Banten

Warga Desa Mekarjaya Geruduk Kejari Lebak, Laporkan Kades Banyak Pembangunan Mangkrak

Ratu Tiarasari | 12 Desember 2023, 18:51 WIB
Warga Desa Mekarjaya Geruduk Kejari Lebak, Laporkan Kades Banyak Pembangunan Mangkrak

AKURAT BANTEN – Sejumlah warga Desa Mekarjaya, Kecamatan Panggarangan, Kabupaten Lebak, Banten, menggeruduk kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Lebak.

Kedatangan mereka ke Kejari Lebak tersebut untuk melaporkan sejumlah kegiatan di desanya yang diduga disalahgunakan oleh oknum Kepala Desa setempat.

Asep Supriyadi, perwakilan warga yang menyerahkan laporan menyatakan, sejumlah program diduga kuat telah dijadikan ajang memperkaya diri oknum kepala desa, hingga menyebabkan pembangunan di desa itu menjadi mangkrak dan tidak selesai.

Baca Juga: Berlangsung Ketat, Pengamanan Debat Capres-Cawapres di Kantor KPU

“Kami menyerahkan sejumlah laporan terkait program yang turun ke desa. Program itu di kerjakan langsung kepala desa, tetapi hasil pekerjaannya sangat tidak layak,” kata Asep Supriyadi perwakilan warga, pada awak media, Selasa (12/12/2023). 

Menurutnya, warga Desa Mekarjaya sudah kesal dengan ulah pimpinannya yang semena mena dan tidak mempunyai empati.

Program yang diduga telah dikorupsi adalah dana Covid 19, program jaringan usaha tani Kampung Nahurip sebesar Rp75 juta, pembelian alat jembatan Ciajen dengan anggaran Rp90 juta.

Kemudian, anggaran PKK dengan nilai Rp50 juta, program pelebaran jalan di Kampung Mekarsari dengan nominal Rp90 juta, pungutan sertifikat gratis sebesar Rp250 ribu perbuku, pembangunan rabat beton di Kampung Cisaat dengan nilai Rp50 juta.

“Program yang kami tulis dalam laporan di lapangan sama sekali tidak ada. Bahkan berbagai musyawarah desa guna menentukan pekerjaan kegiatan pun ia piktifkan, hanya administrasi dan dokumentasi formalitas saja,” ujar Asep, diamini Nadria dan Yusuf warga lainnya.

Baca Juga: Sambut Hari Juang TNI AD, Kodim 0601 Pandeglang Gelar Donor Darah

Asep menjelaskan, warga sama sekali tidak bisa bertemu dengan Kepala Desa guna melakukan klarifikasi. Ketika ingin ditemui selalu menghindar. Berdasarkan keterangan perangkat desa, jika semua program yang masuk ke desa dilaksanakan kepala desa langsung.

“Kami belum pernah bertemu dengan kepala desa guna melakukan klarifikasi. Pernah ketemu dengan sekertaris desa, itu pun kata pak Sekdes yang akan ditanyakan oleh masyarakat lebih baik ditanyakan kepada pak kades, karena sebagian uang kegiatan diambil pak Kades,” jelas Asep.

Menanggapi laporan masyarakat Desa Mekarjaya, Kepala Seksi (Kasie) Intelejen Kejari Lebak, Andi Muhammad Nur Indra Maharvira mengaku, untuk sementara pihaknya menerima berkas laporan dari masyarakat.

Langkah selanjutnya, adalah memanggil kepala desa guna melakukan klarifikasi terkait beberapa program yang dilaporkan masyarakat.

“Kita terima laporan dari warga, kemudian nanti kita lakukan pemanggilan kepada kepala desa guna meminta klarifikasi,” tukasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.