Banten

Turun 47 persen, 181 Balita di Kecamatan Cibadak Menderita Stunting

Diana Aslamiyyah | 6 Oktober 2023, 13:48 WIB
Turun 47 persen, 181 Balita di Kecamatan Cibadak Menderita Stunting

AKURAT BANTEN – Puskemas Kecamatan Cibadak, mencatat selama Januari hingga September 2023, sebanyak 181 balita di 9 desa mengalami stunting.  

Angka tersebut menurun dari periode yang sama di tahun 2022. 

Berdasarkan informasi yang diterima Akurat Banten. Tahun 2022, penderita stunting di Kecamatan Cibadak sebanyak 262 balita.

Baca juga: Anak Anggota DPR RI Mabuk, Bunuh Pacarnya di Basement Tempat Karaoke

“Saya merasa bersyukur, karena tahun ini angka stunting mengalami penurunan 47 persen,” kata Kepala Puskesmas Cibadak Nurhasanah, kepada Akurat Banten, Jumat (6/10/2023).

Dari 9 desa tersebut, Desa Malabar 28 balita, Pasar Keong 33 balita, Cibadak 22 balita, Panancangan 29 balita, Asem 1 balita, dan Cisangu 19 balita. Bojong Cae 20 balita, Asem Margaluyu 17 balita dan di wilayah Puskesmas Cimenteng Jaya terdapat 12 balita.

“Dari sembilan desa itu, ada satu desa yang penderita stuntingnya terbanyak di tahun ini,” sambung Nurhasanah. 

Camat Cibadak, Yusup Atori menegaskan, kepala desa se- kecamatan Cibadak diminta untuk dapat meningkatkan pelayanan 24 jam. 

“Sebenarnya tujuan diadakannya rapat dinas kali ini, yaitu untuk mengetahui perkembangan kegiatan tiap-tiap desa yang berada di Kecamatan Cibadak,” sambung Yusup.

Baca juga: Demo di Gedung DPRD Banten Ricuh, Mahasiswa Pingsan Diinjak-injak Polisi

Selain itu, kata Yusup, pihaknya meminta pemerintahan desa untuk disiplin dalam melaporkan RKP Desa (Rencana Kerja Pemerintah Desa) atau penjabaran dari RPJM Desa (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa) untuk jangka waktu 1 tahun anggaran.

“Dengan digelarnya rapat dinas ini, diharapkan agar semua pihak menjalankan tugasnya dengan baik. Mulai dari bidang administrasi keuangan dan kepegawaian secara tepat waktu," tukasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.