Warga Desa Mekarjaya Geruduk Kejari Lebak, Laporkan Kades Banyak Pembangunan Mangkrak

AKURAT BANTEN – Sejumlah warga Desa Mekarjaya, Kecamatan Panggarangan, Kabupaten Lebak, Banten, menggeruduk kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Lebak.
Kedatangan mereka ke Kejari Lebak tersebut untuk melaporkan sejumlah kegiatan di desanya yang diduga disalahgunakan oleh oknum Kepala Desa setempat.
Asep Supriyadi, perwakilan warga yang menyerahkan laporan menyatakan, sejumlah program diduga kuat telah dijadikan ajang memperkaya diri oknum kepala desa, hingga menyebabkan pembangunan di desa itu menjadi mangkrak dan tidak selesai.
Baca Juga: Berlangsung Ketat, Pengamanan Debat Capres-Cawapres di Kantor KPU
“Kami menyerahkan sejumlah laporan terkait program yang turun ke desa. Program itu di kerjakan langsung kepala desa, tetapi hasil pekerjaannya sangat tidak layak,” kata Asep Supriyadi perwakilan warga, pada awak media, Selasa (12/12/2023).
Menurutnya, warga Desa Mekarjaya sudah kesal dengan ulah pimpinannya yang semena mena dan tidak mempunyai empati.
Program yang diduga telah dikorupsi adalah dana Covid 19, program jaringan usaha tani Kampung Nahurip sebesar Rp75 juta, pembelian alat jembatan Ciajen dengan anggaran Rp90 juta.
Kemudian, anggaran PKK dengan nilai Rp50 juta, program pelebaran jalan di Kampung Mekarsari dengan nominal Rp90 juta, pungutan sertifikat gratis sebesar Rp250 ribu perbuku, pembangunan rabat beton di Kampung Cisaat dengan nilai Rp50 juta.
“Program yang kami tulis dalam laporan di lapangan sama sekali tidak ada. Bahkan berbagai musyawarah desa guna menentukan pekerjaan kegiatan pun ia piktifkan, hanya administrasi dan dokumentasi formalitas saja,” ujar Asep, diamini Nadria dan Yusuf warga lainnya.
Baca Juga: Sambut Hari Juang TNI AD, Kodim 0601 Pandeglang Gelar Donor Darah
Asep menjelaskan, warga sama sekali tidak bisa bertemu dengan Kepala Desa guna melakukan klarifikasi. Ketika ingin ditemui selalu menghindar. Berdasarkan keterangan perangkat desa, jika semua program yang masuk ke desa dilaksanakan kepala desa langsung.
“Kami belum pernah bertemu dengan kepala desa guna melakukan klarifikasi. Pernah ketemu dengan sekertaris desa, itu pun kata pak Sekdes yang akan ditanyakan oleh masyarakat lebih baik ditanyakan kepada pak kades, karena sebagian uang kegiatan diambil pak Kades,” jelas Asep.
Menanggapi laporan masyarakat Desa Mekarjaya, Kepala Seksi (Kasie) Intelejen Kejari Lebak, Andi Muhammad Nur Indra Maharvira mengaku, untuk sementara pihaknya menerima berkas laporan dari masyarakat.
Langkah selanjutnya, adalah memanggil kepala desa guna melakukan klarifikasi terkait beberapa program yang dilaporkan masyarakat.
“Kita terima laporan dari warga, kemudian nanti kita lakukan pemanggilan kepada kepala desa guna meminta klarifikasi,” tukasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Geger! Survei SMRC Ungkap Skor Kepemimpinan Tokoh Nasional, Mahfud MD di Puncak, Gibran Terbawah
- 2Mahfud MD Soroti OTT KPK di BNPB, Dana Bencana Diduga Bermasalah saat Warga Butuh Bantuan
- 3Tiga Hari Lagi! Wajib Halal Berlaku 18 Oktober 2026, Ini Daftar Produk yang Harus Punya Sertifikat
- 4Singgung Asap dan Oksigen, Syahganda Dikritik Pejabat Malaysia! Indonesia Didesak Minta Maaf
- 5Bikin Bangga! Persib Menang atas The Cong-Viettel, Liga Indonesia Kini Tembus 16 Besar Asia
- 6Juventus Tak Terima Kalah dari Cristiano Ronaldo! Kasus Gaji Rp190 Miliar Kini Dibawa ke Pengadilan Tertinggi Italia
- 7Lille Dihajar Arsenal 0-3, tapi Calvin Verdonk Ukir Rekor Bersejarah untuk Indonesia di Liga Champions!
- 8Tangsel Rapi, DPUPR Banten Mulai Bersihkan Kabel Internet Semrawut di Jalan Aria Putra
- 9Mbappe Ukir Sejarah saat Real Madrid Comeback 4-3! Rekor Messi Resmi Terlewati, Golnya Tambah Catatan Gila
- 10Real Madrid Menang Dramatis di Markas Roma, Mourinho Malah Tak Mau Selebrasi: Alasannya Bikin Haru!




