Banten

Sempat Jadi Kebanggaan Warga Lebak, Air Mancur Menari di Balong Rancalentah Kini seperti Rongsokan Terapung

Ratu Tiarasari | 21 Desember 2023, 20:25 WIB
Sempat Jadi Kebanggaan Warga Lebak, Air Mancur Menari di Balong Rancalentah Kini seperti Rongsokan Terapung

AKURAT BANTEN - Keberadaan Air Mancur di Balong Rancalentah sempat menjadi kebanggaan warga Kota Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten.

Air mancur menari dengan paduan lampu warna-warni menjadi destinasi wisata yang menarik perhatian warga dalam kota.

Belum genap satu tahun, air mancur yang berada di jalan RH. Hardiwinangun, Kelurahan Rangkasbitung Barat, Kecamatan Rangkasbitung yang dibiayai dari anggaran Corporate Social Responcibility (CSR) dari Bank bjb sebesar Rp754 juta, kini kondisinya terlihat seperti barang rongsokan yang mengapung di atas air.

Baca Juga: Penerapan Pola Penta Helix Stunting di Pandeglang Diharapkan Kembali Turun

Hal itu terjadi, lantaran OPD terkait itu diduga tidak mampu melestarikan serta membiayai perbaikan fasilitas air mancur setelah di serahterimakan Bank bjb kepada Pemerintah Kabupaten Lebak.

Sontak saja, sejumlah warga menilai floting program CSR Bank bjb pembuatan air mancur menari di Balong Rancalentah Mubadzir.

"Air mancur yang di buat dan di danai dana CSR bjb yang nilainya ratusan juta rupiah itu mungkin tadinya bertujuan agar Balong Rancalentah terlihat indah dan bagus. Tujuannya saya sepakat," kata Dodo, seorang warga Kabupaten Lebak, Kamis (21/12/2023).

"Keberadaannya saat ini seperti tidak terurus bahkan seperti barang rongsokan yang terapung di air. Saya berharap kedepan, bjb bila mau mengalokasikan dana CSR sebaiknya kepada hal-hal yang bermanfaat bagi masyarakat banyak. Sayang kan kalau sudah seperti ini, mubadzir gitu loh," imbuhnya.

Baca Juga: Mobil Diarahkan ke Exit Tol Rawa Bokor Jika Terjadi Kemacetan saat Nataru 2024

Dodo juga mempertanyakan peran Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lebak, dalam perawatan fasilitas tersebut setelah adanya serah terima aset dari bjb ke Pemkab Lebak. Dodo juga mempertanyakan peran Forum CSR Kabupaten Lebak, sejauh mana forum itu berperan.

"Iya kan, kalau aset tersebut sudah di serah terimakan peran LH Lebak itu sudah jelas ada. Nah bagaimana upayanya, kenapa fasilitas itu tidak lagi difungsikan rusak atau karena apa," ujarnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.