban," jelasnya.
Setelah korban meninggal dunia, pelaku ES meminta pelaku AL dan AS membawa semua barang milik korban.
"Barang-barangnya dibuang di laut yang berada di daerah pulau cangkir," tandasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Pilpres 2029 Berpotensi Hanya Dua Pasangan, Bagaimana Nasib Dedi Mulyadi? Ini Skenarionya
- 2Besok Jadi Sorotan! BEM UI Siapkan Demo 2 Tahun Prabowo-Gibran, Tugu Tani hingga Tugu Proklamasi Disorot
- 3Lionel Messi Bikin Rekor Gila di MLS! Cetak 2 Gol, Pelatih Inter Miami Sampai Menyebutnya Alien
- 4Bukan MU atau Arsenal, 2 Klub Ini Kuasai Rekor Kemenangan Beruntun Premier League!
- 5Analisis Roy Suryo dan Dokter Tifa soal Dokumen Ijazah Jokowi Jadi Sorotan, Apa Fakta Hukumnya?
- 6Wendi Cagur Bikin Geger! Akun Medsos Diduga Dibatasi Usai Suarakan Karhutla, 5 Figur Publik Ikut Disorot
- 7Kabar Terbaru MBG! Siswa Boleh Tambah Makan, Sistem Prasmanan Diuji di 10 Provinsi
- 8Disetujui Prabowo, Siswa Tak Bisa Otomatis Naik Kelas Mulai 2027/2028! Ini Aturan Barunya
- 9PSG Hancurkan Rekor Sempurna Barcelona, Respons Hansi Flick Justru Bikin Publik Heran!
- 10Vietnam Mulai Ketar-ketir! Timnas Indonesia Segera Punya Senjata Baru, Taisei Marukawa Tinggal 2 Tahap








